Saudi, Qatar, dan Oman Bujuk Trump Urungkan Serangan ke Iran, Netanyahu Minta Ditunda karena Risiko Konflik Kawasan
JAKARTA, Framing NewsTV — Arab Saudi bersama Qatar dan Oman memimpin upaya diplomatik intensif untuk membujuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak melancarkan serangan militer ke Iran, dengan alasan langkah tersebut berpotensi memicu dampak buruk yang serius bagi stabilitas kawasan Timur Tengah, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga dilaporkan mendesak Washington menunda opsi militer di tengah meningkatnya ketegangan, Jumat (16/1/2026).
Diplomasi Negara Teluk untuk Redam Eskalasi
Dilansir kantor berita AFP dan Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan Arab Saudi, Qatar, dan Oman “memimpin upaya diplomatik yang panjang dan mendesak untuk meyakinkan Presiden Trump agar memberi Iran kesempatan menunjukkan itikad baik.” Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu menegaskan dialog masih terus berlangsung demi menghindari eskalasi yang tidak terkendali.
“Tujuan kami jelas, yaitu menghindari situasi yang tidak terkendali di kawasan ini,” ujar pejabat tersebut kepada AFP.
Peringatan Dampak Buruk Serangan ke Iran
Pejabat Saudi itu juga menyampaikan bahwa Riyadh telah menyampaikan pesan langsung ke Washington terkait konsekuensi serangan.
“Kami memberi tahu Washington bahwa serangan terhadap Iran akan membuka jalan bagi serangkaian dampak buruk yang parah di kawasan itu,” katanya.
Kekhawatiran ini mencakup potensi balasan Iran terhadap kepentingan dan aset Amerika Serikat di Teluk.
Penyesuaian Keamanan AS di Kawasan
Di tengah meningkatnya ketegangan, beberapa personel Amerika Serikat dilaporkan telah dipindahkan dari pangkalan militer utama AS di Qatar. Selain itu, staf misi diplomatik AS di Arab Saudi dan Kuwait diperingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Langkah-langkah ini diambil seiring kekhawatiran atas kemungkinan respons militer Iran terhadap tekanan Washington.
Ancaman dan Perubahan Sikap Trump
Pemerintah AS sebelumnya berulang kali memperingatkan kemungkinan intervensi terhadap tindakan keras otoritas Iran atas demonstran. Iran, pada sisi lain, menyatakan akan membalas dengan menyerang target militer serta kapal pengiriman AS.
Namun, setelah beberapa kali melontarkan ancaman, Trump mengisyaratkan perubahan sikap. Ia menyebut telah menerima jaminan dari “sumber-sumber yang sangat penting di pihak lain” bahwa Iran tidak akan mengeksekusi mati para demonstran.
Pesan Tegas ke Teheran
Seorang pejabat Teluk lainnya menyatakan pesan yang disampaikan kepada Iran juga tegas. “Serangan terhadap fasilitas AS di Teluk akan berdampak langsung pada hubungan Iran dengan negara-negara kawasan,” ujarnya, seperti dikutip AFP.
Netanyahu Desak Penundaan Serangan
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mendesak Trump untuk menunda serangan militer terhadap Iran. Mengutip Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), seorang pejabat senior AS mengatakan kepada The New York Times bahwa Netanyahu meminta penundaan guna menghindari konsekuensi yang lebih luas.
Pejabat AS lainnya kepada Wall Street Journal menilai serangan skala besar kecil kemungkinan menjatuhkan rezim Iran dan justru berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas.
Pertimbangan Militer dan Aset AS
Menurut sumber-sumber tersebut, Amerika Serikat juga membutuhkan tambahan aset militer untuk mengantisipasi serangan balasan Iran, termasuk terhadap pasukan AS di Timur Tengah dan Israel.
Saat ini, AS dilaporkan belum memiliki kapal induk di kawasan dan tengah mengerahkan satu kapal induk dari Laut China Selatan. Awal pekan ini, sebagian personel juga ditarik dari Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, sementara Departemen Luar Negeri AS memperingatkan warga untuk membatasi perjalanan tidak penting ke area tertentu.
Semua Opsi Tetap Terbuka
Meski belum mengambil keputusan akhir, para pejabat AS menegaskan semua opsi masih terbuka. Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menyatakan Trump telah “memperjelas bahwa semua opsi terbuka untuk menghentikan pembantaian” di Iran, sebagaimana dikutip Al Arabiya. (fntv)

Posting Komentar untuk "Saudi, Qatar, dan Oman Bujuk Trump Urungkan Serangan ke Iran, Netanyahu Minta Ditunda karena Risiko Konflik Kawasan"