Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tim SAR Gabungan Temukan Barang Korban dan Bagian Pesawat di Lokasi Jatuhnya ATR 42-500

JAKARTA, Framing NewsTV — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di wilayah Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, terus berlanjut hingga hari ketiga, Sabtu, 18 Januari 20. Tim SAR gabungan melaporkan temuan penting berupa sejumlah barang milik korban serta beberapa bagian pesawat di area pencarian yang berada di medan ekstrem pegunungan.

Memasuki hari ketiga operasi, fokus pencarian diarahkan pada penyisiran jalur darat yang berada di antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian. Area ini dinilai krusial karena memiliki kontur curam dan vegetasi rapat yang berpotensi menjadi lokasi jatuhnya bagian utama pesawat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa hasil penyisiran intensif mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

Menurut Arif, tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga kuat milik para korban. Barang-barang tersebut ditemukan tersebar di beberapa titik sepanjang jalur ekstrem yang disisir oleh tim darat.

“Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, mulai dari dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik,” ujar Muhammad Arif Anwar dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa temuan ini menjadi indikator penting bahwa tim pencari telah berada di area yang sangat dekat dengan titik-titik krusial kecelakaan.

Selain barang pribadi korban, tim SAR juga menemukan sejumlah bagian pesawat yang diyakini berasal dari ATR 42-500. Bagian tersebut antara lain berupa pelampung dan fire signal yang berada di sekitar area kepala pesawat.

“Selain barang milik korban, juga ditemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pelampung dan fire signal di sekitar bagian kepala pesawat,” jelas Arif.

Seluruh temuan tersebut langsung diamankan diketahui, didata secara rinci, serta ditandai titik koordinatnya sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) Basarnas.

Arif mengakui bahwa kondisi medan di lokasi kejadian menjadi tantangan besar bagi tim SAR gabungan. Kontur tebing yang curam, jalur sempit, serta risiko longsor membuat proses pencarian harus dilakukan dengan teknik khusus.

“Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur,” tambahnya.

Kondisi tersebut menyebabkan pergerakan tim darat berlangsung lambat, namun tetap mengutamakan aspek keselamatan seluruh personel yang terlibat.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terus bekerja di tengah keterbatasan dan tantangan alam yang berat.

“Penemuan barang-barang milik korban dan bagian dari pesawat menunjukkan bahwa tim SAR gabungan sudah berada sangat dekat dengan titik-titik krusial. Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh unsur di lapangan,” tegas Mohammad Syafii.

Ia menilai sinergi antara tim darat, tim udara, serta unsur pendukung lainnya menjadi kunci utama dalam setiap perkembangan positif operasi SAR.

Mohammad Syafii juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah pegunungan Maros–Pangkep masih menjadi faktor penghambat utama. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat kerap membatasi jarak pandang dan mobilitas tim.

“Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat masih menjadi tantangan, baik untuk pergerakan darat maupun dukungan udara,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh operasi tetap berjalan dengan perencanaan matang dan evaluasi berkala.

Basarnas menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dilanjutkan secara profesional, terukur, dan berorientasi pada keselamatan personel. Setiap langkah pencarian akan disesuaikan dengan dinamika cuaca dan kondisi lapangan.

“Meski menghadapi tantangan besar, tim SAR gabungan tetap bekerja secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel. Operasi ini akan terus dilanjutkan hingga seluruh proses pencarian dan evakuasi dapat diselesaikan,” jelas Mohammad Syafii.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab maupun kondisi kecelakaan, serta mempercayakan sepenuhnya proses pencarian kepada tim SAR gabungan. Basarnas memastikan bahwa setiap perkembangan resmi akan disampaikan secara terbuka kepada publik. (fntv)

Posting Komentar untuk "Tim SAR Gabungan Temukan Barang Korban dan Bagian Pesawat di Lokasi Jatuhnya ATR 42-500"