Mendagri dan Mensos Salurkan Bansos Rp878 Miliar untuk Pemulihan Pasca Bencana di Sumatera
JAKARTA, Framing NewsTV – Pemerintah resmi menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap pertama senilai Rp878.681.800.000 kepada masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Penyaluran bantuan ini dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.
“Bantuan ini baru tahap pertama, nanti ada gelombang berikutnya,” kata Tito usai menghadiri Khanduri Nuzulul Quran Aceh Ramadan Festival 2026 di kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu.
Jenis dan Rincian Bantuan Sosial
Bantuan sosial yang disalurkan terdiri dari tiga komponen utama:
- Bantuan Isian Hunian (BIH) – untuk mendukung perbaikan hunian masyarakat terdampak bencana.
- Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) – untuk mendorong pemulihan ekonomi keluarga penerima manfaat.
- Jaminan Hidup (Jadup) – untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan.
Secara keseluruhan, BIH dan BSSE diberikan kepada 67.886 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan rincian:
- BIH: Rp203.658.000.000
- BSSE: Rp339.430.000.000
Total anggaran kedua komponen ini mencapai Rp543.088.000.000.
Selain itu, Jadup disalurkan kepada 248.588 penerima manfaat (PM) senilai Rp450.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga total anggaran Rp335.593.800.000. Penyaluran seluruh bantuan dilakukan melalui PT Pos Indonesia.
Penyaluran di Aceh
Di Provinsi Aceh, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp450.765.150.000. Bantuan BIH dan BSSE diberikan kepada 35.085 KPM dengan rincian:
- BIH: Rp105.255.000.000
- BSSE: Rp175.425.000.000
Total BIH dan BSSE: Rp280.680.000.000
Sementara itu, Jadup diberikan kepada 125.989 penerima manfaat dengan total anggaran Rp170.085.150.000.
Tito menambahkan, “Rp400 miliar di antaranya adalah di Aceh, separuhnya Rp241 miliar itu di Pidie Jaya,” menekankan fokus pemerintah pada wilayah yang terdampak paling parah.
Penyaluran di Sumatera Utara (Sumut)
Untuk Provinsi Sumut, total bantuan mencapai Rp82.809.950.000. Rinciannya adalah:
- BIH: Rp11.028.000.000
- BSSE: Rp18.380.000.000 untuk 3.676 KPM, total Rp29.408.000.000
- Jadup: Rp53.401.950.000 untuk 39.557 penerima manfaat
Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendorong pemulihan sosial ekonomi pascabencana.
Penyaluran di Sumatera Barat (Sumbar)
Di Sumbar, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp43.440.100.000, dengan rincian:
- BIH: Rp10.617.000.000
- BSSE: Rp17.695.000.000 untuk 3.539 KPM, total Rp28.312.000.000
- Jadup: Rp15.128.100.000 untuk 11.206 penerima manfaat
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat terdampak sekaligus mendukung stabilisasi sosial ekonomi di wilayah yang mengalami bencana.
Penyaluran Tepat Sasaran dan Pemantauan
Pemerintah memastikan bahwa seluruh bantuan disalurkan secara tepat sasaran, berdasarkan data yang telah diverifikasi. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana sekaligus mengurangi risiko kesalahan distribusi bantuan.
Sebelumnya, Mendagri juga menekankan pentingnya bantuan ini saat menghadiri acara Penyerahan Santunan Ahli Waris untuk Korban Bencana Hidrometeorologi serta Sosialisasi Penambahan TKD Tahun 2026 untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar secara hybrid dari Gedung MTQ Pidie Jaya, Aceh, Jumat. (fntv)

Posting Komentar untuk "Mendagri dan Mensos Salurkan Bansos Rp878 Miliar untuk Pemulihan Pasca Bencana di Sumatera"