Iran Luncurkan Rudal Qadr Berhulu Ledak Klaster ke Israel, Gelombang Serangan ke-28 Picu Alarm di Wilayah Pendudukan
JAKARTA, Framing NewsTV – Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah yang dikuasai Israel dalam gelombang ke-28 operasi balasan militernya. Serangan yang terjadi pada Minggu malam tersebut disebut sebagai salah satu yang paling intens sejak konflik memanas, dengan penggunaan rudal balistik jarak menengah seperti Qadr missile yang dilaporkan membawa hulu ledak klaster.
Laporan yang beredar di berbagai saluran media dan platform komunikasi Israel menunjukkan bahwa serangan tersebut memicu respons darurat besar-besaran dari tim penyelamat dan layanan keamanan di sejumlah wilayah yang terkena dampak.
Gelombang Serangan Rudal ke-28 Iran
Serangan terbaru ini merupakan bagian dari rangkaian operasi balasan Iran yang terus berlangsung sejak konflik meningkat pada akhir Februari.
Dalam gelombang ke-28 tersebut, sejumlah laporan menyebutkan bahwa setidaknya 14 peluncuran rudal terlihat dalam gambar dan rekaman yang beredar. Jika angka tersebut dijadikan acuan, diperkirakan jumlah rudal yang sebenarnya diluncurkan kemungkinan melebihi 20 unit.
Tren ini menunjukkan bahwa intensitas serangan Iran tidak mengalami penurunan. Sebaliknya, jumlah rudal yang diluncurkan dalam satu gelombang justru cenderung meningkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Serangan-serangan tersebut dilaporkan menargetkan berbagai lokasi strategis di wilayah yang dikuasai Israel serta beberapa fasilitas militer yang terkait dengan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Penggunaan Rudal Qadr dengan Hulu Ledak Klaster
Salah satu aspek yang paling menarik perhatian dalam serangan ini adalah jenis persenjataan yang digunakan.
Laporan menyebutkan bahwa Iran menggunakan rudal Qadr yang dilengkapi hulu ledak klaster. Jenis hulu ledak ini memiliki kemampuan untuk melepaskan sejumlah submunisi yang dapat menyebar di area yang lebih luas setelah mencapai target.
Meskipun penggunaan hulu ledak klaster dalam konflik bukanlah sesuatu yang sepenuhnya baru, penerapannya pada rudal Qadr tergolong jarang terjadi.
Sebelumnya, laporan mengenai penggunaan hulu ledak jenis ini lebih sering dikaitkan dengan rudal balistik lain milik Iran seperti Khaybar missile dan Khorramshahr missile.
Rudal Emad dengan Hulu Ledak Berat
Selain rudal Qadr, Iran juga dilaporkan menggunakan rudal jenis lain dalam gelombang serangan tersebut.
Salah satunya adalah Emad missile yang disebut membawa hulu ledak berat sekitar 1 ton.
Rudal Emad merupakan salah satu sistem rudal balistik jarak menengah yang dikembangkan Iran dengan kemampuan manuver lebih baik pada tahap akhir penerbangan, sehingga meningkatkan akurasi terhadap target.
Penggunaan kombinasi berbagai jenis rudal ini menunjukkan strategi Iran untuk meningkatkan tekanan militer terhadap target-target yang dianggap strategis.
Respons Darurat di Israel
Menurut laporan dari berbagai kanal media Israel, serangan tersebut memicu aktivitas penyelamatan dan respons darurat dalam skala besar.
Tim penyelamat dan petugas keamanan dilaporkan bekerja sepanjang malam untuk menangani dampak serangan, termasuk kerusakan infrastruktur serta potensi korban.
Di sejumlah wilayah, sirene peringatan udara dilaporkan berbunyi berulang kali, memaksa warga sipil untuk berlindung di bunker dan ruang perlindungan.
Situasi ini menambah ketegangan di wilayah yang sejak beberapa pekan terakhir terus berada dalam kondisi siaga tinggi.
Latar Belakang Eskalasi Konflik
Eskalasi konflik ini bermula setelah operasi militer besar yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut terjadi setelah terbunuhnya Pemimpin Revolusi Islam Iran Ali Khamenei bersama sejumlah komandan militer senior serta warga sipil dalam serangan yang memicu reaksi keras dari Teheran.
Operasi militer tersebut mencakup serangan udara skala besar yang menargetkan berbagai fasilitas militer dan infrastruktur penting di seluruh Iran.
Serangan itu juga dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah lokasi strategis serta menimbulkan korban jiwa.
Operasi Balasan Iran Terus Berlanjut
Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan operasi balasan yang dilakukan secara bertahap melalui serangkaian gelombang serangan rudal dan drone.
Target operasi ini mencakup berbagai posisi militer Amerika Serikat serta fasilitas yang terkait dengan Israel di wilayah yang diduduki dan pangkalan regional.
Serangan yang terus berlanjut menunjukkan bahwa konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih berada pada fase eskalasi yang tinggi.
Para analis menilai bahwa penggunaan berbagai jenis rudal balistik dalam gelombang serangan terbaru mencerminkan upaya Iran untuk mempertahankan tekanan militer sekaligus menunjukkan kemampuan persenjataan strategisnya di tengah konflik yang semakin kompleks di kawasan Timur Tengah. (fntv)
Sumber: Kantor Berita Tasnim News Agency

Posting Komentar untuk "Iran Luncurkan Rudal Qadr Berhulu Ledak Klaster ke Israel, Gelombang Serangan ke-28 Picu Alarm di Wilayah Pendudukan"