Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KERAS! Ali Larijani Peringatkan Trump: Hati-Hati, Jangan Sampai Kalian yang Tersingkir

JAKARTA, Framing NewsTV – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menanggapi ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap Iran dengan pernyataan keras yang menegaskan bahwa rakyat Iran tidak gentar menghadapi tekanan dari luar.

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Selasa, Larijani mengatakan bahwa bangsa Iran memiliki keteguhan yang tidak mudah digoyahkan oleh ancaman.

“Bangsa Iran yang terinspirasi oleh Ashura tidak takut dengan ancaman kosong Anda,” tulis Larijani.

Larijani Tegaskan Keteguhan Rakyat Iran

Dalam pernyataan yang sama, Larijani menyebut bahwa berbagai ancaman yang diarahkan kepada Iran bukanlah hal baru bagi rakyat negara tersebut.

Menurutnya, sepanjang sejarah modern Iran telah menghadapi berbagai tekanan politik dan militer dari negara-negara besar, namun hal tersebut tidak mampu mematahkan ketahanan masyarakat Iran.

“Mereka yang lebih besar dari Anda tidak mampu melenyapkan rakyat Iran,” ujarnya singkat.

Larijani kemudian menyampaikan peringatan langsung kepada Trump agar berhati-hati dalam melontarkan ancaman terhadap Iran.

“Hati-hati, jangan sampai kalian menjadi orang-orang yang disingkirkan,” kata Larijani.

Selat Hormuz Jadi Sorotan Strategis

Dalam unggahan terpisah, Larijani juga menyoroti posisi strategis Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

Ia menegaskan bahwa selat tersebut dapat berfungsi sebagai jalur bantuan bagi semua pihak, namun juga dapat berubah menjadi hambatan bagi pihak yang mendorong konflik.

“Selat Hormuz akan berfungsi sebagai jalur bantuan bagi semua, atau akan berubah menjadi titik hambatan bagi mereka yang bermimpi tentang perang,” tulis Larijani.

Pejabat Iran Sebut Trump Bisa Bernasib Seperti Jimmy Carter

Sementara itu, pejabat senior di Dewan Penentu Kebijakan Iran, Mohsen Rezaei, juga memberikan komentar terkait situasi tersebut.

Dalam unggahan di platform X pada Selasa, Rezaei menyatakan bahwa Trump berpotensi menghadapi nasib politik yang mirip dengan mantan Presiden AS, Jimmy Carter, setelah perang berakhir.

Menurut Rezaei, berakhirnya konflik akan membawa perubahan signifikan terhadap keseimbangan kekuatan di kawasan serta sistem internasional.

Ia juga menyebut bahwa perkembangan tersebut dapat memengaruhi dinamika politik di Amerika Serikat, termasuk dalam pemilihan umum yang akan datang.

Trump Ancam Respons Militer Lebih Keras

Pernyataan dari pejabat Iran tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada 9 Maret mengeluarkan peringatan keras kepada Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menyatakan bahwa setiap upaya Iran untuk mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz akan memicu respons militer yang jauh lebih keras dari Amerika Serikat.

“Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras daripada yang telah mereka alami selama ini,” tulis Trump.

Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat dapat menargetkan berbagai lokasi di Iran yang menurutnya “mudah dihancurkan”.

Ia menambahkan bahwa serangan tersebut dapat menghambat kemampuan Iran untuk membangun kembali infrastrukturnya.

“Kematian, api, dan amarah akan menimpa mereka — tetapi saya berharap, dan berdoa, agar itu tidak terjadi,” tulis Trump.

Selat Hormuz dan Ketegangan Regional

Trump menyatakan bahwa peringatannya juga berkaitan dengan upaya melindungi perdagangan global, terutama negara-negara yang sangat bergantung pada jalur energi di Selat Hormuz.

Ia bahkan menyebut peringatan tersebut sebagai bentuk perlindungan bagi perdagangan internasional, termasuk bagi negara seperti China yang banyak menggunakan jalur pelayaran tersebut untuk impor energi.

Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebelumnya mengumumkan bahwa mereka telah menguasai sepenuhnya Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan pada 4 Maret, yang semakin menambah ketidakpastian terhadap stabilitas jalur pelayaran energi global.

IRGC Klaim Kendali Penuh Selat Hormuz

Penasihat politik Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, mengatakan bahwa pasukan angkatan laut Garda Revolusi saat ini memiliki kendali penuh atas wilayah tersebut.

Berbicara kepada Fars News Agency, Akbarzadeh menyatakan bahwa kehadiran militer Iran di kawasan itu memastikan pengawasan ketat terhadap jalur pelayaran strategis tersebut.

“Selat Hormuz saat ini berada di bawah kendali penuh pasukan angkatan laut Garda Revolusi,” katanya.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait jalur energi global ini semakin meningkatkan kekhawatiran internasional mengenai stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama karena Selat Hormuz merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia. (fntv)

Sumber: Kantor Berita Al Mayadeen

Posting Komentar untuk "KERAS! Ali Larijani Peringatkan Trump: Hati-Hati, Jangan Sampai Kalian yang Tersingkir"