Iran Klaim Lebih dari 200 Pasukan AS Tewas dan Terluka dalam Operasi True Promise 4
JAKARTA, Framing NewsTV – Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Ebrahim Zolfaghari, pada Sabtu (7/3) menyampaikan perkembangan terbaru terkait serangan balasan yang dilakukan Angkatan Bersenjata Iran terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
Dalam pernyataannya, Zolfaghari mengklaim bahwa lebih dari 200 tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas atau terluka akibat serangan yang dilancarkan Iran dalam 24 jam terakhir. Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang disebut sebagai Operasi True Promise 4.
Menurutnya, operasi tersebut menargetkan berbagai fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.
Kerugian Besar di Pangkalan Militer AS
Zolfaghari menyatakan bahwa serangan balasan Iran menimbulkan kerugian besar bagi pasukan Amerika Serikat, termasuk kerusakan terhadap berbagai infrastruktur militer yang digunakan dalam operasi militer di kawasan.
Ia menjelaskan bahwa serangan tersebut tidak hanya berdampak pada personel militer, tetapi juga pada sejumlah fasilitas strategis milik militer Amerika Serikat yang berada di wilayah regional.
Dalam keterangannya, juru bicara tersebut menyebutkan bahwa sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat menjadi sasaran serangan dalam operasi tersebut.
Korban di Armada Kelima dan Pangkalan Al Dhafra
Menurut klaim yang disampaikan pihak Iran, sedikitnya 21 tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas di Armada Kelima Angkatan Laut AS yang beroperasi di kawasan Teluk.
Selain itu, sekitar 200 warga Amerika dilaporkan tewas atau mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi di Pangkalan Udara Al Dhafra. Pangkalan tersebut merupakan salah satu fasilitas militer penting yang digunakan oleh Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Zolfaghari juga menyebutkan bahwa sebuah kapal tanker minyak milik Amerika Serikat turut menjadi sasaran serangan di wilayah utara Teluk Persia.
Peran Markas Besar Khatam al-Anbia
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia merupakan salah satu bagian penting dari struktur militer Iran. Lembaga ini berada di bawah Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dan memiliki tanggung jawab dalam merancang serta mengoordinasikan berbagai operasi militer yang melibatkan sejumlah unit militer Iran.
Dalam situasi konflik yang meningkat, markas tersebut berperan dalam mengatur strategi operasional dan koordinasi antara berbagai cabang militer Iran.
Latar Belakang Meningkatnya Konflik
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye militer terhadap Iran. Serangan tersebut disebut dilakukan setelah terbunuhnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.
Kampanye militer tersebut dilaporkan melibatkan serangan besar-besaran yang menargetkan berbagai wilayah militer maupun sipil di Iran, yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan yang signifikan.
Iran Lakukan Serangan Balasan
Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan balasan terhadap berbagai target yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
Serangan tersebut dilakukan menggunakan rentetan rudal dan drone yang diarahkan ke pangkalan militer serta fasilitas yang dianggap terkait dengan operasi militer terhadap Iran.
Operasi yang disebut sebagai True Promise 4 tersebut disebut menjadi bagian dari strategi militer Iran dalam menanggapi eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. (fntv)

Posting Komentar untuk "Iran Klaim Lebih dari 200 Pasukan AS Tewas dan Terluka dalam Operasi True Promise 4"