Wapres Gibran Tinjau Longsor di Bandung Barat, Minta Penanganan Korban Jadi Prioritas
JAKARTA, Framing NewsTV — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi longsor di Desa Pasirlungu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (25/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat, proses evakuasi, serta pemenuhan kebutuhan warga terdampak berjalan secara optimal.
Dalam peninjauan itu, Wapres melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan seluruh unsur terkait bekerja maksimal dalam menangani dampak bencana.
Beri Arahan Langsung kepada Tim Penanganan Bencana
Di lokasi longsor, Gibran Rakabuming Raka memberikan pengarahan langsung kepada jajaran pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana. Ia meminta seluruh elemen untuk turun langsung dan memastikan setiap tahapan penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Kita doakan tim yang di lapangan dapat berjalan dengan baik. Kebutuhan warga terdampak harus terpenuhi secara maksimal,” ujar Wapres Gibran di hadapan para petugas dan relawan.
Temui Warga di Posko Darurat
Usai meninjau titik longsor, Wapres Gibran melanjutkan kunjungan ke posko darurat Desa Pasirlungu. Di lokasi tersebut, ia berdialog langsung dengan ratusan warga terdampak yang saat ini mengungsi akibat bencana longsor.
Di hadapan para korban, Wapres secara tegas meminta Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan serta Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail untuk memberikan prioritas penuh terhadap penanganan seluruh korban longsor.
Tekankan Bantuan Tepat Sasaran dan Prioritas Kelompok Rentan
Wapres Gibran menekankan pentingnya distribusi bantuan yang tepat sasaran, mulai dari logistik, makanan, air bersih, hingga perlengkapan darurat. Ia juga meminta perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak-anak, dan lansia.
“Seluruh korban harus mendapat perhatian maksimal. Bantuan harus tepat sasaran dan diprioritaskan bagi kelompok rentan,” tegas Gibran, dikutip dari keterangan di lokasi bencana.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar pelayanan kesehatan bagi para pengungsi diupayakan secara optimal untuk mencegah munculnya penyakit di lokasi pengungsian.
Pemerintah Jamin Bantuan Berkelanjutan
Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran meminta warga untuk tetap bersabar dan memastikan bahwa pemerintah menjamin bantuan akan diberikan secara berkelanjutan hingga kondisi benar-benar pulih.
Ia juga menginstruksikan agar langkah-langkah antisipatif segera disiapkan guna mencegah terulangnya bencana serupa di kemudian hari, terutama di wilayah yang masuk kategori rawan longsor.
Soroti Alih Fungsi Lahan di Wilayah Rawan
Selain penanganan darurat, Wapres Gibran turut menyoroti persoalan alih fungsi lahan di kawasan rawan bencana. Ia meminta para kepala daerah untuk segera menindaklanjuti dan mengevaluasi penggunaan lahan yang berpotensi meningkatkan risiko longsor.
Menurutnya, kebijakan tata ruang yang tidak terkendali dapat memperparah dampak bencana alam, terutama di wilayah dengan kontur tanah yang labil.
Relokasi Warga Harus Disosialisasikan dengan Baik
Terkait rencana relokasi warga, Wapres Gibran meminta agar proses sosialisasi dilakukan secara matang dan humanis. Ia menekankan agar lokasi hunian sementara tidak terlalu jauh dari tempat tinggal asal maupun sumber mata pencarian warga.
Hal tersebut dinilai penting agar kehidupan sosial dan ekonomi warga terdampak tetap dapat berjalan selama masa pemulihan.
Data Sementara Korban Longsor
Berdasarkan data sementara hingga pukul 12.00 WIB, Minggu (25/1/2026), bencana longsor di Desa Pasirlungu mengakibatkan 11 orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 79 warga masih dalam pencarian.
Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor. Proses pencarian dan evakuasi korban hingga kini masih terus dilakukan oleh tim gabungan. (fntv)

Posting Komentar untuk "Wapres Gibran Tinjau Longsor di Bandung Barat, Minta Penanganan Korban Jadi Prioritas"