Operasi True Promise 4 Gelombang 28: Iran Luncurkan Rudal Generasi Baru Kheibar ke Target Israel dan Basis Militer AS
JAKARTA, Framing NewsTV — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang ke-28 dari Operasi True Promise 4. Dalam operasi terbaru tersebut, Iran menyatakan telah menggunakan rudal generasi baru yang menargetkan sejumlah kota di Israel serta fasilitas militer yang terkait dengan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis IRGC, disebutkan bahwa serangan terbaru itu melibatkan pengerahan rudal generasi baru bernama Kheibar. Rudal tersebut dilengkapi dengan hulu ledak berdaya hancur sangat besar dan diklaim sebagai bagian dari pengembangan terbaru sistem persenjataan strategis Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menyasar beberapa target penting, termasuk kota Bir al-Sabe' dan Tel Aviv. Selain itu, infrastruktur yang berkaitan dengan Pangkalan Udara Al-Azraq, yang disebut sebagai salah satu basis ofensif terbesar yang digunakan oleh pesawat Amerika Serikat dalam operasi militer di kawasan, juga menjadi sasaran.
IRGC menyatakan bahwa skala serta kedalaman serangan Iran terhadap pihak yang dianggap sebagai musuh diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa jam maupun hari ke depan. Hal ini disebut sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Iran Tegaskan Kesiapan Melanjutkan Perang
Di tengah meningkatnya ketegangan, pejabat militer Iran memberikan sinyal kuat bahwa negara tersebut siap melanjutkan konflik. Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, menegaskan bahwa Iran tidak akan menghentikan operasi militernya hingga pihak yang dianggap sebagai musuh mengalami kekalahan.
Menurut Abdollahi, kemampuan persenjataan Iran saat ini telah berkembang jauh lebih canggih dibandingkan sebelumnya. Ia menekankan bahwa sistem rudal Iran memiliki tingkat presisi tinggi serta fleksibilitas dalam berbagai kondisi pertempuran.
“Iran akan melanjutkan perang sampai kita menaklukkan musuh dan membuat mereka menyesal,” tegasnya dalam pernyataan yang disampaikan kepada media.
Ia juga menanggapi klaim pihak lawan yang menyebut mengetahui jumlah persenjataan rudal Iran. Abdollahi menyatakan bahwa pihak lawan dipersilakan untuk terus menghitungnya langsung di medan perang.
Lebih lanjut, ia menilai Amerika Serikat dan Israel kerap melakukan kesalahan perhitungan dalam menilai kemampuan militer Iran. Menurutnya, Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa setiap agresi akan dibalas secara langsung melalui operasi militer.
Iran Klaim Kekuatan Militernya Meningkat
Abdollahi juga menyebut bahwa angkatan bersenjata Iran telah melakukan evaluasi serta perbaikan terhadap sejumlah kelemahan setelah agresi yang terjadi pada Juni lalu. Ia menegaskan bahwa kekuatan militer Iran kini berada dalam kondisi siap tempur dengan moral yang tinggi.
Ia mengatakan seluruh unsur militer Iran memiliki motivasi kuat untuk membalas kematian para komandan dan korban yang gugur dalam konflik tersebut.
Menurutnya, dukungan publik terhadap angkatan bersenjata juga terlihat dari berbagai aksi demonstrasi di berbagai kota Iran. Ia menyebut dukungan tersebut sebagai momentum bersejarah yang akan tercatat dalam perjalanan bangsa Iran.
“Ini adalah pemandangan yang akan tercatat dalam sejarah, dan kemenangan ini tentu saja milik Iran dan rakyatnya,” ujarnya.
Ia juga menuduh pihak lawan menargetkan warga sipil Iran, termasuk masyarakat yang berada di rumah serta para pelajar di sekolah. Sebagai balasan, Iran menyatakan akan menargetkan pusat militer, peralatan militer, serta fasilitas strategis yang dianggap berkaitan dengan operasi militer lawan.
Latar Belakang Konflik: Serangan AS dan Israel ke Iran
Ketegangan meningkat tajam sejak 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terkoordinasi ke sejumlah wilayah di Iran. Operasi tersebut berlangsung di tengah berlangsungnya perundingan mengenai program nuklir Iran.
Serangan gabungan itu menargetkan berbagai fasilitas militer, sistem rudal, serta struktur kepemimpinan Iran di sejumlah kota besar seperti Teheran, Isfahan, Qom, dan Karaj.
Laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa lebih dari 1.300 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan tersebut di berbagai wilayah Iran. Di antara target yang disebut dalam laporan juga termasuk pemimpin tertinggi Iran, Sayyed Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran segera melancarkan operasi balasan melalui Operasi True Promise 4. Dalam operasi tersebut, Iran menembakkan ratusan drone serta rudal balistik yang diarahkan ke wilayah yang dikuasai Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Serangan Iran juga dilaporkan menargetkan berbagai pangkalan militer sekutu di negara-negara seperti Bahrain, Qatar, Kuwait, Irak, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Hal ini menandai potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Gelombang 27: Kilang Minyak Haifa Jadi Sasaran
Sebelumnya, dalam gelombang ke-27 Operasi True Promise 4, IRGC mengumumkan bahwa Kilang Minyak Haifa menjadi salah satu target serangan menggunakan sistem rudal Kheibar Shekan.
Menurut pernyataan resmi IRGC, serangan tersebut merupakan respons langsung atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Kilang Minyak Teheran.
Operasi tersebut disebut sebagai operasi kompleks yang melibatkan kombinasi drone dan rudal yang diarahkan ke sejumlah target strategis militer Amerika Serikat dan Israel.
IRGC menjelaskan bahwa situs militer Israel di wilayah Haifa di Palestina utara yang diduduki menjadi sasaran sistem rudal Kheibar Shekan berbahan bakar padat yang mampu dipandu hingga saat benturan.
Selain itu, unit drone Iran juga dilaporkan menargetkan lokasi penempatan personel militer Amerika Serikat di area Marina, yang berada di dekat bangunan milik Warner Bros.
Dalam operasi yang sama, pasukan angkatan laut IRGC juga dilaporkan menembaki unit komando kapal tak berawak milik Armada Kelima Amerika Serikat serta gudang logistik militer di Bandar Salman.
IRGC juga menuduh Israel menggunakan penduduk di wilayah utara dan tengah Palestina yang diduduki sebagai perisai manusia untuk melindungi instalasi militer mereka dari serangan balasan Iran. (fntv)
Sumber: Kantor Berita Al Mayadeen

Posting Komentar untuk "Operasi True Promise 4 Gelombang 28: Iran Luncurkan Rudal Generasi Baru Kheibar ke Target Israel dan Basis Militer AS"