Trump Usul Anggaran Militer AS Rp25.194 Triliun: Klaim Dunia Masuk Masa-Masa yang Sangat Berbahaya
JAKARTA, Framing NewsTV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan lonjakan besar anggaran militer Amerika Serikat hingga USD1,5 triliun atau setara Rp25.194 triliun untuk tahun fiskal 2027. Usulan tersebut ia sampaikan pada Rabu, 8 Januari 2026, dengan alasan bahwa Amerika dan dunia sedang berada dalam kondisi global yang ia sebut sebagai “masa-masa yang sangat sulit dan berbahaya.”
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social, sebagaimana dilaporkan Associated Press (AP) dan dikutip oleh sejumlah media internasional. Trump menilai peningkatan anggaran pertahanan menjadi keharusan mutlak untuk menjaga dominasi dan keamanan nasional Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
“Demi kebaikan negara kita, terutama di masa-masa yang sangat sulit dan berbahaya ini, anggaran militer kita untuk tahun 2027 seharusnya bukan USD1 triliun, tetapi USD1,5 triliun,” tulis Trump dalam unggahannya, dikutip Associated Press, Kamis (8/1/2026).
Trump menegaskan, tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun apa yang ia sebut sebagai “Dream Military” atau militer impian Amerika Serikat, yang menurutnya mampu menghadapi ancaman dari musuh mana pun, baik militer, ekonomi, maupun politik.
“Ini akan memungkinkan kita membangun Militer Impian yang telah lama menjadi hak kita dan yang terpenting, membuat kita aman dan terlindungi, terlepas dari siapa pun musuh kita,” lanjut Trump, seperti dilaporkan AP.
Usulan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Trump memerintahkan operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Operasi tersebut menuai kecaman luas dari komunitas internasional karena dinilai melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara lain. Laporan mengenai operasi ini disorot oleh Reuters dan The New York Times.
Selain Venezuela, Trump juga memicu kontroversi dengan menyampaikan keinginannya untuk mengambil alih Greenland dari Denmark dengan dalih kepentingan keamanan nasional. Ia bahkan mengisyaratkan keterbukaan terhadap kemungkinan operasi militer di Kolombia, serta mengeluarkan pernyataan keras terhadap Kuba, yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, menurut laporan Reuters, Kamis (8/1/2026).
Sebagai perbandingan, anggaran militer Amerika Serikat untuk tahun 2026 sebelumnya telah ditetapkan sebesar USD901 miliar. Kenaikan menjadi USD1,5 triliun berarti lonjakan lebih dari 50 persen, sebuah angka yang dinilai ekstrem oleh banyak pengamat fiskal dan pertahanan.
Trump mengklaim peningkatan belanja militer tersebut dapat dibiayai dari meningkatnya pendapatan negara, terutama melalui kebijakan tarif impor yang kembali ia terapkan sejak menjabat. Namun, analis ekonomi yang dikutip Reuters menilai kebijakan tersebut berpotensi memperlebar defisit anggaran Amerika Serikat.
Menurut analis Moody’s Ratings, rencana anggaran pertahanan sebesar USD1,5 triliun berisiko menekan stabilitas fiskal AS dalam jangka menengah, meskipun dapat memberikan stimulus jangka pendek bagi industri pertahanan dan lapangan kerja.
Usulan Trump ini diperkirakan akan memicu perdebatan sengit di Kongres AS, terutama terkait prioritas anggaran, defisit fiskal, dan dampak geopolitik dari kebijakan luar negeri yang semakin agresif. Hingga kini, Gedung Putih belum merilis rincian resmi pos belanja dari usulan anggaran militer tersebut. (fntv)

Posting Komentar untuk "Trump Usul Anggaran Militer AS Rp25.194 Triliun: Klaim Dunia Masuk Masa-Masa yang Sangat Berbahaya"