Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekolah Dasar di Teheran Dilaporkan Jadi Sasaran Serangan, Iran Tuduh AS-Israel Serang Fasilitas Pendidikan

JAKARTA, Framing NewsTV - Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa sebuah sekolah dasar di ibu kota negara tersebut, Teheran, dilaporkan menjadi sasaran serangan dalam eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Informasi ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, yang menyebut fasilitas pendidikan itu berada di kawasan Lapangan Niloufar.

Baghaei membagikan sebuah video melalui platform X pada Jumat (6/3/2026). Video tersebut diklaim memperlihatkan kondisi Sekolah Shahid Hamedani sebelum dan sesudah serangan terjadi. Dalam unggahannya, Baghaei tidak menjelaskan secara rinci kronologi kejadian maupun jumlah korban yang mungkin timbul dari insiden tersebut.

Jika laporan tersebut terkonfirmasi, maka sekolah itu akan menjadi fasilitas pendidikan keempat yang terkena serangan sejak konflik bersenjata meningkat di Iran dalam beberapa hari terakhir.

Sekolah di Iran Kembali Menjadi Korban Serangan

Insiden terbaru ini terjadi setelah sebelumnya sebuah sekolah putri di kota Minab, wilayah selatan Iran, dilaporkan menjadi target serangan pada hari pertama operasi militer yang dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel.

Sekolah yang dikenal dengan nama Shajareh Tayyebeh itu dilaporkan terkena serangan pada Sabtu lalu. Menurut sejumlah pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa, serangan tersebut menewaskan sekitar 160 anak dan lima staf sekolah.

Peristiwa tersebut memicu kecaman luas dari berbagai pihak karena fasilitas pendidikan dianggap sebagai objek sipil yang dilindungi dalam hukum humaniter internasional.

Namun demikian, beberapa situs web dan akun media sosial yang memiliki keterkaitan dengan Israel mengklaim bahwa lokasi sekolah tersebut berada di area yang disebut sebagai bagian dari fasilitas militer milik Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.

Investigasi Digital Ungkap Lokasi Sekolah Terpisah dari Basis Militer

Analisis independen yang dilakukan oleh unit investigasi digital Al Jazeera menunjukkan temuan berbeda dari klaim tersebut. Investigasi ini menggunakan citra satelit yang dikumpulkan selama lebih dari satu dekade, disertai dengan video terbaru, laporan berita, serta pernyataan resmi dari sumber pemerintah Iran.

Hasil analisis tersebut mengindikasikan bahwa kompleks sekolah tersebut telah terpisah secara jelas dari fasilitas militer terdekat setidaknya selama 10 tahun terakhir.

Selain itu, penyelidikan juga mengungkapkan bahwa pola serangan yang terjadi menimbulkan pertanyaan serius mengenai keakuratan informasi intelijen yang digunakan dalam menentukan target serangan.

Temuan ini bahkan membuka kemungkinan bahwa fasilitas pendidikan tersebut mungkin menjadi sasaran secara tidak tepat atau bahkan disengaja, meskipun hal ini masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Amerika Serikat Mengakui Sedang Menyelidiki Insiden

Di tengah meningkatnya sorotan internasional, pemerintah Amerika Serikat mengakui bahwa pihak militernya sedang melakukan penyelidikan terkait insiden yang melibatkan sekolah tersebut.

Menurut laporan kantor berita Reuters, dua pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya menyatakan bahwa penyelidik militer AS menilai terdapat kemungkinan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pasukan Amerika.

Namun demikian, mereka menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum mencapai kesimpulan akhir mengenai tanggung jawab atas serangan tersebut.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Amerika Serikat masih melakukan verifikasi menyeluruh sebelum mengeluarkan keputusan resmi terkait insiden tersebut.

PBB Desak Penyelidikan Cepat dan Transparan

Sementara itu, komunitas internasional mulai mendesak adanya penyelidikan yang cepat dan transparan. Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Türk, meminta agar Washington segera mengambil langkah konkret untuk mengklarifikasi insiden tersebut.

Berbicara kepada wartawan di Jenewa, Türk menegaskan pentingnya penyelidikan yang independen dan tidak memihak.

“Kita perlu hal ini terjadi dengan sangat cepat dan kita juga perlu memastikan adanya pertanggungjawaban serta ganti rugi bagi para korban,” kata Türk.

Kantor HAM PBB juga menyatakan telah meminta pemerintah Amerika Serikat untuk melakukan penyelidikan yang terbuka, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Serangan Lain Juga Dilaporkan Menimpa Sekolah

Selain insiden di Teheran, laporan lain menyebutkan bahwa dua sekolah tambahan di kota Parand, wilayah barat daya ibu kota Iran, juga terkena serangan rudal pada Kamis.

Media pemerintah Iran menyebut bahwa rudal yang ditembakkan oleh Amerika Serikat dan Israel menghantam kompleks pendidikan di wilayah tersebut.

Kantor berita Fars News Agency membagikan sejumlah foto yang memperlihatkan kerusakan bangunan kelas, puing-puing, serta dampak ledakan di sekitar area sekolah.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa beberapa unit perumahan di sekitar lokasi ikut mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Anak-anak Menjadi Korban Konflik

Badan anak-anak dunia UNICEF menyatakan bahwa anak-anak termasuk kelompok yang paling terdampak dalam konflik yang terus meningkat di Iran.

Menurut data terbaru yang dirilis pada Jumat, lebih dari 1.300 orang dilaporkan tewas akibat serangan yang terjadi di berbagai wilayah Iran sejak konflik dimulai. Dari jumlah tersebut, setidaknya 181 korban merupakan anak-anak.

Angka ini menunjukkan tingginya dampak kemanusiaan dari konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Potensi Pelanggaran Hukum Perang

Para pengamat hukum internasional menegaskan bahwa menyerang sekolah secara sengaja dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan konvensi internasional yang mengatur perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata.

Apabila penyelidikan nantinya mengonfirmasi keterlibatan militer Amerika Serikat dalam serangan tersebut, insiden ini berpotensi menjadi salah satu kasus korban sipil paling serius dalam operasi militer Amerika di kawasan Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.

Perkembangan situasi ini terus dipantau oleh berbagai lembaga internasional dan organisasi hak asasi manusia yang menyerukan perlindungan lebih besar bagi warga sipil, terutama anak-anak, di tengah konflik bersenjata yang terus meningkat di kawasan tersebut. (fntv)

Posting Komentar untuk "Sekolah Dasar di Teheran Dilaporkan Jadi Sasaran Serangan, Iran Tuduh AS-Israel Serang Fasilitas Pendidikan"