Trump Dikabarkan Siapkan Rencana Invasi Militer ke Greenland, Denmark dan Eropa Waspada
JAKARTA, Framing NewsTV – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan telah memerintahkan jajaran panglima operasi khusus militer Amerika Serikat untuk menyusun rencana invasi ke Greenland. Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh media Inggris Daily Mail dalam laporannya yang terbit dan dikutip pada Minggu, 11 Januari 2026.
Daily Mail, mengutip sejumlah sumber internal di pemerintahan dan militer AS, menyebutkan bahwa perintah tersebut memicu perdebatan serius di tubuh Pentagon. Sejumlah perwira senior militer AS dilaporkan menolak rencana itu karena dinilai berisiko tinggi dan dapat memicu konflik geopolitik berskala luas.
“Beberapa perwira tinggi militer menentang rencana tersebut, namun penasihat kebijakan Presiden Trump, Stephen Miller, disebut-sebut menjadi pendukung utamanya,” tulis Daily Mail, dikutip 11 Januari 2026.
Eropa Khawatir Langkah Trump Bersifat Politis
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sejumlah pejabat Eropa menyatakan kekhawatiran Trump akan menjalankan rencana itu sebelum pemilihan paruh waktu Kongres Amerika Serikat pada November 2026. Para pejabat Eropa menduga isu Greenland dapat dimanfaatkan sebagai alat konsolidasi politik domestik Trump.
Kekhawatiran itu muncul karena Greenland berada di kawasan strategis Arktik yang selama ini menjadi perhatian global, terutama terkait keamanan, sumber daya alam, dan jalur pelayaran internasional.
Penunjukan Utusan Khusus AS untuk Greenland
Spekulasi rencana invasi semakin menguat setelah Donald Trump menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai Utusan Khusus AS untuk Greenland pada Desember 2025. Penunjukan tersebut dilaporkan oleh kantor berita Sputnik/RIA Novosti.
Dalam keterangannya, Jeff Landry membenarkan bahwa Amerika Serikat memiliki ketertarikan besar terhadap Greenland dan bahkan menyebut adanya rencana menjadikan pulau tersebut bagian dari wilayah AS.
Denmark dan Greenland Tegaskan Penolakan
Menanggapi isu tersebut, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan penolakan tegas terhadap segala bentuk upaya pengambilalihan Greenland.
“Kami memperingatkan semua pihak untuk menghormati integritas teritorial dan kedaulatan Greenland sebagai bagian dari Kerajaan Denmark,” ujar Mette Frederiksen dan Jens-Frederik Nielsen, sebagaimana dikutip Sputnik/RIA Novosti, 11 Januari 2026.
Keduanya menegaskan bahwa masa depan Greenland hanya dapat ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri, bukan oleh tekanan atau kepentingan negara lain.
Status Otonomi dan Nilai Strategis Greenland
Greenland diketahui merupakan koloni Denmark hingga 1953 dan hingga kini masih menjadi bagian dari Kerajaan Denmark. Namun, sejak 2009, wilayah tersebut memperoleh status otonomi luas, yang memberikan kewenangan besar dalam mengatur pemerintahan dan kebijakan domestiknya.
Selain posisinya yang strategis di kawasan Arktik, Greenland juga dikenal memiliki cadangan mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan industri teknologi dan pertahanan global. Wilayah ini juga diperkirakan menyimpan cadangan energi fosil dalam jumlah besar, yang meningkatkan daya tarik geopolitiknya.
Potensi Dampak Global
Jika rencana invasi tersebut benar-benar direalisasikan, para pengamat menilai langkah itu berpotensi memicu ketegangan serius antara Amerika Serikat, Denmark, Uni Eropa, serta negara-negara NATO. Kawasan Arktik yang selama ini relatif stabil dikhawatirkan berubah menjadi arena persaingan kekuatan besar.
Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan konfirmasi resmi terkait laporan Daily Mail tersebut. (fntv)
Sumber:
Daily Mail (11 Januari 2026)
Sputnik / RIA Novosti (11 Januari 2026)

Posting Komentar untuk "Trump Dikabarkan Siapkan Rencana Invasi Militer ke Greenland, Denmark dan Eropa Waspada"