Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rusia Uji Rudal Hipersonik Oreshnik ke Kyiv, Ukraina Sebut Ancaman Serius bagi Keamanan Eropa

JAKARTA, Framing NewsTV - Rusia kembali meningkatkan eskalasi perang dengan Ukraina setelah dilaporkan melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal hipersonik Oreshnik ke ibu kota Kyiv pada Kamis malam (8/1/2026). Serangan tersebut disebut sebagai salah satu penggunaan senjata tercanggih Moskow dan menandai pengerahan pertama Oreshnik dalam lebih dari setahun terakhir.

Rudal hipersonik Oreshnik dikenal sebagai sistem persenjataan jarak menengah yang mampu membawa beberapa hulu ledak, baik bermuatan bahan peledak konvensional maupun nuklir, serta bergerak dengan kecepatan ekstrem sehingga sulit dicegat sistem pertahanan udara.

Kementerian Pertahanan Rusia Akui Gunakan Oreshnik

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi serangan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari operasi militer presisi tinggi.

“Angkatan Bersenjata Rusia melancarkan serangan besar-besaran dengan senjata jarak jauh berbasis darat dan laut berpresisi tinggi, termasuk sistem rudal darat jarak menengah bergerak Oreshnik,” ujar Kementerian Pertahanan Rusia, Jumat, seperti dikutip CNN.

Meski demikian, pihak Moskow tidak mengungkapkan secara rinci lokasi pasti sasaran hantaman rudal tersebut.

Ukraina: Rudal Melaju 13.000 Kilometer per Jam

Pihak berwenang Ukraina melaporkan bahwa serangan rudal balistik Rusia menyasar fasilitas infrastruktur penting, tidak hanya di Kyiv, tetapi juga di wilayah barat Ukraina, termasuk kota Lviv.

Komando Udara “Barat” Angkatan Udara Ukraina menyebut rudal tersebut melaju dengan kecepatan luar biasa.

“(Rudal itu) bergerak dengan kecepatan sekitar 13.000 kilometer per jam di sepanjang lintasan balistik,” demikian pernyataan Komando Udara Angkatan Bersenjata Ukraina.

Militer Ukraina menegaskan bahwa jenis rudal akan dipastikan setelah proses identifikasi dan pemeriksaan terhadap komponen-komponen yang ditemukan di lokasi serangan.

Selain rudal hipersonik, Angkatan Udara Ukraina mencatat bahwa Rusia juga meluncurkan 36 rudal dan 242 drone dalam serangan terpadu pada malam tersebut.

Korban Jiwa di Kyiv, Lviv Dilaporkan Aman

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyampaikan bahwa serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan serius.

“Sedikitnya empat orang tewas dan 10 lainnya terluka. Sejumlah infrastruktur penting mengalami kerusakan akibat serangan ini,” kata Klitschko.

Sementara itu, Wali Kota Lviv Andriy Sadovyi menyatakan bahwa wilayahnya tidak mengalami dampak fatal.

“Tidak ada informasi mengenai korban jiwa. Fasilitas sipil dan bangunan tempat tinggal di kota tidak terpengaruh,” tulis Sadovyi melalui akun Telegram resminya.

Oreshnik Pernah Dikerahkan ke Belarus

Bulan lalu, Rusia sempat merilis video yang diklaim memperlihatkan pengerahan sistem rudal Oreshnik di Belarus. Moskow pertama kali menggunakan senjata ini pada November 2024, ketika menyerang kota Dnipro, meski saat itu diakui bahwa sistem tersebut belum sepenuhnya dikembangkan.

Ukraina Sebut Ancaman bagi NATO dan Uni Eropa

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengecam keras penggunaan rudal hipersonik tersebut, khususnya karena dilakukan di dekat wilayah Uni Eropa dan NATO.

“Serangan semacam itu di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO merupakan ancaman serius bagi keamanan di benua Eropa dan ujian bagi komunitas transatlantik,” tulis Sybiha dalam unggahannya di platform X.

Ia menegaskan bahwa Ukraina menuntut respons internasional yang tegas.

“Kami menuntut tanggapan tegas terhadap tindakan sembrono Rusia,” tambahnya.

Rusia Klaim Serangan Balasan, AS Bantah

Rusia berdalih bahwa penggunaan rudal Oreshnik merupakan respons atas dugaan upaya Ukraina menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin pada bulan sebelumnya. Namun, klaim tersebut dibantah oleh pejabat Amerika Serikat.

Pejabat AS menyebut hasil penilaian CIA tidak menemukan bukti bahwa Ukraina pernah menargetkan rumah Presiden Rusia tersebut.

Perang Berlanjut di Tengah Upaya Diplomasi Trump

Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina. Namun, di saat yang sama, Moskow kembali memperingatkan bahwa pasukan Eropa di wilayah Ukraina akan dianggap sebagai target sah.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia terus menggempur infrastruktur energi Ukraina, menyebabkan puluhan ribu warga kehilangan listrik dan pemanas di tengah musim dingin ekstrem.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai tujuan utama serangan tersebut bukan hanya militer, tetapi juga psikologis.

“Tujuan serangan ini adalah untuk menciptakan kekacauan dan tekanan psikologis terhadap penduduk,” ujar Zelensky. (fntv)

Posting Komentar untuk "Rusia Uji Rudal Hipersonik Oreshnik ke Kyiv, Ukraina Sebut Ancaman Serius bagi Keamanan Eropa"