Korea Utara Kutuk Serangan ke Iran, Sebut AS Bersikap Seperti "Gangster"
JAKARTA, Framing NewsTV – Pemerintah Korea Utara mengecam keras serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Pyongyang menilai operasi tersebut sebagai tindakan agresi ilegal yang melanggar kedaulatan nasional Iran serta memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Mengutip laporan Al Jazeera, Minggu (1/3/2026), Kantor Berita Pusat Korea atau KCNA menyebut serangan gabungan AS-Israel sebagai bentuk “agresi ilegal”. Media pemerintah Korut itu menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kedaulatan negara.
Pernyataan Kementerian Luar Negeri Korut
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan bahwa keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan tersebut “sesuai dengan perkiraan” Pyongyang. Ia menuding langkah Washington sebagai konsekuensi dari karakter hegemonik yang selama ini dituduhkan kepada AS.
“Perang agresi oleh AS dan Israel tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun,” demikian pernyataan resmi yang dikutip KCNA.
Korut bahkan menyebut pendekatan Amerika Serikat dalam konflik ini mencerminkan sikap “hegemonik dan seperti gangster”, mempertegas posisi Pyongyang yang konsisten menentang intervensi militer Washington di berbagai kawasan.
Operasi “Epic Fury” dan Klaim Washington
Serangan militer Amerika Serikat ke Iran tersebut diberi nama Operation Epic Fury. Mengutip laporan NBC News, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyebut operasi itu sebagai “operasi udara paling mematikan, paling kompleks, dan paling presisi dalam sejarah.”
Dalam unggahannya di platform X, Hegseth menyatakan, “Rezim Iran memiliki kesempatan, namun menolak untuk membuat kesepakatan - dan sekarang mereka menanggung konsekuensinya.”
Ia juga menambahkan, “Selama hampir lima puluh tahun, Iran telah menargetkan dan membunuh warga Amerika, selalu mencari senjata paling ampuh di dunia untuk memajukan tujuan radikal mereka. Tadi malam, tidak seperti presiden sebelumnya, Presiden Trump mulai menangani kanker ini.”
Dampak Serangan dan Respons Iran
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari pemerintah Iran serta meningkatkan risiko eskalasi konflik regional.
Sebagai respons, Iran meluncurkan rudal dan drone yang menyasar berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Semenanjung Arab. Situasi ini menambah ketegangan geopolitik dan memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.
Pernyataan keras Korea Utara memperlihatkan dimensi global dari krisis ini, dengan sejumlah negara mulai mengambil posisi tegas terhadap dinamika konflik yang terus berkembang. (fntv)

Posting Komentar untuk "Korea Utara Kutuk Serangan ke Iran, Sebut AS Bersikap Seperti "Gangster""