Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hampir 66.000 Warga Afghanistan Mengungsi Akibat Pertempuran Sengit di Perbatasan Pakistan

JAKARTA, Framing NewsTV – Hampir 66.000 warga Afghanistan dilaporkan mengungsi akibat meningkatnya pertempuran di sepanjang perbatasan dengan Pakistan. Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui International Organization for Migration (IOM) memperingatkan bahwa situasi kemanusiaan terus memburuk seiring berlanjutnya baku tembak dan ledakan hebat yang telah memasuki hari ketujuh.

IOM menyebut meningkatnya permusuhan lintas batas telah menimbulkan dampak serius bagi warga sipil, termasuk korban jiwa, kerusakan infrastruktur penting, serta gelombang pengungsian besar di wilayah timur dan tenggara Afghanistan.

Peringatan PBB soal Dampak Kemanusiaan

Dalam pernyataannya, IOM menyampaikan bahwa konfrontasi militer di sepanjang Garis Durand telah menyebabkan pengungsian hampir 66.000 orang.

“Konfrontasi militer yang sedang berlangsung di sepanjang Garis Durand dilaporkan telah mengakibatkan korban jiwa di kalangan warga sipil, kerusakan infrastruktur penting, dan pengungsian hampir 66.000 orang di Afghanistan bagian timur dan tenggara,” demikian pernyataan IOM.

Badan tersebut juga memperingatkan bahwa perkembangan ini berisiko memperparah kerentanan masyarakat yang sudah menghadapi keterbatasan sumber daya.

Operasi Militer dan Saling Tuduh

Pertempuran terbaru ini disebut sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir antara Afghanistan dan Pakistan. Ketegangan meningkat setelah otoritas Taliban meluncurkan operasi terhadap militer Pakistan di sepanjang Garis Durand sepanjang 2.640 kilometer.

Taliban menyatakan operasi tersebut sebagai respons atas serangan udara mematikan Pakistan pada akhir Februari. Sementara itu, pemerintah Pakistan menyebut serangan mereka bertujuan menghentikan kelompok bersenjata yang menggunakan wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan ke Pakistan.

Penasihat politik Perdana Menteri Pakistan Rana Sanaullah mengatakan kepada Geo TV bahwa sebagian besar target telah tercapai, meskipun operasi masih berlangsung.

“Sebagian besar pusat pelatihan telah dilenyapkan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Islamabad menginginkan “bukti yang dapat diverifikasi” bahwa wilayah Afghanistan tidak lagi digunakan untuk melancarkan serangan.

Klaim Korban dari Kedua Pihak

Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan pasukan Taliban telah menembak jatuh sebuah drone Pakistan dan merebut tujuh pos perbatasan. Pemerintah Afghanistan melaporkan 110 warga sipil tewas, termasuk 65 perempuan dan anak-anak, serta 123 orang lainnya terluka sejak konflik dimulai.

Sementara itu, United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) melaporkan 42 kematian warga sipil. Pakistan belum memberikan komentar resmi terkait laporan korban sipil di Afghanistan.

Afghanistan memperkirakan sekitar 150 tentara Pakistan tewas, sedangkan Pakistan mengklaim lebih dari 430 tentara Afghanistan telah gugur. Hingga kini, klaim korban dari kedua belah pihak belum dapat diverifikasi secara independen.

Ancaman Krisis Pangan dan Penghentian Bantuan

Situasi konflik ini memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah rapuh. World Food Programme (WFP) sebelumnya memperingatkan bahwa lebih dari 46 distrik di Afghanistan telah menghadapi kerawanan pangan parah bahkan sebelum eskalasi pertempuran.

WFP menyatakan terpaksa menangguhkan sementara sejumlah program, termasuk distribusi bantuan pangan darurat, perlindungan sosial, pemberian makanan sekolah, dan program mata pencaharian.

“Sekitar 160.000 orang telah terdampak oleh penangguhan distribusi makanan darurat,” kata badan tersebut.

Kesaksian Warga: Desa Menjadi Kosong

Dampak konflik juga dirasakan langsung oleh warga di daerah perbatasan. Di Provinsi Kunar, seorang buruh berusia 30 tahun bernama Asadullah mengatakan kepada AFP bahwa kekerasan membuat ribuan keluarga meninggalkan desa mereka.

“Ribuan keluarga telah meninggalkan desa Sirkanay,” ujarnya.

Ia menggambarkan situasi desa yang hampir kosong, dengan sebagian rumah hanya ditinggali satu orang untuk menjaga harta benda, sementara anggota keluarga lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Konflik yang terus berlangsung di perbatasan Afghanistan-Pakistan ini tidak hanya meningkatkan ketegangan militer, tetapi juga memperdalam krisis kemanusiaan yang telah lama membayangi masyarakat Afghanistan. (fntv)

Posting Komentar untuk "Hampir 66.000 Warga Afghanistan Mengungsi Akibat Pertempuran Sengit di Perbatasan Pakistan"