Fadli Zon Nilai Kepemimpinan Prabowo Wujud Nyata Politik Akal Sehat Berbasis Konstitusi
JAKARTA, Framing NewsTV – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri acara bedah buku karya jurnalis J. Osdar berjudul “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung” yang digelar di kawasan Parle, Senayan, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Fadli menyampaikan bahwa kepemimpinan Prabowo Subianto merupakan manifestasi nyata dari politik akal sehat yang berpijak pada amanat konstitusi.
Konsistensi Pemikiran Sejak Dekade 1990-an
Dalam paparannya, Fadli menilai buku tersebut berhasil menggambarkan konsistensi pemikiran Prabowo yang telah terbentuk selama puluhan tahun, bukan sekadar strategi pencitraan politik jangka pendek. Ia mengaku telah mengenal Prabowo sejak aktif bersama di Center for Policy and Development Studies (CPDS) pada 1993.
Menurutnya, berbagai kebijakan yang dijalankan Presiden saat ini merupakan implementasi konkret dari proses dialektika panjang yang telah dibangun sejak lama.
"Pak Prabowo tidak berubah. Apa yang beliau lakukan hari ini adalah exercise atau pelaksanaan dari akal sehat itu sendiri. Bagi beliau, akal sehat tidak boleh hanya berhenti di ruang diskusi atau perdebatan intelektual, tetapi harus dilaksanakan melalui jalur politik," ujar Fadli, Senin (16/2/2026).
Sejalan dengan Tradisi Intelektual Pendiri Bangsa
Fadli juga mengaitkan langkah politik Prabowo dengan tradisi intelektual para pendiri bangsa. Ia mencontohkan bagaimana Soekarno melalui PNI, Mohammad Hatta lewat PNI Pendidikan, serta Sutan Sjahrir dan Muhammad Natsir mendirikan partai politik sebagai instrumen untuk membumikan gagasan ideologis mereka.
Ia menilai pendekatan tersebut relevan dengan arah kepemimpinan Prabowo saat ini yang menempatkan politik sebagai sarana implementasi ide, bukan sekadar arena kontestasi kekuasaan.
Koreksi Neoliberalisme dan Kembali ke Pasal 33 UUD 1945
Fadli menegaskan komitmen Prabowo untuk meluruskan arah ekonomi nasional agar kembali pada Pasal 33 UUD 1945. Program strategis seperti swasembada pangan dan energi, serta makan bergizi gratis, dinilai sebagai bagian dari koreksi atas praktik liberalisasi ekonomi yang dianggap melampaui batas.
"Pekerjaan besar kita sekarang adalah melakukan koreksi terhadap neoliberalisme. Pak Prabowo ingin mengembalikan ekonomi kita ke jalur konstitusi yang sifatnya imperatif: bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Itulah ideologi ekonomi strukturalis, atau ekonomi yang menempatkan National Interest First," jelasnya.
Tiga Pilar Pemerintahan Prabowo
Lebih lanjut, Fadli memaparkan tiga pilar utama yang sedang dibangun pemerintahan Prabowo:
- Getting Institution Right – pembenahan institusi negara agar berfungsi optimal.
- Getting Intervention Right – intervensi kebijakan negara yang tepat dan terukur.
- Getting Coordination Right – penguatan koordinasi lintas sektor secara efektif.
Ia berharap buku tersebut dapat menjadi ruang refleksi publik bahwa kekuasaan sejatinya adalah alat untuk melayani kepentingan nasional secara dewasa dan berimbang.
Hadirkan Sejumlah Tokoh Nasional
Acara bedah buku ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Anggota DPR RI Aboe Bakar Al Habsyi, pengamat politik Rocky Gerung, serta para pegiat literasi.
Diskusi buku dimoderatori oleh Effendi Gazali, dengan pembicara antara lain Jimly Asshiddiqie, Aris Marsudiyanto, Suryopratomo, dan Anindya Novan Bakrie. (fntv)

Posting Komentar untuk "Fadli Zon Nilai Kepemimpinan Prabowo Wujud Nyata Politik Akal Sehat Berbasis Konstitusi"