Ancaman Keras Iran kepada Trump: Ali Larijani Tegaskan “Kami tak akan Membiarkan Trump Pergi, Ia Harus Membayarnya”
JAKARTA, Framing NewsTV – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah seorang pemimpin senior Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden AS Donald Trump menyusul gelombang serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak akan membiarkan Trump lolos dari tanggung jawab atas serangan tersebut. Menurutnya, konflik yang meletus sejak akhir Februari telah membawa dampak besar bagi Iran, termasuk jatuhnya ribuan korban jiwa serta kerusakan besar di berbagai wilayah negara itu.
Larijani menyatakan bahwa tindakan militer Washington dan sekutunya merupakan pelanggaran serius yang tidak akan dibiarkan begitu saja oleh Teheran. Ia menegaskan bahwa Iran akan terus melakukan perlawanan sampai pihak yang dianggap sebagai agresor dimintai pertanggungjawaban.
Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Picu Kemarahan
Pernyataan keras tersebut muncul setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.
Serangan itu disebut menjadi titik balik yang mendorong konflik berkembang menjadi perang terbuka di kawasan Timur Tengah. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa selain menewaskan Khamenei, operasi militer tersebut juga menewaskan banyak pejabat militer Iran serta ribuan warga sipil.
Kematian Khamenei memicu kemarahan besar di dalam negeri Iran. Pemerintah Iran menyatakan bahwa darah pemimpin mereka tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Dalam pernyataannya, Larijani bahkan menegaskan bahwa konflik ini bukan persoalan sederhana, melainkan peristiwa besar yang menurutnya akan membawa konsekuensi serius bagi Amerika Serikat.
“Trump Harus Membayar”
Dalam pernyataan yang dikutip berbagai media internasional, Larijani menyampaikan pesan yang sangat tegas kepada presiden Amerika Serikat tersebut.
Ia mengatakan bahwa Iran tidak akan membiarkan Trump keluar begitu saja dari konflik ini.
Menurut Larijani, Trump harus membayar harga atas apa yang disebutnya sebagai pembunuhan terhadap pemimpin Iran dan warga negaranya. Ia menegaskan bahwa Iran akan terus melakukan balasan sampai keadilan menurut versi mereka tercapai.
Pernyataan itu juga dipublikasikan melalui media sosial X, di mana Larijani menegaskan bahwa Iran tidak akan menghentikan upaya pembalasan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Iran Sebut Trump Salah Perhitungan
Selain mengeluarkan ancaman keras, Larijani juga menilai bahwa Trump telah melakukan kesalahan perhitungan besar dalam mengambil keputusan menyerang Iran.
Menurutnya, presiden Amerika Serikat itu mengira operasi militer terhadap Iran dapat berjalan seperti strategi yang sebelumnya dilakukan Washington di negara lain, termasuk di Venezuela.
Namun Larijani menegaskan bahwa Iran bukanlah negara yang mudah ditekan atau dikalahkan melalui operasi militer cepat.
Ia bahkan menyebut bahwa langkah Washington justru membuat Amerika Serikat terjebak dalam kebuntuan strategis yang diciptakannya sendiri.
“Amerika Serikat sekarang terjebak dalam kesalahan perhitungannya sendiri,” kata Larijani.
Klaim Penangkapan Tentara AS
Dalam unggahan lain di media sosial, Larijani juga mengklaim bahwa sejumlah tentara Amerika Serikat telah ditangkap oleh pasukan Iran selama konflik berlangsung.
Namun pihak militer Amerika Serikat memberikan pernyataan berbeda. Washington menyebut bahwa beberapa tentara yang dilaporkan hilang sebenarnya telah tewas dalam operasi militer.
Perbedaan klaim tersebut memperlihatkan bagaimana perang informasi juga berlangsung di tengah konflik militer yang semakin memanas.
Larijani menyatakan bahwa fakta sebenarnya tidak akan dapat disembunyikan terlalu lama.
“Meski upaya mereka sia-sia, kebenaran bukanlah sesuatu yang dapat mereka sembunyikan terlalu lama,” tulisnya.
Ancaman Eskalasi Konflik Timur Tengah
Peringatan keras dari Larijani menunjukkan bahwa konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih jauh dari kata mereda.
Sejumlah analis menilai bahwa pernyataan tersebut mencerminkan tekad Iran untuk terus melakukan perlawanan dan membalas serangan yang telah menewaskan pemimpin tertinggi mereka.
Situasi ini juga meningkatkan kekhawatiran bahwa perang dapat meluas menjadi konflik regional yang melibatkan lebih banyak negara di Timur Tengah.
Dengan meningkatnya serangan balasan, ancaman terhadap pangkalan militer, jalur energi global, serta stabilitas kawasan pun semakin besar.
Hingga kini komunitas internasional masih terus memantau perkembangan konflik tersebut, sementara berbagai pihak menyerukan agar eskalasi militer segera dihentikan melalui jalur diplomasi. (fntv)
Sumber: CNN, New York Post dan Reuters

Posting Komentar untuk "Ancaman Keras Iran kepada Trump: Ali Larijani Tegaskan “Kami tak akan Membiarkan Trump Pergi, Ia Harus Membayarnya”"