Trump Mengatakan Uranium yang Diperkaya Milik Iran Harus Diserahkan atau Dihancurkan
JAKARTA, Framing NewsTV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan uranium yang diperkaya milik Iran harus diserahkan kepada Amerika Serikat untuk dihancurkan atau dimusnahkan di bawah pengawasan internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social di tengah upaya diplomatik antara Washington dan Teheran untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
“Uranium yang Diperkaya (Debu Nuklir!) akan dibawa pulang dan dihancurkan,” tulis Trump di Truth Social.
Trump juga menyebut uranium tersebut dapat “dihancurkan di tempat, atau di lokasi lain yang dapat diterima,” dengan prosesnya disaksikan oleh Komisi Energi Atom atau lembaga setara lainnya.
Delegasi Iran Bertolak ke Doha
Di tengah meningkatnya komunikasi diplomatik, Iran mengirim delegasi ke Doha, Qatar, untuk melanjutkan pembicaraan terkait upaya mengakhiri konflik dan meredakan ketegangan regional.
Kantor Berita Republik Islam (IRNA) melaporkan delegasi tersebut dipimpin Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan berangkat pada Senin.
Menurut laporan IRNA, kunjungan itu merupakan bagian dari proses diplomatik yang dimediasi Pakistan dalam beberapa pekan terakhir.
IRNA juga menyebut Ghalibaf dijadwalkan melakukan konsultasi dengan pejabat Qatar terkait sejumlah poin negosiasi yang belum terselesaikan.
Sementara itu, media Iran Tasnim melaporkan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi turut mendampingi delegasi tersebut ke Qatar.
Selat Hormuz dan Uranium Jadi Fokus Pembicaraan
Pembahasan utama dalam negosiasi diperkirakan akan mencakup Selat Hormuz, stok uranium yang diperkaya Iran, serta kerangka kerja hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, gubernur bank sentral Iran juga dilaporkan ikut dalam delegasi untuk memimpin pembicaraan mengenai aset-aset Iran yang dibekukan di Qatar.
Pakistan Buka Peluang Dialog Baru
Pakistan turut memberi sinyal kemungkinan dilanjutkannya pembicaraan baru antara Teheran dan Washington dalam waktu dekat.
Surat kabar Pakistan, Dawn, melaporkan pejabat Islamabad berharap ibu kota Pakistan kembali menjadi lokasi perundingan kedua negara.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif disebut optimistis Islamabad dapat memfasilitasi putaran dialog berikutnya.
Namun demikian, sejumlah pejabat menyatakan hingga kini belum ada pengaturan resmi terkait pertemuan baru antara Iran dan Amerika Serikat yang telah disepakati. (fntv)

Posting Komentar untuk "Trump Mengatakan Uranium yang Diperkaya Milik Iran Harus Diserahkan atau Dihancurkan"