Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Araqchi: Iran Siap Menghadapi Perang Terbuka Melawan AS-Israel dalam Jangka Waktu Panjang

JAKARTA, Framing NewsTV — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi perang terbuka melawan Amerika Serikat dan Israel dalam jangka waktu panjang, bahkan hingga enam bulan atau lebih. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara bersama Al Jazeera di Teheran.

Iran Siap Hadapi Perang Berkepanjangan

Araqchi menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan atau tenggat waktu yang ditetapkan pihak lawan.

Ia menyatakan bahwa negaranya akan terus melanjutkan perang selama diperlukan dan tetap mampu mempertahankan operasi militer dalam jangka panjang.

“Iran siap berperang setidaknya selama enam bulan,” tegas Araqchi dalam wawancara tersebut.

Bantah Klaim Negosiasi dengan AS

Menanggapi klaim di Amerika Serikat terkait adanya negosiasi, Araqchi menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pembicaraan resmi antara kedua negara.

Ia menjelaskan bahwa negosiasi dalam hubungan internasional berarti adanya pertemuan langsung untuk mencapai kesepakatan, yang menurutnya belum terjadi.

“Belum ada negosiasi yang terjadi sejauh ini dan klaim dalam hal ini tidak benar,” ujarnya.

Komunikasi Hanya Sebatas Pertukaran Pesan

Araqchi mengakui bahwa terdapat komunikasi antara Iran dan AS, namun hanya dalam bentuk pertukaran pesan, baik secara langsung maupun melalui perantara.

Ia mencontohkan bahwa utusan AS, Steve Witkoff, masih mengirim pesan secara langsung, namun hal itu tidak dapat dikategorikan sebagai negosiasi.

“Pertukaran pesan semacam itu tidak disebut negosiasi,” jelasnya.

Semua Komunikasi Lewat Jalur Resmi

Araqchi juga menepis isu adanya banyak saluran komunikasi tidak resmi di dalam Iran.

Ia menegaskan bahwa seluruh komunikasi dilakukan melalui jalur resmi Kementerian Luar Negeri atau dengan sepengetahuan lembaga tersebut.

Menurutnya, semua proses berada di bawah pengawasan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dengan manajemen yang terpusat.

Iran Tolak Proposal AS

Terkait proposal 15 poin yang diajukan oleh Amerika Serikat, Araqchi menegaskan bahwa Iran belum memberikan tanggapan apa pun.

Ia juga membantah laporan bahwa Iran telah mengajukan lima syarat, dan menyebutnya sebagai spekulasi media.

“Belum ada tanggapan yang diberikan terhadap proposal AS tersebut,” katanya.

Syarat Iran untuk Akhiri Perang

Araqchi menyatakan bahwa Iran memiliki syarat jelas untuk mengakhiri konflik, yakni penghentian perang secara menyeluruh, bukan sekadar gencatan senjata.

Ia menekankan bahwa Iran juga menuntut jaminan agar perang tidak terulang serta kompensasi atas kerusakan yang dialami rakyatnya.

“Iran tidak menerima gencatan senjata dan menginginkan pengakhiran perang sepenuhnya,” tegasnya.

Minim Kepercayaan terhadap AS

Araqchi mengungkapkan bahwa Iran tidak memiliki kepercayaan terhadap Amerika Serikat dalam proses negosiasi.

Ia menyinggung pengalaman sebelumnya di mana kesepakatan ditinggalkan secara sepihak oleh AS.

“Tingkat kepercayaan adalah nol,” ujarnya.

Hormuz dan Strategi Regional

Terkait Selat Hormuz, Araqchi menyatakan bahwa jalur tersebut berada di wilayah Iran dan Oman, sehingga kepentingan kedua negara harus diperhatikan.

Ia menegaskan bahwa selat tersebut tetap terbuka, namun tidak bagi negara yang sedang berperang dengan Iran.

“Iran tidak dapat mengizinkan musuh menggunakan perairannya saat perang,” katanya.

Siap Hadapi Ancaman Militer

Araqchi juga menyatakan kesiapan Iran menghadapi kemungkinan invasi darat atau serangan terhadap wilayahnya.

Menurutnya, Iran memiliki pengalaman dan kemampuan yang cukup untuk menghadapi konflik darat.

“Iran siap dan tidak percaya musuh akan berani melakukan invasi karena risiko korban besar,” ujarnya.

Konflik Bisa Meluas ke Kawasan

Terkait potensi meluasnya konflik ke kawasan lain seperti Laut Merah dan Bab al-Mandeb, Araqchi menyebut hal itu bergantung pada keputusan negara-negara di kawasan, termasuk Yaman.

Ia menegaskan bahwa Iran tidak meminta bantuan, namun mengakui bahwa kelompok regional bisa bertindak secara independen.

Serangan Ditujukan ke Target AS

Araqchi juga menegaskan bahwa serangan Iran hanya menyasar fasilitas dan pasukan AS di kawasan, bukan negara-negara sahabat.

Ia menyebut bahwa AS menggunakan pangkalan regional untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

“Iran hanya menargetkan lokasi yang terkait dengan AS,” jelasnya.

Seruan untuk Keamanan Regional Mandiri

Di akhir pernyataannya, Araqchi menekankan pentingnya keamanan regional yang dikelola oleh negara-negara di kawasan tanpa ketergantungan pada kekuatan asing.

Ia menyebut bahwa keberadaan pangkalan militer AS justru merusak stabilitas kawasan.

Menurutnya, keamanan jangka panjang hanya dapat dicapai melalui kerja sama regional yang kuat dan saling menghormati.(fntv)

Posting Komentar untuk "Araqchi: Iran Siap Menghadapi Perang Terbuka Melawan AS-Israel dalam Jangka Waktu Panjang"