Rusia Hantam Ukraina dengan Rudal Hipersonik, Kyiv Balas Serang Belgorod hingga Ratusan Ribu Warga Rusia Gelap Gulita
JAKARTA, Framing NewsTV - Ketegangan perang Rusia–Ukraina kembali meningkat tajam setelah Moskow melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina pada Jumat, termasuk penggunaan rudal hipersonik Oreshnik yang menyasar fasilitas vital dan kawasan permukiman.
Serangan tersebut menewaskan 4 orang, melukai puluhan lainnya, serta memicu kebakaran di beberapa titik. Sebagai balasan, Ukraina melancarkan serangan ke wilayah Belgorod, Rusia, yang menyebabkan lebih dari 556.000 warga mengalami pemadaman listrik dan gangguan pemanas.
Rusia Klaim Serangan Balasan atas Aksi Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan skala besar tersebut dilancarkan sebagai respons langsung atas serangan Ukraina terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Desember. Moskow mengonfirmasi penggunaan rudal hipersonik Oreshnik yang ditembakkan pada Kamis malam, dengan target utama fasilitas energi serta lokasi pembuatan drone Ukraina.
Dalam keterangannya, pihak Kementerian Pertahanan Rusia menyebut operasi militer ini sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan kemampuan logistik dan teknologi militer Kyiv.
Ukraina Sebut Ancaman Global bagi Keamanan Eropa
Menanggapi eskalasi tersebut, Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha memperingatkan bahwa penggunaan rudal balistik jarak menengah di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO merupakan ancaman serius terhadap stabilitas kawasan.
“Putin menggunakan rudal balistik jarak menengah di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO sebagai tanggapan atas khayalannya sendiri. Ini benar-benar ancaman global dan membutuhkan respons global,” ujar Sybiha, seperti dilansir Aljazirah.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Ukraina telah menyampaikan rincian serangan Rusia kepada Amerika Serikat, negara-negara Eropa, dan mitra internasional lainnya melalui jalur diplomatik resmi.
Korban Jiwa dan Kerusakan di Kyiv
Pemerintah Ukraina melaporkan bahwa serangan drone Rusia di ibu kota Kyiv menewaskan 4 warga sipil dan melukai 24 orang. Sejumlah bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan parah.
Kepala Administrasi Militer Regional Kyiv, Mykola Kalachnik, mengatakan serangan tersebut dilakukan secara masif dengan taktik drone jebakan.
“Musuh melancarkan serangan besar-besaran di Kyiv menggunakan drone jebakan yang menargetkan kawasan permukiman,” ungkap Kalachnik.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menambahkan bahwa beberapa distrik menjadi sasaran tembakan. Di distrik Desnyansky, sebuah drone dilaporkan jatuh di atap gedung bertingkat, sementara di lokasi lain lantai 1 dan 2 apartemen rusak akibat ledakan.
Rudal Capai Kecepatan 13.000 Kilometer per Jam
Komando Barat Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa rudal hipersonik yang digunakan Rusia mencapai kecepatan hingga 13.000 kilometer per jam. Serangan ini memicu peringatan rudal di seluruh Ukraina selama hampir 5 jam.
Militer Ukraina mengungkapkan bahwa rudal balistik tersebut diluncurkan dari pangkalan udara Kasputin Yar, sekitar 400 kilometer di timur perbatasan Ukraina.
Di wilayah barat, kota Lviv juga dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal pada malam hari. Namun, Gubernur Administratif Lviv Maxim Kozitsky memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Balasan Ukraina Lumpuhkan Infrastruktur Rusia
Sebagai respons, Ukraina melancarkan serangan ke wilayah Belgorod, Rusia. Gubernur Belgorod Vyacheslav Gladkov menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan 556.000 orang di 6 kota mengalami pemadaman listrik, disertai gangguan pasokan pemanas.
“Lebih dari setengah juta warga terdampak pemadaman listrik dan pemanas akibat serangan Ukraina,” ujar Gladkov.
Selain itu, wilayah Rusia yang berbatasan dengan Kharkiv dilaporkan mengalami krisis layanan publik, dengan sekitar 200.000 orang terdampak pemadaman air dan sistem limbah.
Upaya Diplomasi Masih Mandek
Pertukaran serangan terbaru ini terjadi di tengah mandeknya perundingan diplomatik yang sebelumnya diprakarsai Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Gedung Putih pada 23 November lalu sempat mengumumkan rancangan rencana perdamaian yang telah diperbarui setelah pembicaraan dengan delegasi Ukraina, meski tanpa mengungkapkan detailnya.
Sejak 24 Februari 2022, Rusia terus melancarkan operasi militer terhadap Ukraina dan menuntut Kyiv untuk meninggalkan rencana keanggotaan NATO sebagai syarat penghentian perang. Tuntutan tersebut ditolak Ukraina dan dinilai sebagai bentuk campur tangan terhadap kedaulatan negara. (fntv)

Posting Komentar untuk "Rusia Hantam Ukraina dengan Rudal Hipersonik, Kyiv Balas Serang Belgorod hingga Ratusan Ribu Warga Rusia Gelap Gulita"