Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rapat Strategis di Hambalang: Prabowo Tancap Gas Industri Tekstil, Chip Nasional, hingga Hilirisasi USD6 Miliar

HAMBALANG, Framing NewsTV - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Dilansir Facebook Setkab RI pada Minggu (11/1/2026). Pertemuan ini menjadi perhatian publik karena membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan langsung dengan arah pembangunan industri nasional, penguatan ekonomi, serta kesiapan infrastruktur energi Indonesia.

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran menteri kunci di bidang perekonomian, investasi, energi, pendidikan, dan pertanian. Kehadiran para pembantu presiden ini menegaskan bahwa pembahasan di Hambalang tidak bersifat seremonial, melainkan menyangkut kebijakan besar yang akan menentukan daya saing Indonesia dalam jangka menengah dan panjang.

Fokus Penguatan Industri Tekstil dan Garmen

Salah satu isu utama yang dibahas adalah penguatan industri tekstil dan garmen nasional. Presiden Prabowo secara khusus meminta adanya langkah konkret untuk memperkuat sektor ini, mengingat industri tekstil merupakan sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai daerah.

Presiden menekankan pentingnya revitalisasi rantai pasok atau supply chain industri tekstil, mulai dari hulu hingga hilir. Penguatan ini dinilai krusial agar industri dalam negeri tidak terus bergantung pada impor bahan baku, sekaligus mampu meningkatkan efisiensi, kualitas produksi, dan daya saing di pasar global.

Langkah revitalisasi supply chain juga diharapkan dapat melindungi industri tekstil nasional dari tekanan produk impor murah, serta mendorong kebangkitan pabrik-pabrik tekstil yang selama beberapa tahun terakhir mengalami perlambatan.

Dorongan Bangun Industri Chip Nasional

Selain tekstil, rapat terbatas tersebut juga membahas strategi penguatan sektor otomotif dan elektronik. Presiden Prabowo mendorong investasi besar dalam pengembangan teknologi semikonduktor sebagai fondasi pembangunan industri chip nasional.

Pengembangan industri chip ini diproyeksikan menjadi tulang punggung bagi berbagai sektor strategis, mulai dari industri otomotif, transformasi digital, hingga penguatan industri elektronik nasional. Presiden memandang penguasaan teknologi semikonduktor sebagai langkah penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen teknologi bernilai tinggi.

Investasi di sektor ini juga diharapkan dapat mendorong transfer teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat ekosistem riset dan inovasi dalam negeri.

Proyek Hilirisasi USD6 Miliar

Agenda penting lainnya yang dibahas adalah perkembangan rencana groundbreaking 6 titik baru proyek hilirisasi dengan total nilai investasi mencapai USD6 miliar. Proyek-proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada awal Februari 2026.

Hilirisasi menjadi salah satu strategi utama pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Dengan proyek-proyek baru ini, pemerintah berharap Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan bernilai tinggi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Peresmian RDMP Balikpapan

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga membahas kesiapan peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek strategis nasional ini dijadwalkan diresmikan pada Senin (12/1/2026).

RDMP Balikpapan diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan kapasitas dan kualitas pengolahan kilang. Selain itu, proyek ini juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak serta meningkatkan efisiensi sektor energi nasional.

Kehadiran Menteri Kunci


Kehadiran para menteri ini mencerminkan pendekatan terintegrasi pemerintah dalam mengelola pembangunan, mulai dari industri padat karya, teknologi tinggi, hingga energi dan sumber daya manusia.

Arah Kebijakan Ekonomi Nasional

Rapat terbatas di Hambalang ini menegaskan fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada penguatan fondasi industri nasional. Dari revitalisasi industri tekstil, pengembangan chip nasional, percepatan hilirisasi, hingga penguatan infrastruktur energi, seluruh agenda tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi dan daya saing Indonesia di tengah dinamika global.

Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. (fntv)

Posting Komentar untuk "Rapat Strategis di Hambalang: Prabowo Tancap Gas Industri Tekstil, Chip Nasional, hingga Hilirisasi USD6 Miliar"