Viral Hina Status WNI, Sasetyaningtyas Ternyata Pernah Berseteru dengan Sarah Sechan Soal Sawit
JAKARTA, Framing NewsTV – Nama influencer Sasetyaningtyas menjadi sorotan publik setelah unggahannya yang dinilai merendahkan status warga negara Indonesia (WNI) viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, Tyas—sapaan akrabnya—memamerkan dua paspor Inggris milik anak-anaknya dan menyatakan bahwa cukup dirinya yang menjadi WNI, sementara anak-anaknya tidak perlu. Pernyataan itu memicu gelombang kritik dari warganet, terlebih setelah terungkap bahwa ia pernah menerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Unggahan Paspor dan Reaksi Publik
Kontroversi bermula ketika Tyas mengunggah foto dua paspor Inggris milik anaknya yang lahir di Inggris. Karena kelahiran tersebut, anak-anaknya diakui sebagai warga negara Inggris. Namun, pernyataan Tyas yang menyebut “cukup saya saja yang WNI” memicu kemarahan publik.
Warganet menilai pernyataan itu tidak sensitif dan terkesan merendahkan identitas kebangsaan. Sejumlah pengguna media sosial juga mengungkit latar belakang Tyas yang pernah menerima beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikan di Eropa.
Hingga Minggu (22/2/2026), unggahan tersebut ramai diperbincangkan dan memunculkan perdebatan panjang mengenai nasionalisme dan etika figur publik dalam bermedia sosial.
Pernah Berseteru dengan Sarah Sechan
Di tengah ramainya polemik tersebut, warganet kembali menyoroti jejak digital Tyas. Dua bulan sebelumnya, tepatnya Desember 2025, ia sempat berselisih dengan artis dan presenter Sarah Sechan di platform Threads terkait isu industri kelapa sawit.
Saat itu, Sarah Sechan mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi gorengan dan produk berbasis sawit sebagai langkah kecil menekan deforestasi.
“Mengurangi konsumsi bisa jadi salah satu cara untuk ikut menekan pembukaan lahan baru,” tulis Sarah dalam unggahannya di Threads, Desember 2025.
Namun, Tyas menanggapi secara keras. Ia menyebut ajakan tersebut tidak realistis dan tidak akan menghentikan deforestasi.
“Minyak sawit adalah yang paling efisien karena membutuhkan lahan lebih kecil. Masalahnya ada pada perusahaan yang tidak peduli lingkungan,” tulis Tyas dalam responsnya kala itu.
Tyas bahkan menyebut kampanye penghentian penggunaan minyak sawit sebagai “pahlawan kesiangan” dan menuding adanya buzzer dalam isu tersebut.
Adu Argumen hingga Saling Sindir
Pernyataan Tyas memicu respons balik dari Sarah Sechan. Ia menyayangkan tudingan tersebut dan membantah memiliki kepentingan tertentu.
“Jangan asal tuduh. Kalau berbeda pendapat, diskusi saja tanpa label-label,” balas Sarah melalui akun Threads-nya.
Perseteruan sempat memanas dengan saling sindir di media sosial. Namun, konflik itu akhirnya mereda setelah Tyas menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Sarah menerima permintaan maaf tersebut dan menghapus unggahan terkait perdebatan mereka. Tyas juga menghapus konten yang menyindir Sarah.
Sorotan terhadap Figur Publik
Kasus terbaru ini kembali menempatkan Sasetyaningtyas dalam pusaran kritik publik. Pengamat media sosial menilai figur publik perlu berhati-hati dalam menyampaikan opini, terutama terkait isu sensitif seperti kewarganegaraan dan identitas nasional.
Hingga kini, belum ada pernyataan lanjutan dari Tyas terkait polemik terbarunya. Namun, dinamika ini menunjukkan bagaimana jejak digital dapat kembali mencuat dan membentuk persepsi publik terhadap seorang influencer. (fntv)

Posting Komentar untuk "Viral Hina Status WNI, Sasetyaningtyas Ternyata Pernah Berseteru dengan Sarah Sechan Soal Sawit"