Astronot Wanita Pertama Australia, Katherine Bennell-Pegg, Diundang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional
JAKARTA, Framing NewsTV - Astronot wanita pertama Australia, Katherine Bennell-Pegg, semakin dekat untuk menjalani penerbangan luar angkasa pertamanya setelah Badan Antariksa Eropa (ESA) memperpanjang tawaran agar dirinya bergabung dalam misi menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Namun, peluang tersebut masih bergantung pada dukungan pendanaan dari pemerintah, industri, hingga masyarakat melalui crowdfunding.
ESA Tawarkan Misi ke ISS untuk Katherine Bennell-Pegg
Katherine Bennell-Pegg yang kini berusia 41 tahun menjadi salah satu figur penting dalam pengembangan program antariksa Australia.
Dalam kunjungannya ke wilayah Goldfields, Australia Barat, Bennell-Pegg mengaku bangga dapat menginspirasi generasi muda untuk bermimpi besar di bidang antariksa.
“Saya berharap dengan mewakili Australia, saya dapat membuka peluang bagi Australia untuk menjadi bagian dari penerbangan luar angkasa berawak,” kata Bennell-Pegg.
Ia juga berharap Australia dapat berkontribusi dalam pengiriman muatan dan penelitian di luar angkasa.
“Merupakan suatu kehormatan untuk membantu memupuk hal itu dan membantu mereka bermimpi besar untuk diri mereka sendiri dan mengetahui bahwa masa depan itu dapat diraih dari sini,” lanjutnya.
Bennell-Pegg memulai pelatihan dasar astronot di bawah ESA pada 2021 dan lulus dari program tersebut pada 2024.
Ia mengikuti jejak astronot kelahiran Australia lainnya, Andy Thomas dan Paul Scully-Power, yang sebelumnya terbang ke luar angkasa sebagai warga negara Amerika Serikat melalui program NASA.
Misi Dinilai Jadi Peluang Besar bagi Australia
Astrofisikawan sekaligus Direktur Pusat Antariksa Internasional Universitas Western Australia, Danail Obreschkow, menilai misi tersebut merupakan peluang strategis bagi Australia meski membutuhkan biaya besar.
“Kami tidak tahu misi luar angkasa mana, kami tidak tahu volume penawarannya, tetapi biasanya kemitraan semacam itu dapat berkisar pada investasi seratus juta dolar,” ujar Obreschkow.
Menurutnya, keterlibatan Australia dalam misi antariksa berawak akan membuka akses ke ekonomi luar angkasa global yang terus berkembang.
“Melalui misi luar angkasa semacam itu, Anda bergabung dengan ekonomi dunia... ekonomi luar angkasa global yang bernilai satu triliun dolar tahun ini,” katanya.
Obreschkow juga menilai dukungan dana publik untuk misi tersebut merupakan langkah yang masuk akal, meski pendanaan swasta juga dapat dimanfaatkan.
Pemerintah Australia Belum Beri Kepastian Dukungan
Juru bicara Menteri Sains Federal Tim Ayres memberikan apresiasi kepada Bennell-Pegg, namun belum memberikan kepastian terkait dukungan pemerintah terhadap misi tersebut.
“Diskusi dengan ESA mengenai potensi partisipasi Australia dalam misi penerbangan luar angkasa berawak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional sedang berlangsung,” kata juru bicara tersebut.
Inspirasi bagi Generasi Muda Australia
Kehadiran Bennell-Pegg di Kalgoorlie-Boulder mendapat sambutan hangat dari para pelajar yang bercita-cita menjadi astronot.
Salah satunya Michaela Jean Stanton, siswi kelas 12 yang mengaku sangat terinspirasi setelah bertemu langsung dengan Bennell-Pegg.
“Ini adalah impian saya sejak kecil, dan saya masih mengejarnya,” ujar Stanton.
Ia mengatakan pengalaman bertemu astronot Australia membuatnya semakin termotivasi mendalami bidang STEM.
Wali Kota Kalgoorlie-Boulder, Glenn Wilson, juga menyebut kehadiran Bennell-Pegg menjadi momen penting bagi masyarakat setempat.
“Hari ini saya berkesempatan untuk membawa pulang kesempatan itu dan mengatakan kepadanya, ‘Kawan, itu adalah kesempatan yang kamu miliki. Kita memiliki astronot di sini di Australia,’” kata Wilson.
Bennell-Pegg menilai wilayah seperti Goldfields memiliki peran penting dalam pengembangan eksplorasi luar angkasa karena pengalaman masyarakatnya dalam menghadapi lingkungan ekstrem.
“Kalgoorlie luar biasa. Saya sudah mengunjungi sekolah dasar setempat dan Sekolah Pertambangan, dan sekarang di sini, di resepsi kenegaraan, dan saya dapat mengatakan bahwa masa depan antariksa sedang ditulis di wilayah WA ini,” tuturnya. (fntv)

Posting Komentar untuk "Astronot Wanita Pertama Australia, Katherine Bennell-Pegg, Diundang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional"