IHSG Rontok! Dirut BEI & Petinggi OJK Mundur Serentak
JAKARTA, Framing NewsTV — Dunia keuangan Indonesia diguncang gelombang pengunduran diri pejabat strategis pasar modal setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir. Rontoknya IHSG bahkan sempat memicu trading halt dan memicu respons serius dari otoritas serta pengelola bursa.
IHSG Anjlok, Tekanan Pasar Meningkat
Gejolak pasar saham terjadi setelah IHSG mencatatkan penurunan signifikan secara beruntun. Kondisi ini memunculkan kepanikan di pasar dan berdampak langsung pada stabilitas perdagangan. Pada salah satu sesi perdagangan, tekanan jual yang masif menyebabkan sistem perdagangan dihentikan sementara atau trading halt, menandai situasi pasar yang dinilai tidak normal.
Pada Jumat pagi (30/1/2026), Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut diumumkan langsung dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta.
Iman menegaskan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas kondisi pasar yang terjadi.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman Rachman dalam konferensi pers, Jumat (30/1/2026).
Meski IHSG kembali menguat pada penutupan perdagangan Jumat sore dan ditutup di level 8.329, naik 97,40 poin atau 1,18 persen, keputusan pengunduran diri tersebut disebut sudah final dan tidak dipengaruhi oleh rebound pasar.
Tiga Petinggi OJK Ikut Mundur
Tak lama setelah penutupan perdagangan, kabar mengejutkan datang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan mengundurkan diri bersama dua pejabat utama lainnya.
Berdasarkan rilis resmi OJK, dua pejabat yang turut mundur adalah:
- Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK)
- I. B. Aditya Jayaantara, Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK)
Mahendra menegaskan langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas dinamika pasar yang terjadi.
“Pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan,” demikian pernyataan Mahendra dalam rilis resmi OJK.
Wakil Ketua OJK Juga Lepas Jabatan
Beberapa jam setelah pengumuman tersebut, OJK kembali mengonfirmasi bahwa Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara juga mengundurkan diri dari jabatannya. Dengan demikian, total empat pejabat tinggi OJK dan satu pimpinan BEI mundur dalam waktu yang hampir bersamaan.
OJK Pastikan Stabilitas Tetap Terjaga
Meski terjadi pengunduran diri berjemaah, OJK menegaskan bahwa langkah ini tidak akan mengganggu operasional lembaga maupun stabilitas sektor jasa keuangan nasional.
“OJK menegaskan bahwa proses pengunduran diri ini tidak memengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan secara nasional,” tulis OJK dalam pernyataan resminya.
OJK juga menyatakan komitmennya untuk terus menjaga kepercayaan publik dan pelaku industri jasa keuangan melalui penerapan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, serta akuntabilitas dalam setiap proses kelembagaan, meski di tengah tekanan pasar yang besar. (fntv)

Posting Komentar untuk "IHSG Rontok! Dirut BEI & Petinggi OJK Mundur Serentak"