Dedi Mulyadi Sentil Pemilik Mobil Mewah di Jabar: Gagah di Jalan, Tapi Pajak Mati—Malu Enggak?
JAKARTA, Framing NewsTV - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melontarkan sindiran keras kepada para pemilik kendaraan mewah yang masih menunggak pajak. Ia menilai perilaku tersebut mencerminkan rendahnya kesadaran terhadap kewajiban sebagai warga negara, terutama dalam mendukung pembangunan daerah.
Dedi mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk berkontribusi secara nyata dengan membayar pajak kendaraan tepat waktu. Menurutnya, kepatuhan membayar pajak merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik.
“Jangan sampai motornya bagus, mobilnya bagus, gagah di jalan raya, tapi enggak mau bayar pajak. Malu dong,” ujar Dedi, dilansir Kompas.com, Jumat, 2 Januari 2026.
Ia menegaskan bahwa kemajuan infrastruktur di Jawa Barat saat ini bukan semata hasil kerja pemerintah, melainkan buah dari ketaatan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak. Dedi menyebut kondisi jalan yang semakin mulus, lebar, serta dilengkapi trotoar, taman, penerangan jalan umum, dan sistem drainase yang baik merupakan hasil kontribusi kolektif warga.
“Jalan-jalan di Jawa Barat hari ini mulus dan tertata. Ini bukan karya saya, tapi karya seluruh warga Jawa Barat yang taat membayar pajak,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi memastikan seluruh layanan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk kantor Samsat, telah kembali beroperasi normal mulai 2 Januari 2026. Ia juga menegaskan bahwa pada tahun ini tidak ada kenaikan tarif pajak kendaraan bermotor untuk kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat.
“Untuk pajak kendaraan bermotor milik pribadi, baik roda dua maupun roda empat, tidak ada kenaikan. Tetap sama seperti tahun 2025,” tegasnya. Selain itu, tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga dipastikan tidak mengalami perubahan.
Sebaliknya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat justru memberikan insentif berupa penurunan tarif pajak bagi kendaraan berpelat kuning, baik angkutan penumpang maupun barang. Kebijakan ini diambil untuk mendukung sektor transportasi umum dan logistik.
Menutup pernyataannya, Dedi mendoakan agar warga yang taat pajak mendapatkan keberkahan rezeki, serta mereka yang masih menunggak pajak diberi kemudahan untuk segera melunasi kewajibannya.
“Tahun 2026 ini, dalam keadaan apa pun, kita terus melangkah untuk membangun Jawa Barat,” pungkasnya. (fntv)

Posting Komentar untuk "Dedi Mulyadi Sentil Pemilik Mobil Mewah di Jabar: Gagah di Jalan, Tapi Pajak Mati—Malu Enggak?"