Serangan Israel menargetkan depot minyak di Teheran dan memicu kebakaran besar di ibu kota Iran
JAKARTA, Framing NewsTV – Serangan baru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel kembali menghantam wilayah Iran. Kali ini target serangan diarahkan ke depot penyimpanan minyak serta fasilitas energi di sekitar ibu kota Tehran, yang memicu kebakaran besar dan kepulan asap tebal di beberapa lokasi.
Laporan dari berbagai media internasional menyebutkan bahwa kobaran api terlihat membumbung tinggi di pinggiran utara kota setelah serangan terjadi. Insiden tersebut menandai peningkatan eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari dan menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam ketegangan yang semakin serius.
Serangan ini menjadi salah satu operasi militer terbaru dalam perang yang melibatkan Iran di satu sisi dan koalisi Amerika Serikat serta Israel di sisi lainnya.
Israel Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan
Militer Israel mengonfirmasi bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut bahwa target operasi adalah fasilitas minyak yang diduga memiliki hubungan dengan angkatan bersenjata Iran.
Menurut klaim Israel, fasilitas energi tersebut dianggap sebagai bagian dari infrastruktur yang mendukung operasi militer Iran di kawasan. Oleh karena itu, serangan dilakukan untuk melemahkan kemampuan logistik dan energi militer Iran.
Namun hingga kini belum ada rincian resmi mengenai tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan tersebut.
Iran Konfirmasi Depot Minyak Jadi Sasaran
Media pemerintah Iran juga melaporkan terjadinya serangan terhadap fasilitas minyak di sekitar Teheran. Kantor berita resmi Islamic Republic News Agency atau IRNA menyebut bahwa sebuah depot minyak di selatan ibu kota menjadi sasaran serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Dalam laporannya, IRNA menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresi terhadap infrastruktur vital negara.
“Kami melaporkan bahwa sebuah depot minyak di selatan Teheran menjadi sasaran Amerika Serikat dan rezim Zionis,” tulis laporan kantor berita tersebut.
Depot minyak yang menjadi sasaran berada di kawasan yang berdekatan dengan salah satu kilang minyak utama Iran.
Kilang Minyak Dilaporkan Tidak Rusak
Meski serangan menimbulkan kebakaran besar, laporan awal dari media Iran menyebut bahwa fasilitas kilang minyak utama di area tersebut tidak mengalami kerusakan serius.
Kantor berita Iranian Labour News Agency atau ILNA melaporkan bahwa kilang minyak yang berada di dekat depot yang diserang tetap beroperasi dan tidak terdampak langsung oleh serangan militer.
Namun demikian, api yang berkobar di area depot minyak tetap memicu kekhawatiran karena fasilitas energi merupakan bagian penting dari infrastruktur ekonomi Iran.
Serangan Juga Hantam Wilayah Barat Laut Teheran
Selain depot minyak di bagian selatan ibu kota, serangan juga dilaporkan terjadi di wilayah barat laut Teheran.
Sejumlah jurnalis yang berada di lokasi melaporkan melihat api besar serta asap hitam tebal membumbung dari lokasi yang diduga merupakan depot minyak lainnya.
Serangan terhadap lebih dari satu lokasi menunjukkan bahwa operasi militer tersebut dilakukan secara terkoordinasi untuk menargetkan infrastruktur energi Iran.
Hingga saat ini, pihak berwenang Iran masih melakukan penilaian terhadap kerusakan yang terjadi di berbagai titik serangan tersebut.
Konflik Memanas Sejak Serangan Akhir Februari
Serangan terhadap depot minyak ini terjadi di tengah konflik besar yang meletus sejak 28 Februari 2026. Pada tanggal tersebut, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer besar ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.
Kematian Khamenei menjadi salah satu peristiwa paling dramatis dalam konflik tersebut dan memicu perang terbuka di kawasan Timur Tengah.
Sejak saat itu, kedua pihak terus melakukan serangan balasan yang semakin meningkatkan ketegangan regional.
Iran Balas dengan Serangan Drone dan Rudal
Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan menggunakan drone dan rudal.
Serangan tersebut dilaporkan menargetkan wilayah Israel serta berbagai fasilitas yang terkait dengan kepentingan United States di kawasan Timur Tengah.
Aksi balasan itu semakin memperluas konflik dan memicu kekhawatiran bahwa perang dapat berkembang menjadi konflik regional yang melibatkan lebih banyak negara.
Sejumlah negara di kawasan kini meningkatkan kesiapan militernya, sementara komunitas internasional terus menyerukan upaya diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Dengan serangan terbaru terhadap fasilitas minyak di Teheran, konflik Iran dan Israel diperkirakan masih akan terus berlanjut dan berpotensi mempengaruhi stabilitas energi global serta keamanan kawasan Timur Tengah. (fntv)

Posting Komentar untuk "Serangan Israel menargetkan depot minyak di Teheran dan memicu kebakaran besar di ibu kota Iran"