Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perlawanan Irak Menyerukan Tindakan Tegas Terhadap Sekutu Regional AS-Israel

JAKARTA, Framing NewsTV — Komite Koordinasi Perlawanan Irak menyerukan langkah tegas terhadap negara-negara yang dinilai memfasilitasi agresi Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataan resminya, komite tersebut sekaligus memuji dukungan rakyat Irak terhadap Poros Perlawanan di tengah meningkatnya eskalasi konflik regional.

Komite itu secara keras mengkritik sejumlah negara di kawasan. “Keterlibatan para penguasa Yordania, Arab Saudi, dan UEA dengan kejahatan musuh Zionis-Amerika terhadap Republik Islam… merupakan puncak dari kehinaan dan kebejatan,” demikian pernyataan Komite Koordinasi Perlawanan Irak.

Lebih lanjut, mereka menegaskan perlunya respons konkret dari pemerintah Irak. “Hal ini membutuhkan respons pencegahan yang tegas dari pemerintah Irak,” tulis komite tersebut, seraya menyerukan “menghukum Yordania secara khusus” karena disebut menjadi titik peluncuran serangan udara, serta mendesak “penutupan total perbatasan darat dan penghentian hibah minyak Irak.”

Komite juga menekankan bahwa operasi mereka tetap mempertimbangkan dampak regional. Dalam keterangannya disebutkan bahwa Perlawanan Irak menghindari merugikan kepentingan ekonomi Kuwait, meskipun tetap menargetkan pasukan AS di negara tersebut. Sementara terhadap Qatar, mereka menyatakan pengecualian tertentu. “Sebagai bentuk apresiasi atas posisi bertanggung jawab Doha terhadap perjuangan Palestina dan Poros Perlawanan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Selain itu, peringatan keras juga disampaikan kepada negara-negara yang dianggap bekerja sama dengan AS dan Israel. Komite memperingatkan konsekuensi serius jika wilayah mereka digunakan untuk menyerang Iran. Mereka juga menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut sebagai respons terhadap meningkatnya serangan sejak 28 Februari.

Di sisi lain, Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF) melaporkan jatuhnya korban akibat serangan udara yang dikaitkan dengan AS-Israel. “Tiga pejuang dari Brigade 53 gugur dalam serangan yang menargetkan sektor operasi Nineveh,” demikian pernyataan resmi PMF. Serangan tersebut terjadi dalam dua gelombang pada 1 dan 2 April di wilayah Tal Afar.

PMF juga mengungkapkan adanya serangan lain yang menyasar beberapa sektor berbeda. Dalam keterangannya disebutkan bahwa “posisi kami telah menjadi sasaran serangan udara berbahaya yang melibatkan beberapa serangan simultan,” termasuk di wilayah Jurf al-Nasr dan Karma. Meski demikian, PMF menegaskan bahwa pasukannya tetap dalam kondisi siap tempur.

Sementara itu, kelompok Perlawanan Islam di Irak meningkatkan intensitas serangan terhadap pangkalan AS di kawasan. Mereka melaporkan telah melakukan puluhan operasi dalam beberapa hari berturut-turut, termasuk penggunaan drone dalam jumlah besar. Kelompok Saraya Awliya al-Dam juga mengklaim melakukan enam operasi tambahan yang menargetkan pangkalan militer AS.

Perlawanan Irak juga mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret mengusir pasukan AS dari Baghdad. Mereka memperingatkan bahwa keberadaan pasukan asing tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga sipil di tengah konflik yang terus meningkat.

Sebagai respons terhadap situasi keamanan, Dewan Menteri Keamanan Nasional Irak sebelumnya telah memberikan kewenangan kepada PMF dan pasukan keamanan lainnya untuk menggunakan hak membela diri. Kebijakan ini disebut sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap potensi tindakan balasan di tengah meningkatnya serangan terhadap posisi mereka. (fntv)

Posting Komentar untuk "Perlawanan Irak Menyerukan Tindakan Tegas Terhadap Sekutu Regional AS-Israel"