IRGC Tegaskan Musuh Iran Tak Akan Aman Setelah Khamenei Wafat

JAKARTA, Framing NewsTV — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), unit elit angkatan bersenjata Iran, menegaskan bahwa musuh-musuh negara itu tidak akan lagi merasa aman di mana pun setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Pernyataan Tegas IRGC
Dalam keterangan yang dikutip oleh ISNA, Senin (2/3/2026), IRGC menegaskan:
“Musuh harus tahu bahwa hari-hari bahagia mereka telah berakhir dan mereka tidak akan lagi aman di mana pun di dunia, bahkan di rumah mereka sendiri.”
IRGC juga menambahkan bahwa Iran akan terus melawan Israel dengan segenap kekuatan hingga mencapai kemenangan. Pernyataan ini menegaskan sikap militer Iran dalam menanggapi serangan yang menewaskan pejabat senior negara tersebut.
Serangan Gabungan AS-Israel dan Dampaknya
Serangan yang dilancarkan pada Sabtu (28/2/2026) menargetkan beberapa lokasi strategis, termasuk ibukota Teheran, menyebabkan kerusakan luas dan korban sipil. Selain wafatnya Ayatollah Khamenei, sejumlah pejabat senior pemerintah dan militer Iran juga menjadi korban.
Bulan Sabit Merah Iran melaporkan, jumlah korban tewas akibat serangan gabungan ini hingga Senin (2/3/2026) mencapai 555 orang. Kantor berita Fars News Agency menyebut serangan menargetkan 131 kawasan permukiman di seluruh negeri. Namun, jumlah korban luka belum dirinci lebih lanjut.
Sebelumnya, data korban yang diumumkan pada Sabtu mencatat 201 orang tewas dan 747 orang luka-luka, menunjukkan eskalasi korban dalam waktu singkat.
Balasan Iran dengan Drone dan Rudal
Sebagai tanggapan atas serangan gabungan tersebut, Teheran melancarkan serangan balasan yang menargetkan Israel, aset-aset Amerika Serikat, serta sejumlah negara di kawasan Teluk. Serangan balasan ini melibatkan penggunaan drone dan rudal, menegaskan kapasitas militer Iran dalam menghadapi tekanan eksternal.
Menurut IRGC, operasi balasan ini bertujuan untuk memberikan efek pencegah terhadap musuh dan mempertegas pesan bahwa agresi terhadap Iran akan selalu dibalas dengan tindakan setara.
Eskalasi Konflik di Kawasan Teluk
Kematian Khamenei dan serangan balasan Iran menandai eskalasi ketegangan yang signifikan di kawasan Timur Tengah. Konflik ini menimbulkan kekhawatiran internasional terkait stabilitas regional, keamanan jalur energi global, dan potensi konflik yang lebih luas antara kekuatan besar dunia.
Dengan meningkatnya korban sipil dan kerusakan infrastruktur, perhatian dunia kini tertuju pada upaya diplomasi dan kemungkinan intervensi internasional untuk mencegah konflik lebih lanjut. (fntv)
Posting Komentar untuk "IRGC Tegaskan Musuh Iran Tak Akan Aman Setelah Khamenei Wafat"