Petinggi Rusia Sebut AS Lakukan Kesalahan Besar Saat Bunuh Khamenei, Isyaratkan Risiko Perang Dunia
JAKARTA, Framing NewsTV — Mantan Presiden Rusia dan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, memperingatkan bahwa tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam operasi penggulingan rezim di negara lain bisa memicu Perang Dunia III. Peringatan itu muncul menyusul pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, oleh operasi militer gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Medvedev Sebut Serangan AS sebagai Kesalahan Besar
Dalam wawancara dengan TASS yang diterbitkan Senin (2/3/2026), Medvedev menegaskan bahwa pembunuhan Khamenei adalah “kesalahan besar” oleh AS yang meningkatkan risiko konflik nuklir global.
“Setelah kematiannya, tidak diragukan lagi bahwa Iran akan melipatgandakan upayanya untuk mengembangkan senjata nuklir,” ujarnya. Medvedev menekankan bahwa serangan terhadap Iran merupakan bagian dari perang yang lebih luas oleh AS dan sekutunya untuk mempertahankan dominasi global.
Mantan presiden Rusia juga memperingatkan bahwa jika Trump melanjutkan tindakan gilanya dalam perubahan rezim, peristiwa apa pun bisa memicu Perang Dunia III. “Secara teknis, tidak, tetapi jika Trump melanjutkan tindakan gilanya dalam perubahan rezim kriminal, itu pasti akan dimulai. Dan peristiwa apa pun bisa menjadi pemicunya. Apa pun,” tambahnya.
Iran Siap Perang Panjang
Menanggapi eskalasi militer, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa Iran siap untuk perang jangka panjang. Pernyataan ini disampaikan melalui akun X pribadinya pada Senin (2/3/2026).
“Iran, tidak seperti Amerika Serikat, telah mempersiapkan diri untuk perang jangka panjang. Kami tidak memulai konflik ini, tetapi siap membela diri dengan sengit apapun konsekuensinya,” tulis Larijani. Ia menambahkan bahwa negara itu akan membuat musuh-musuhnya menyesal atas miskalkulasi mereka.
Kronologi Serangan dan Balasan
Serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan Khamenei terjadi pada Sabtu (28/2/2026), menyasar beberapa wilayah di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan ini juga menewaskan sejumlah pejabat senior militer dan pemerintah Iran.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap fasilitas militer AS di beberapa negara Teluk Arab dan wilayah Israel, termasuk Tel Aviv. Operasi balasan ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap agresi yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi empat anggota militer AS tewas dalam serangan balasan Iran. Sebelumnya, hanya tiga korban yang dilaporkan, namun anggota keempat meninggal akibat luka serius yang dialami saat serangan awal. CENTCOM menyatakan, “Pada pukul 7:30 pagi ET (1130 GMT), 2 Maret, empat anggota militer AS telah tewas dalam pertempuran.”
Implikasi Konflik dan Risiko Global
Pernyataan Medvedev dan Larijani menyoroti eskalasi serius dalam ketegangan global. Rusia menegaskan bahwa AS cenderung takut terhadap kemampuan nuklir Rusia dan akan mempertimbangkan biaya konflik nuklir sebelum melakukan intervensi serupa.
Sementara itu, Iran menunjukkan kesiapan total dalam menghadapi serangan balasan dan memperkuat konsolidasi nasional untuk melawan tekanan eksternal. Konflik ini menandai periode ketidakstabilan yang signifikan di Timur Tengah, dengan potensi implikasi global yang luas terkait keamanan energi dan geopolitik. (fntv)

Posting Komentar untuk "Petinggi Rusia Sebut AS Lakukan Kesalahan Besar Saat Bunuh Khamenei, Isyaratkan Risiko Perang Dunia"