Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yusril Sebut Indonesia Bisa Jadi Target AS setelah Venezuela, Akui RI Tak Siap Hadapi Perang, Paling Bertahan 4 Hari

JAKARTA, Framing NewsTV - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebut Indonesia berpotensi menjadi target Amerika Serikat setelah konflik yang terjadi di Venezuela.

Pernyataan itu disampaikan Yusril saat menjadi pembicara dalam seminar nasional di Universitas Negeri Surabaya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Yusril Soroti Kepentingan Sumber Energi dan Mineral

Dalam pemaparannya, Yusril menjelaskan bahwa langkah militer AS terhadap Venezuela berkaitan dengan kepentingan sumber energi dunia.

“Kita tahu, ada apa di balik langkah militer terhadap Venezuela. Sumber minyak terbesar di dunia, selain daripada Timur Tengah,” kata Yusril dalam seminar tersebut.

Menurutnya, AS juga tengah memburu sumber mineral langka yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi maju.

Yusril menyinggung wilayah Bangka Belitung yang disebut memiliki kandungan mineral penting seperti Monazite, Xenotime, hingga Thorium.

“Di kampung saya di Bangka Belitung, hanya pakai pacul ngambilnya, gali tiga meter lima meter aja sudah dapat,” ujarnya.

Sebut Indonesia Bisa Jadi Target Berikutnya

Yusril memaparkan bahwa sumber energi terbesar berada di Venezuela, sedangkan sumber mineral strategis terdapat di Greenland.

Namun, menurut dia, kondisi geopolitik membuat Indonesia berpotensi menjadi sasaran berikutnya.

“Nato nyerbu Nato, Nato bubar. Target selanjutnya setelah Greenland? Negara mana? Ini. Ini yang dikejar,” ucap Yusril.

Ia juga menyinggung sikap pemerintah Indonesia yang tidak mengecam serangan AS terhadap Venezuela maupun Iran.

“Kita melihat boleh aja Perdana Menteri Singapore mengutuk serangan terhadap Venezuela, Pak Anwar Ibrahim mengutuk. Trus kita tanya, emang Amerika berminat nyerbu Singapore, nyerbu Malaysia,” katanya.

Yusril Akui Indonesia Tidak Siap Perang

Dalam kesempatan itu, Yusril juga mengakui kondisi pertahanan Indonesia belum siap menghadapi perang terbuka.

Ia menyoroti jarak Guam yang merupakan wilayah AS di Samudera Pasifik dengan Indonesia yang dinilai cukup dekat.

“Kita dalam kondisi terus terang tidak siap perang. Hitung kekuatan militer kita, angkatan laut kita, angkatan udara kita. Kalau kita perang, paling kita bertahan empat hari, setelah itu kita kehabisan amunisi. Surender,” ujar Yusril.

Indonesia Disorot karena Tak Kecam Serangan AS

Pemerintah Indonesia belakangan menjadi sorotan karena tidak mengeluarkan kecaman resmi terhadap serangan AS ke Venezuela maupun Iran.

Pada 4 Januari 2026, AS diketahui meluncurkan operasi militer di Caracas yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.

Selain itu, Indonesia juga tidak menyampaikan kecaman resmi ketika AS menyerang Iran pada awal 2026 yang menyebabkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. (fntv)

Posting Komentar untuk "Yusril Sebut Indonesia Bisa Jadi Target AS setelah Venezuela, Akui RI Tak Siap Hadapi Perang, Paling Bertahan 4 Hari"