Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentagon Habiskan $5,6 Miliar Amunisi dalam 48 Jam Perang Iran, Kongres Khawatir Stok Senjata AS Menipis

JAKARTA, Framing NewsTV – Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah menghabiskan sekitar $5,6 miliar untuk amunisi hanya dalam 48 jam pertama operasi militer melawan Iran. Angka yang disampaikan oleh United States Department of Defense atau Pentagon tersebut memicu kekhawatiran di kalangan anggota Kongres mengenai kemungkinan menipisnya persediaan senjata canggih milik militer Amerika.

Perkiraan biaya tersebut disampaikan kepada Kongres pada awal pekan ini dan menggambarkan betapa besarnya pengeluaran militer dalam tahap awal konflik yang masih terus berlangsung.

Pentagon Habiskan Amunisi Bernilai Miliaran Dolar

Menurut tiga pejabat Amerika Serikat yang mengetahui laporan tersebut, Pentagon menggunakan amunisi bernilai sekitar $5,6 miliar hanya dalam dua hari pertama konflik.

Penggunaan senjata dalam skala besar ini menunjukkan intensitas operasi militer yang dilakukan Washington sejak dimulainya serangan terhadap Iran.

Selain itu, angka tersebut juga memperkuat kekhawatiran sejumlah anggota parlemen bahwa perang berpotensi dengan cepat menguras stok senjata canggih Amerika yang selama ini diproduksi dalam jumlah terbatas.

Kekhawatiran Kongres terhadap Kesiapan Militer

Laporan tersebut juga memunculkan pertanyaan baru mengenai kesiapan militer Amerika Serikat jika konflik berlangsung dalam jangka panjang.

Beberapa anggota Kongres sebelumnya telah memperingatkan bahwa operasi militer skala besar di Iran berisiko menguras persediaan senjata strategis Amerika.

Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa pemerintah tetap melanjutkan operasi militer meskipun terdapat kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesiapan militer jangka panjang.

Pemerintah Siapkan Permintaan Anggaran Baru

Seiring meningkatnya biaya operasi militer, pemerintah diperkirakan akan mengajukan permintaan anggaran pertahanan tambahan kepada Kongres dalam waktu dekat.

Para pejabat mengatakan bahwa permintaan tersebut berpotensi mencapai puluhan miliar dolar untuk mendukung operasi militer yang sedang berlangsung.

Dana tambahan itu akan digunakan untuk mengganti amunisi yang telah digunakan sekaligus memastikan ketersediaan senjata bagi operasi militer berikutnya.

Namun, langkah ini diperkirakan akan menghadapi tantangan politik di Kongres, terutama dari anggota Partai Demokrat yang sebelumnya berusaha membatasi eskalasi militer terhadap Iran.

Pentagon Pastikan Persediaan Tetap Aman

Menanggapi kekhawatiran mengenai kondisi persediaan senjata, juru bicara utama Pentagon Sean Parnell menegaskan bahwa Departemen Pertahanan masih memiliki kemampuan penuh untuk menjalankan operasi militer.

Dalam pernyataannya kepada media The Washington Post, ia menyatakan bahwa militer Amerika memiliki semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan misi yang diperintahkan oleh presiden.

Menurut Parnell, kemampuan operasional militer tidak terganggu meskipun penggunaan amunisi dalam konflik berlangsung sangat intens.

Ratusan Senjata Presisi Digunakan

Laporan sebelumnya dari The Washington Post juga mengungkap bahwa militer Amerika Serikat telah menggunakan ratusan senjata presisi sejak konflik dimulai.

Operasi militer tersebut dimulai ketika Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Israel, melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Senjata yang digunakan dalam operasi tersebut mencakup berbagai sistem persenjataan canggih, termasuk pencegat pertahanan udara serta rudal jelajah jarak jauh seperti Tomahawk.

Penggunaan senjata presisi ini memungkinkan militer menargetkan fasilitas strategis dengan akurasi tinggi, namun juga menimbulkan biaya operasional yang sangat besar.

Analis: Strategi Senjata Jarak Jauh Bisa Kurangi Biaya

Sejumlah analis pertahanan menilai bahwa penggunaan amunisi jarak jauh yang lebih sederhana dapat membantu menekan biaya operasi militer.

Analis pertahanan dari Center for Strategic and International Studies, Mark Cancian, mengatakan bahwa beralih ke sistem persenjataan jarak jauh yang lebih murah dapat secara signifikan menurunkan biaya per serangan.

Menurutnya, beberapa jenis amunisi presisi dapat menelan biaya jutaan dolar per unit, sementara alternatif lain dapat digunakan dengan biaya kurang dari $100.000 dalam beberapa kondisi operasional.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa strategi penggunaan senjata dapat memainkan peran penting dalam menentukan biaya keseluruhan konflik jika perang berlangsung dalam waktu yang lebih lama. (fntv)

Sumber: Kantor Berita Al Mayadeen

Posting Komentar untuk "Pentagon Habiskan $5,6 Miliar Amunisi dalam 48 Jam Perang Iran, Kongres Khawatir Stok Senjata AS Menipis"