Rusia Serang Ukraina dengan Rudal Baru: Hantam Apartemen, 10 Orang Tewas
JAKARTA, Framing NewsTV – Serangan rudal yang dilancarkan Rusia menghantam kawasan permukiman di kota Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, dan menewaskan sedikitnya 10 orang termasuk dua anak-anak. Serangan tersebut menghancurkan sebuah blok apartemen lima lantai dan menyebabkan puluhan penghuni terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Menurut laporan media Ukraina, rudal itu menghantam langsung bagian pintu masuk gedung apartemen sehingga menyebabkan keruntuhan struktur dari lantai pertama hingga lantai kelima. Dampak ledakan membuat sebagian besar bangunan runtuh dalam hitungan detik dan menjebak banyak penghuni yang berada di dalamnya.
Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian korban. Hingga Sabtu, petugas masih terus menyisir puing-puing bangunan karena dikhawatirkan masih ada warga yang terjebak di bawah reruntuhan.
Anak-Anak Termasuk di Antara Korban
Wali Kota Kharkiv Ihor Terekhov menyatakan bahwa korban tewas mencakup beberapa warga sipil yang sedang berada di rumah mereka ketika serangan terjadi.
Di antara korban terdapat seorang guru sekolah dasar dan putranya yang masih duduk di kelas dua sekolah dasar. Selain itu, seorang gadis berusia 13 tahun bersama ibunya juga dilaporkan menjadi korban tewas dalam serangan tersebut.
Selain korban meninggal, sedikitnya 16 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan dan runtuhan bangunan. Para korban luka segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Pemerintah kota Kharkiv menyatakan bahwa jumlah korban masih dapat bertambah seiring berlanjutnya operasi penyelamatan di lokasi kejadian.
Dugaan Penggunaan Rudal Jelajah Baru
Kantor Kejaksaan Wilayah Kharkiv menyatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan Rusia kemungkinan menggunakan rudal jelajah baru yang dikenal sebagai Izdeliye-30 dalam serangan tersebut.
Pihak berwenang Ukraina telah membuka penyelidikan atas dugaan kejahatan perang terkait serangan yang menargetkan kawasan permukiman sipil itu.
Serangan terhadap wilayah yang dihuni warga sipil secara luas dianggap melanggar hukum humaniter internasional. Oleh karena itu, aparat penegak hukum Ukraina berupaya mengumpulkan bukti untuk mendokumentasikan insiden tersebut.
Serangan Besar Rusia di Berbagai Wilayah
Serangan di Kharkiv ternyata merupakan bagian dari operasi militer yang lebih luas yang dilakukan Rusia sepanjang malam. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukan Rusia meluncurkan puluhan rudal dan ratusan drone dalam serangan terkoordinasi di berbagai wilayah Ukraina.
Menurut Zelenskyy, Rusia menembakkan setidaknya 29 rudal serta 480 drone yang menargetkan berbagai infrastruktur penting di negara tersebut, termasuk fasilitas energi di ibu kota Kyiv dan wilayah tengah lainnya.
Kerusakan dilaporkan terjadi di sedikitnya tujuh lokasi berbeda di seluruh Ukraina. Beberapa fasilitas energi mengalami gangguan yang berpotensi memengaruhi pasokan listrik di sejumlah daerah.
Pertahanan Udara Ukraina Berhasil Menghadang Serangan
Meski menghadapi serangan besar, sistem pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat sebagian besar proyektil yang diluncurkan Rusia.
Zelenskyy mengatakan bahwa pasukan pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh 19 rudal dan 453 drone sebelum mencapai target mereka.
Namun demikian, sejumlah rudal tetap berhasil menembus pertahanan dan menghantam berbagai wilayah, termasuk kawasan permukiman di Kharkiv.
Presiden Ukraina mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai serangan brutal terhadap warga sipil.
“Harus ada tanggapan dari para mitra terhadap serangan brutal terhadap kehidupan ini,” tulis Zelenskyy di media sosial, sambil menyerukan kepada European Union untuk memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina.
Ukraina Sebut Serangan sebagai Pembantaian Anak-anak
Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Mariana Betsa juga mengutuk serangan tersebut dengan keras.
Melalui media sosial, ia menyebut serangan tersebut sebagai “pembantaian anak-anak lainnya oleh Rusia”.
Pernyataan itu mencerminkan kemarahan pemerintah Ukraina terhadap serangan yang kembali menargetkan kawasan sipil di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.
Perang Berlanjut di Tengah Mandeknya Negosiasi Damai
Serangan terbaru ini terjadi ketika upaya negosiasi damai yang dimediasi oleh Amerika Serikat masih mengalami kebuntuan.
Di tengah situasi tersebut, Zelenskyy juga mengunjungi posisi garis depan Ukraina di dekat kota Druzhkivka pada Jumat.
Dalam kunjungannya, ia mengatakan kepada pasukan Ukraina bahwa kekuatan militer di medan perang akan menentukan posisi negara itu dalam setiap perundingan damai di masa depan.
Beberapa laporan menunjukkan bahwa situasi di medan perang mulai sedikit berubah dalam beberapa pekan terakhir.
Ukraina Klaim Merebut Kembali Wilayah
Menurut laporan dari Institute for the Study of War, pasukan Ukraina berhasil merebut kembali sekitar 244 kilometer persegi wilayah di Ukraina selatan sejak Januari.
Pada saat yang sama, keuntungan wilayah yang diperoleh Rusia pada Februari disebut mencapai titik terendah dalam 20 bulan terakhir.
Lembaga tersebut juga mencatat bahwa pasukan Rusia di wilayah Kharkiv tampaknya sedang melakukan konsolidasi dan persiapan ulang menjelang kemungkinan serangan baru pada musim semi.
Selama beberapa pekan terakhir, intensitas pertempuran di wilayah tersebut dilaporkan menurun, yang kemungkinan menandakan persiapan untuk operasi militer yang lebih besar dalam waktu dekat.
Dengan situasi yang masih sangat dinamis, konflik antara Rusia dan Ukraina diperkirakan akan terus berlanjut dan tetap menjadi salah satu krisis geopolitik terbesar di dunia saat ini. (fntv)
Sumber: Al Jazeera

Posting Komentar untuk "Rusia Serang Ukraina dengan Rudal Baru: Hantam Apartemen, 10 Orang Tewas"