Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

IRGC Klaim Hancurkan Pusat Komunikasi Satelit Ha’ela Israel di Sdot Micha

JAKARTA, Framing NewsTV – Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menghancurkan sebuah pusat komunikasi satelit milik Israel yang berada di wilayah selatan Tel Aviv, tepatnya di kawasan militer Sdot Micha. Fasilitas tersebut disebut sebagai salah satu infrastruktur penting yang digunakan untuk mendukung jaringan komunikasi dan kendali satelit bagi pesawat tempur Israel.

Pernyataan ini disampaikan oleh kantor hubungan masyarakat IRGC yang menjelaskan bahwa fasilitas komunikasi tersebut menjadi target dalam sebuah operasi khusus yang dilakukan oleh unit udara Iran.

Drone Digunakan dalam Operasi Khusus

Menurut keterangan resmi IRGC, penghancuran pusat komunikasi tersebut dilakukan menggunakan drone yang diluncurkan oleh Angkatan Udara IRGC.

Serangan tersebut disebut menargetkan langsung pusat komunikasi satelit Ha’ela yang diduga berperan penting dalam sistem komando dan kontrol bagi operasi udara Israel.

IRGC menyatakan bahwa fasilitas tersebut berfungsi sebagai infrastruktur utama yang mendukung jaringan komunikasi satelit bagi jet tempur Israel yang beroperasi dari pangkalan udara di kawasan tersebut.

Dengan dihancurkannya fasilitas itu, Iran mengklaim bahwa kemampuan komunikasi militer Israel di wilayah tersebut mengalami gangguan signifikan.

Infrastruktur Penting bagi Operasi Jet Tempur Israel

Pusat komunikasi satelit yang disebut Ha’ela dilaporkan merupakan salah satu fasilitas yang digunakan untuk menghubungkan jaringan satelit militer dengan sistem kendali pesawat tempur.

Fasilitas semacam ini biasanya berperan dalam pengelolaan komunikasi strategis antara pusat komando militer dengan pesawat tempur yang sedang menjalankan operasi udara.

IRGC menegaskan bahwa fasilitas tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi bagian dari jaringan komunikasi yang mendukung operasi udara Israel.

Serangan terhadap infrastruktur komunikasi militer seperti ini dinilai dapat berdampak langsung pada kemampuan koordinasi operasional di medan perang.

Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Serangan yang diklaim oleh IRGC ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Eskalasi konflik tersebut bermula setelah operasi militer besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan udara tersebut menargetkan berbagai fasilitas militer dan infrastruktur penting di sejumlah wilayah Iran.

Operasi militer tersebut juga dilaporkan menyebabkan kerusakan luas serta menimbulkan korban jiwa di berbagai lokasi yang menjadi sasaran serangan.

Latar Belakang Serangan dan Ketegangan Regional

Menurut berbagai laporan, kampanye militer tersebut diluncurkan setelah terbunuhnya Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil dalam serangan yang memicu reaksi keras dari Teheran.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Serangan udara yang dilakukan terhadap Iran mencakup berbagai target militer maupun fasilitas yang dianggap memiliki nilai strategis.

Kerusakan infrastruktur dan meningkatnya korban sipil memperburuk situasi keamanan regional dan memicu kekhawatiran internasional mengenai potensi konflik yang lebih luas.

Operasi Balasan Iran Terus Berlanjut

Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan serangkaian operasi balasan terhadap berbagai target yang berkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Operasi tersebut dilakukan melalui gelombang serangan rudal dan drone yang diarahkan ke berbagai posisi militer di wilayah yang dikuasai Israel serta pangkalan militer regional yang digunakan oleh pasukan Amerika.

Serangan terhadap pusat komunikasi satelit di Sdot Micha menjadi salah satu operasi terbaru yang diklaim oleh IRGC dalam rangkaian operasi balasan tersebut.

Ketegangan yang terus meningkat ini menunjukkan bahwa konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih berada dalam fase yang sangat sensitif, dengan potensi dampak yang luas terhadap stabilitas keamanan dan geopolitik di kawasan Timur Tengah. (fntv)

Sumber: Kantor Berita Tasnim News Agency

Posting Komentar untuk "IRGC Klaim Hancurkan Pusat Komunikasi Satelit Ha’ela Israel di Sdot Micha "