Analisis Vali Nasr: Pengangkatan Mojtaba Khamenei Tunjukkan Tekad Iran Hadapi Tekanan AS dan Israel
JAKARTA, Framing NewsTV – Pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran dinilai mencerminkan tekad kuat Teheran untuk menghadapi tekanan eksternal serta melanjutkan konfrontasi geopolitik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pandangan tersebut disampaikan oleh pakar politik Iran, Vali Nasr, dalam sebuah analisis yang dimuat di media internasional The New York Times.
Menurut Nasr, transisi kepemimpinan di Iran menunjukkan bahwa negara tersebut kemungkinan besar tidak akan merespons seruan perubahan pemerintahan, meskipun tekanan militer dari AS dan Israel terus berlangsung.
Transisi Kepemimpinan di Tengah Konflik
Dalam analisisnya, Nasr menjelaskan bahwa terpilihnya Mojtaba Khamenei, yang merupakan putra dari pemimpin Revolusi Islam yang gugur, Ali Khamenei, dipandang sebagai langkah strategis untuk mempertahankan struktur politik utama Republik Islam Iran.
Ia menilai bahwa keputusan tersebut diambil untuk memastikan stabilitas politik negara di tengah situasi perang dan tekanan internasional yang meningkat.
Menurut Nasr, langkah ini juga menunjukkan bahwa kepemimpinan Iran berupaya menjaga kesinambungan sistem pemerintahan yang telah terbentuk selama beberapa dekade.
Strategi Perubahan Rezim Dipertanyakan
Nasr juga menyoroti strategi pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang dinilai bertujuan melemahkan negara Iran.
Ia berpendapat bahwa pendekatan militer yang dilakukan Washington kemungkinan memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu memicu perubahan kepemimpinan di Teheran.
Trump sebelumnya telah menyampaikan kekhawatiran dan pernyataan yang mengisyaratkan kemungkinan perubahan rezim di Iran.
Namun demikian, Nasr menilai bahwa sistem politik Iran telah terbukti tangguh menghadapi berbagai tekanan eksternal.
Selama beberapa dekade terakhir, Iran telah menghadapi berbagai bentuk tekanan, mulai dari perang, sanksi ekonomi, hingga konfrontasi regional yang berkepanjangan.
Tekanan Asing Bisa Memperkuat Solidaritas Nasional
Dalam analisisnya, Nasr juga menyebut bahwa tekanan dari luar justru berpotensi memperkuat solidaritas nasional di Iran.
Alih-alih menyebabkan keruntuhan internal, konflik eksternal dapat mendorong masyarakat Iran untuk bersatu dalam membela negara mereka.
Ia menilai bahwa tekanan asing sering kali menggeser sentimen publik ke arah nasionalisme yang lebih kuat.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mendorong munculnya gerakan perlawanan nasional yang lebih luas di dalam negeri.
Trump Hadapi Tekanan Soal Arah Perang
Di sisi lain, Presiden Donald Trump juga dilaporkan menghadapi tekanan dari sejumlah penasihatnya terkait arah dan durasi perang yang sedang berlangsung dengan Iran.
Menurut laporan media Amerika The Wall Street Journal, meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dan politik dari konflik tersebut mulai memengaruhi diskusi di lingkaran pemerintahan.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga minyak global serta biaya politik yang dapat muncul dari perang yang berkepanjangan.
Trump sendiri sempat mengisyaratkan bahwa konflik tersebut mungkin tidak akan berlangsung lama.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di negara bagian Florida, ia mengklaim bahwa operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat telah mencapai sebagian besar target yang diinginkan.
Sistem Politik Iran Dibangun untuk Menghadapi Krisis
Nasr juga menjelaskan bahwa struktur politik Iran dirancang sedemikian rupa sehingga mampu bertahan dalam kondisi krisis.
Menurutnya, sistem pemerintahan Iran membagi kewenangan ke berbagai lembaga keagamaan, militer, dan birokrasi negara.
Distribusi kekuasaan tersebut memungkinkan negara tetap berfungsi meskipun menghadapi tekanan besar dari luar.
Para analis menilai bahwa struktur seperti ini telah membantu Iran mempertahankan stabilitas politiknya selama bertahun-tahun.
Risiko Konflik Berkepanjangan
Nasr memperingatkan bahwa jika tujuan Washington adalah memaksakan perubahan rezim melalui tekanan militer semata, maka konflik tersebut berpotensi berkembang menjadi perang yang lebih panjang.
Ia menilai bahwa upaya tersebut kemungkinan memerlukan keterlibatan militer yang jauh lebih besar.
Hal itu bahkan dapat mencakup invasi darat serta pendudukan jangka panjang, yang berisiko memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa dinamika geopolitik di kawasan masih akan terus berkembang, dengan berbagai kemungkinan skenario yang dapat memengaruhi stabilitas regional maupun global. (fntv)
Sumber: Kantor Berita Al Mayadeen

Posting Komentar untuk "Analisis Vali Nasr: Pengangkatan Mojtaba Khamenei Tunjukkan Tekad Iran Hadapi Tekanan AS dan Israel"