Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

IRGC Tingkatkan Serangan Drone dan Rudal Mulai Malam Ini, Operasi Militer Iran Diperkirakan Meluas

JAKARTA, Framing NewsTV — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan akan meningkatkan secara drastis operasi militer yang melibatkan drone dan rudal strategis mulai malam ini. Informasi tersebut disampaikan oleh sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada Kantor Berita Fars pada Minggu.

Menurut sumber tersebut, langkah peningkatan operasi militer ini dilakukan sebagai respons terhadap situasi konflik yang terus meningkat antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. IRGC disebut berencana memperluas operasi ofensifnya untuk memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pihak lawan.

Peningkatan operasi ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang berkembang pesat di kawasan Timur Tengah, di mana serangan balasan antara pihak-pihak yang terlibat semakin intensif dalam beberapa pekan terakhir.

Operasi Drone dan Rudal Akan Ditingkatkan

Sumber yang mengetahui rencana tersebut menjelaskan bahwa IRGC berencana meningkatkan penggunaan drone militer sekitar 20 persen dalam operasi yang akan datang. Selain itu, operasi rudal strategis disebut akan ditingkatkan hingga 100 persen.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi militer Iran untuk memperkuat efek jera terhadap pihak yang dianggap melakukan agresi terhadap negara tersebut.

Menurut sumber tersebut, kebijakan peningkatan operasi ini juga merupakan respons terhadap apa yang disebut sebagai tindakan keras dari pemerintah Amerika Serikat, termasuk kebijakan yang dikaitkan dengan Presiden Donald Trump dan Gedung Putih.

IRGC menilai bahwa peningkatan intensitas serangan drone dan rudal akan memberikan pesan kuat bahwa Iran siap merespons setiap bentuk agresi militer terhadap kepentingan nasional dan keamanan rakyatnya.

Gelombang Ke-28 Operasi True Promise 4

Sebelumnya, pada 8 Maret 2026, IRGC telah mengumumkan peluncuran gelombang ke-28 dari Operasi True Promise 4. Operasi ini disebut melibatkan penggunaan sistem persenjataan baru yang menargetkan berbagai lokasi strategis yang terkait dengan Israel dan Amerika Serikat di kawasan.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyatakan bahwa mereka telah mengerahkan rudal generasi baru bernama Kheibar, yang dilengkapi dengan hulu ledak berdaya hancur besar.

Rudal tersebut digambarkan sebagai bagian dari generasi terbaru sistem persenjataan strategis Iran yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh.

Target serangan dilaporkan mencakup wilayah Bir al-Sabe' dan Tel Aviv. Selain itu, sejumlah infrastruktur yang terkait dengan Pangkalan Udara Al-Azraq juga dilaporkan menjadi sasaran dalam operasi tersebut.

Pangkalan udara tersebut disebut sebagai salah satu fasilitas militer utama yang digunakan oleh Amerika Serikat untuk operasi udara di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan yang sama, IRGC menegaskan bahwa skala serta kedalaman operasi militer Iran terhadap pihak lawan diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa jam maupun hari mendatang.

Latar Belakang Konflik Iran dengan AS dan Israel

Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat tajam sejak 28 Februari 2026. Pada tanggal tersebut, kedua negara melancarkan serangan militer terkoordinasi yang menargetkan sejumlah wilayah penting di Iran.

Serangan tersebut berlangsung di tengah proses perundingan internasional yang berkaitan dengan program nuklir Iran. Operasi militer gabungan itu menargetkan berbagai fasilitas militer, sistem rudal, serta pusat kepemimpinan di beberapa kota besar Iran.

Beberapa kota yang dilaporkan menjadi sasaran serangan antara lain Teheran, Isfahan, Qom, dan Karaj. Laporan yang beredar menyebutkan bahwa serangan tersebut telah menyebabkan lebih dari 1.300 warga sipil tewas di berbagai wilayah Iran.

Di antara target yang disebut dalam laporan juga termasuk pemimpin tertinggi Iran, Sayyed Ali Khamenei.

Iran Melancarkan Serangan Balasan

Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran segera meluncurkan operasi balasan melalui Operasi True Promise 4. Dalam operasi ini, Iran menembakkan ratusan drone dan rudal balistik yang diarahkan ke wilayah yang dikuasai Israel serta berbagai target militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Serangan balasan Iran juga dilaporkan menyasar sejumlah pangkalan militer sekutu Amerika Serikat di Bahrain, Qatar, Kuwait, Irak, Yordania, dan Uni Emirat Arab.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa konflik yang awalnya terpusat di wilayah Iran berpotensi meluas ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, Iran juga meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap berbagai instalasi militer Amerika Serikat serta aset koalisi di kawasan tersebut.

Serangan-serangan ini bertujuan untuk mengganggu operasi militer Barat sekaligus menantang dominasi udara yang selama ini dimiliki oleh Amerika Serikat dan Israel di wilayah Timur Tengah.

Perkembangan konflik ini terus menjadi perhatian internasional karena berpotensi memicu eskalasi yang lebih luas serta berdampak pada stabilitas keamanan regional dan global. (fntv)

Sumber: Kantor Berita Al Mayadeen

Posting Komentar untuk "IRGC Tingkatkan Serangan Drone dan Rudal Mulai Malam Ini, Operasi Militer Iran Diperkirakan Meluas"