Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Demo Iran Membara, Khamenei Putus Internet hingga Ancam Pedemo

JAKARTA, Framing NewsTV - Gelombang demonstrasi besar-besaran yang melanda Iran sejak akhir Desember 2025 kian memanas. Pemerintah Iran mengambil langkah drastis dengan memutus akses internet nasional menyusul peringatan keras dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terhadap para pengunjuk rasa. Kebijakan tersebut diberlakukan pada Kamis malam (8/1/2026) di tengah meluasnya aksi protes di hampir seluruh wilayah negara tersebut.

Kelompok pemantau internet global, NetBlocks, melaporkan terjadinya pemadaman koneksi internet secara luas di Iran. Menurut NetBlocks, pemutusan ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan bagian dari pola pembatasan digital yang disengaja oleh pemerintah.

“Tindakan ini menyusul serangkaian aksi sensor digital yang meningkat yang menargetkan protes di seluruh negeri dan menghambat hak publik untuk berkomunikasi pada saat yang kritis,” demikian pernyataan NetBlocks, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (8/1/2026).

Dampak dari situasi keamanan yang memburuk juga terasa di sektor transportasi internasional. Situs resmi Bandara Dubai, Uni Emirat Arab, melaporkan sedikitnya 6 penerbangan dari Dubai menuju kota-kota di Iran dibatalkan pada Jumat (9/1/2026). Pembatalan ini mencerminkan kekhawatiran dunia internasional terhadap eskalasi konflik di dalam negeri Iran.

Di tengah pemadaman internet, oposisi Iran di luar negeri justru meningkatkan seruan perlawanan. Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Mohammad Reza Pahlavi, mengajak warga Iran untuk terus turun ke jalan.

“Mata dunia tertuju pada kalian. Turunlah ke jalan,” kata Reza Pahlavi melalui media sosial, dikutip Reuters.

Sebelum pemutusan internet diberlakukan, Khamenei secara terbuka menuding para demonstran sebagai perusuh yang merusak fasilitas publik dan menyebut mereka sebagai antek Amerika Serikat.

“Semalam di Teheran, sekelompok perusak dan perusuh datang dan menghancurkan bangunan milik negara, milik rakyat sendiri, hanya untuk menyenangkan hati presiden Amerika Serikat,” ujar Khamenei dalam pidatonya.
Ia juga menegaskan agar Presiden AS, Donald Trump, “mengurus negaranya sendiri” dan tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran.

Pemerintah Iran turut menuding Organisasi Mujahidin Rakyat (MKO) sebagai dalang kerusuhan. Media pemerintah menayangkan gambar-gambar kerusakan parah, termasuk sepeda motor, mobil, bus yang terbakar, serta stasiun metro dan bank yang hangus dilalap api. Seorang jurnalis media pemerintah melaporkan kondisi serupa di pelabuhan Rasht, di wilayah Laut Kaspia.

“Ini terlihat seperti zona perang, semua toko sudah hancur,” ujarnya, dikutip Reuters.

Akar protes bermula dari kekecewaan publik terhadap kondisi ekonomi, terutama inflasi yang terus melonjak dan melemahkan daya beli masyarakat. Namun, tuntutan demonstran kini berkembang menjadi seruan perubahan rezim. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sempat berupaya meredakan situasi dengan mendorong dialog dan pemulihan ekonomi. Akan tetapi, pernyataan Khamenei yang meminta para pedemo “ditempatkan pada tempatnya” justru memicu kemarahan publik dan memperluas tuntutan pergantian pemerintahan.  (fntv)

Posting Komentar untuk "Demo Iran Membara, Khamenei Putus Internet hingga Ancam Pedemo"