Kian Panas! Drone Iran Hantam Pangkalan Militer Inggris di Siprus

JAKARTA, Framing NewsTV – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Mediterania kian memanas setelah sebuah drone Iran dilaporkan jatuh di pangkalan militer Inggris di Siprus, Senin (2/3/2026). Insiden ini terjadi di tengah meluasnya konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang kini berdampak hingga ke wilayah Eropa Timur.
Presiden Siprus, Nikos Christodoulides, mengonfirmasi bahwa drone tersebut menghantam fasilitas militer Inggris di Akrotiri, sebuah pangkalan strategis yang selama ini menjadi titik penting operasi militer Inggris dan sekutunya.
Drone Shahed Jatuh di Akrotiri
Menurut Christodoulides, insiden terjadi beberapa menit setelah tengah malam waktu setempat.
“Beberapa menit setelah tengah malam (2200 GMT), sebuah kendaraan udara tak berawak Shahed jatuh ke fasilitas militer Pangkalan Inggris di Akrotiri, menyebabkan kerusakan material ringan,” ujar Christodoulides, seperti dilansir Agence France-Presse (AFP), Senin (2/3/2026).
Drone yang dimaksud adalah tipe Shahed, yang selama ini dikenal sebagai salah satu andalan Iran dalam operasi militer jarak jauh. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, kerusakan material tetap menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Siprus Tegaskan Tidak Terlibat Konflik
Dalam pernyataannya, Presiden Christodoulides menekankan bahwa Siprus tidak terlibat dalam konflik tersebut dan tidak berniat menjadi bagian dari operasi militer apa pun.
“Kita berada di wilayah dengan ketidakstabilan geopolitik yang khusus, dengan banyak tantangan dan masalah, yang sedang mengalami krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tanah air kita tidak berpartisipasi dengan cara apa pun dan tidak bermaksud untuk menjadi bagian dari operasi militer apa pun,” tegasnya.
Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran pemerintah Siprus atas potensi meluasnya konflik ke wilayahnya, mengingat posisi geografis negara itu yang strategis di persimpangan Eropa, Asia, dan Afrika.
Respons Kementerian Pertahanan Inggris
Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa pasukannya telah merespons dugaan serangan drone tersebut.
“Perlindungan pasukan kami di wilayah tersebut berada pada tingkat tertinggi dan pangkalan tersebut telah merespons untuk membela rakyat kami,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris dalam pernyataan resminya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Inggris meningkatkan status kewaspadaan di seluruh instalasi militernya di kawasan tersebut, seiring meningkatnya risiko serangan balasan dalam konflik regional yang kian kompleks.
Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan untuk Serangan Defensif
Sebelumnya, pemerintah Inggris mengumumkan telah memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya di Siprus guna melancarkan serangan yang disebut sebagai langkah “defensif”. Operasi tersebut diklaim bertujuan menghancurkan rudal Iran beserta peluncurnya.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa Inggris tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran.
“Saya tegaskan, Inggris tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan kami tidak akan bergabung dalam aksi ofensif sekarang,” ujar Starmer dalam unggahannya di platform X.
Namun, ia juga menambahkan bahwa Inggris tetap mendukung pertahanan kolektif sekutunya.
“Tetapi Iran sedang menjalankan strategi bumi hangus, jadi kami mendukung pertahanan diri kolektif sekutu dan rakyat kami di wilayah tersebut,” tulisnya.
Pernyataan ini menunjukkan posisi diplomatik Inggris yang berupaya menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap sekutu dan menghindari keterlibatan langsung dalam konflik terbuka.
Akrotiri, Pangkalan Strategis Inggris
Pangkalan militer Akrotiri terletak di semenanjung selatan Siprus dan selama ini menjadi salah satu fasilitas militer luar negeri paling penting bagi Inggris. Wilayah ini berstatus sebagai wilayah kedaulatan Inggris.
Akrotiri sebelumnya digunakan dalam berbagai operasi militer di Irak, Suriah, dan Yaman. Lokasinya yang strategis memungkinkan akses cepat ke kawasan Timur Tengah yang kerap dilanda konflik.
Meski pangkalan tersebut berada di bawah kedaulatan Inggris, secara geografis ia terletak di negara anggota Uni Eropa. Saat ini, Siprus bahkan memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa, sehingga insiden ini juga berpotensi berdampak pada dinamika politik di tingkat regional Eropa.
Konflik Meluas dan Risiko Eskalasi
Insiden jatuhnya drone Iran di pangkalan Inggris di Siprus menjadi sinyal kuat bahwa konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran telah melampaui batas-batas tradisional kawasan Timur Tengah.
Serangan terhadap fasilitas militer negara anggota NATO di wilayah Eropa Timur berpotensi memperluas spektrum konflik dan meningkatkan risiko keterlibatan lebih banyak negara.
Situasi ini menempatkan kawasan Mediterania Timur dalam posisi rawan, dengan ketegangan geopolitik yang semakin tajam dan potensi eskalasi yang sulit diprediksi dalam waktu dekat. (fntv)
Posting Komentar untuk "Kian Panas! Drone Iran Hantam Pangkalan Militer Inggris di Siprus"