IRGC Luncurkan Serangan Besar ke Target AS dan Israel di Asia Barat
JAKARTA, Framing NewsTV — Korps Garda Revolusi Islam Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan pelaksanaan operasi militer terkoordinasi skala besar yang menargetkan posisi Amerika Serikat dan Israel di kawasan Asia Barat. Operasi ini melibatkan serangan rudal balistik, pesawat tak berawak, serta artileri roket dalam satu rangkaian serangan multi-sumbu.
Operasi True Promise 4 Gelombang ke-89
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-89 Operasi True Promise 4 yang dilakukan bersama pasukan sekutu di kawasan.
Operasi ini mencakup peluncuran lebih dari 100 rudal berat dan drone serang satu arah, serta sekitar 200 tembakan roket-artileri yang menyasar berbagai titik strategis.
Serangan dilaporkan menjangkau wilayah luas, dari utara hingga selatan wilayah Palestina yang diduduki.
Target Serangan di Israel
IRGC menyatakan bahwa sejumlah lokasi penting menjadi sasaran, termasuk Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak.
Serangan ini disebut menargetkan posisi militer dan kelompok pasukan Israel, serta dilakukan sebagai penghormatan kepada para martir Perlawanan Islam di Yaman.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa serta kerusakan signifikan di berbagai wilayah.
Serangan Meluas ke Target AS
Pada fase berikutnya, IRGC melaporkan serangan presisi terhadap fasilitas militer AS di Bahrain yang disebut menampung sekitar 80 personel militer.
Selain itu, laporan menyebutkan adanya kerusakan pada infrastruktur Batelco, yang menjadi penyedia layanan hosting bagi sejumlah platform global seperti Amazon Web Services.
Rekaman yang beredar juga menunjukkan personel militer AS berlindung di bunker saat serangan berlangsung.
Pangkalan Al-Udeid Ikut Disasar
IRGC juga menyebut bahwa unit helikopter militer AS di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar, terkena serangan rudal balistik.
Akibatnya, satu helikopter dilaporkan hancur dan beberapa lainnya mengalami kerusakan.
Koordinasi dengan Pasukan Sekutu
IRGC menegaskan bahwa operasi ini mencerminkan tingkat koordinasi yang tinggi antara angkatan bersenjata Iran dan kelompok perlawanan di kawasan.
Operasi tersebut disebut sebagai bentuk persatuan dunia Islam dalam menghadapi apa yang mereka sebut sebagai “musuh-musuh yang menindas.”
Dampak Regional dan Global
Dalam pernyataannya, IRGC juga menyoroti dampak lebih luas dari eskalasi konflik ini.
Mereka menyebut adanya tekanan yang meningkat terhadap Israel, termasuk memburuknya kondisi kehidupan di wilayah pendudukan.
Selain itu, disebutkan pula dampak terhadap Amerika Serikat berupa gangguan layanan, penarikan pasukan, serta tekanan ekonomi yang meluas secara global.
IRGC menegaskan bahwa operasi akan terus berlanjut.
“Gelombang operasi saat ini akan berlanjut dengan intensitas penuh,” demikian pernyataan IRGC.
Serangan Artesh ke Aset Udara AS
Secara terpisah, Tentara Republik Islam Iran atau Artesh dalam komunike ke-51 menyatakan telah menargetkan aset udara AS.
Target tersebut meliputi lokasi penempatan pesawat AWACS dan pesawat pengisian bahan bakar di Bandara Ben Gurion, serta sistem radar dan situs peperangan elektronik di Uni Emirat Arab.
Penggunaan Drone Arash-2
Artesh menyebut bahwa serangan terbaru menggunakan drone jarak jauh Arash-2 yang memiliki jangkauan hingga 2.000 kilometer.
Serangan ini diklaim menyebabkan gangguan signifikan terhadap operasi militer AS, termasuk sistem pertahanan udara dan dukungan tempur.
Komitmen Lanjutkan Operasi
Dalam pernyataannya, Artesh menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut sebagai respons terhadap serangan yang menargetkan Iran, khususnya terhadap wilayah sipil.
Pasukan Iran juga menegaskan tekad mereka untuk terus melakukan pembalasan atas agresi yang terjadi.(fntv)

Posting Komentar untuk "IRGC Luncurkan Serangan Besar ke Target AS dan Israel di Asia Barat"