Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

IRGC Ancam Hentikan Ekspor Minyak Kawasan Jika Serangan AS–Israel ke Iran Terus Berlanjut

JAKARTA, Framing NewsTV – Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperingatkan bahwa Iran dapat mengambil langkah drastis dengan menghentikan ekspor minyak dari kawasan jika serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah serta infrastruktur Iran terus berlanjut.

Peringatan tersebut disampaikan ketika konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah memasuki hari ke-10. IRGC menilai eskalasi militer yang berlangsung saat ini berpotensi memicu dampak besar terhadap stabilitas energi global.

IRGC Kritik Pernyataan Donald Trump

Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naeini, menuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan yang menyesatkan terkait situasi militer di kawasan.

Menurutnya, Trump secara keliru mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah melemah, sementara di lapangan situasi justru berbeda.

Naeini mengatakan bahwa pernyataan tersebut bertujuan untuk meredakan tekanan politik dan psikologis yang dihadapi pemerintah Amerika Serikat akibat konflik yang sedang berlangsung.

Ia juga menilai klaim mengenai kondisi stabil bagi militer Amerika di kawasan tidak mencerminkan realitas yang terjadi di lapangan.

Klaim Penarikan Pasukan AS dari Zona Bahaya

Dalam pernyataannya, Naeini mengeklaim bahwa sejumlah aset militer Amerika Serikat telah mundur dari wilayah yang berada dalam jangkauan serangan Iran.

Menurutnya, kapal perang dan jet tempur Amerika disebut telah menjauh lebih dari 1.000 kilometer dari area yang berpotensi menjadi target serangan rudal dan drone Iran.

Ia juga menyebutkan bahwa beberapa personel militer Amerika dilaporkan meninggalkan pangkalan mereka dan mencari perlindungan di berbagai lokasi di kawasan tersebut.

Namun klaim ini tidak dapat diverifikasi secara independen.

Iran Klaim Kekuatan Rudalnya Semakin Besar

Naeini juga membantah pernyataan yang menyebutkan bahwa kemampuan rudal Iran telah menurun sejak konflik dimulai.

Menurutnya, sistem persenjataan Iran justru semakin kuat dengan penggunaan rudal yang membawa hulu ledak lebih besar, bahkan disebut melebihi satu ton.

Ia menegaskan bahwa rudal tersebut diarahkan ke berbagai target militer yang berkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu, kondisi keamanan di wilayah Israel disebut masih berada dalam status siaga tinggi, dengan sebagian warga sipil berlindung di bunker.

Ancaman Penghentian Ekspor Minyak

Salah satu pernyataan paling tegas dari IRGC adalah ancaman untuk menghentikan ekspor minyak dari kawasan jika serangan terhadap Iran tidak dihentikan.

Menurut Naeini, Angkatan Bersenjata Iran tidak akan mengizinkan “satu liter pun minyak” diekspor dari kawasan hingga agresi militer terhadap Iran berakhir.

Ancaman ini memiliki implikasi besar terhadap pasar energi global karena kawasan Teluk merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi minyak terbesar di dunia.

Jalur pelayaran utama seperti Selat Hormuz menjadi rute vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak global.

Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi di pasar internasional.

Tuduhan terhadap Strategi Politik Washington

Naeini juga menuduh Trump mencoba memengaruhi opini publik Amerika dengan mengklaim keberhasilan operasi militer yang menurutnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Ia mengatakan bahwa perang tersebut dimulai dengan narasi yang tidak sepenuhnya transparan kepada masyarakat Amerika.

Selain itu, Naeini menilai bahwa pemerintah Amerika Serikat berusaha mengendalikan dampak ekonomi dari konflik, termasuk lonjakan harga minyak yang terjadi sejak eskalasi militer dimulai.

Menurutnya, dalam beberapa hari pertama konflik, harga minyak global mengalami peningkatan tajam yang hampir mendekati dua kali lipat.

Iran Klaim Hancurkan Sistem Militer AS

Dalam pernyataan yang sama, Naeini juga mengklaim bahwa sejumlah sistem militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia telah mengalami kerusakan atau kehancuran.

Ia menyebut hampir 10 radar canggih Amerika telah dihancurkan serta sejumlah drone militer mahal berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Iran siap meningkatkan eskalasi konflik jika situasi terus memburuk.

Menurutnya, masa depan konflik dan kondisi keamanan di kawasan kini berada di tangan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.

Ketegangan di Selat Hormuz

IRGC juga menyatakan bahwa mereka memantau pergerakan armada angkatan laut Amerika Serikat di kawasan strategis.

Salah satu fokus perhatian Iran adalah aktivitas militer di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi perdagangan energi global.

Naeini mengatakan bahwa Iran juga mengantisipasi kemungkinan kedatangan kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R. Ford ke kawasan tersebut.

Menurutnya, Iran memiliki kemampuan untuk menentukan dinamika konflik di wilayah tersebut dan memegang kendali atas bagaimana perang akan berakhir.

Pernyataan keras dari IRGC ini menambah ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama ketika konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus berkembang dengan implikasi besar terhadap stabilitas energi global dan keamanan kawasan. (fntv)

Sumber: Kantor Berita Tasnim News Agency

Posting Komentar untuk "IRGC Ancam Hentikan Ekspor Minyak Kawasan Jika Serangan AS–Israel ke Iran Terus Berlanjut"