Putin–MBZ Bahas Kerja Sama Strategis Rusia–UEA dan Isu Timur Tengah di Kremlin
JAKARTA, Framing NewsTV — Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan tiba di Istana Kremlin, Moskow, pada Kamis (29/1/2026) waktu setempat, untuk melakukan pertemuan resmi dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda diplomatik tingkat tinggi antara Rusia dan Uni Emirat Arab yang terus memperkuat kemitraan strategis kedua negara.
Setibanya di kompleks Istana Kremlin, Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan disambut secara resmi oleh jajaran pejabat tinggi Rusia. Penyambutan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehormatan dan mencerminkan eratnya hubungan diplomatik yang telah terjalin lama antara Moskow dan Abu Dhabi.
Presiden UEA kemudian berjalan bersama rombongan menuju bagian utama Istana Kremlin. Dengan diiringi protokol kenegaraan, Mohamed bin Zayed Al Nahyan menaiki tangga Istana menuju Aula St. George, salah satu aula paling bergengsi di Kremlin yang kerap digunakan untuk acara-acara kenegaraan penting dan penyambutan tamu negara.
Aula St. George dikenal sebagai simbol kebesaran negara Rusia dan sering menjadi lokasi upacara resmi tingkat tinggi, termasuk pertemuan bilateral, penandatanganan dokumen strategis, serta penyambutan kepala negara sahabat. Kehadiran Presiden UEA di aula tersebut menegaskan status kunjungannya sebagai kunjungan resmi kenegaraan.
Kunjungan ini juga dipandang sebagai momentum penting untuk memperdalam dialog politik Rusia–UEA, seiring meningkatnya peran kedua negara dalam dinamika geopolitik global dan kawasan Timur Tengah.
Pertemuan ini juga menandai penguatan kemitraan strategis Rusia–UEA sekaligus membahas dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah dan isu internasional global.
Informasi tersebut disampaikan melalui media resmi pemerintah Rusia, en.kremlin.ru, yang melaporkan bahwa pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kehormatan kenegaraan.
Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan disambut secara resmi oleh Presiden Vladimir Putin dalam upacara kenegaraan yang digelar di Aula St. George, Istana Kremlin Agung. Upacara tersebut dihadiri oleh delegasi tinggi dari kedua negara.
Rangkaian penyambutan meliputi sesi foto resmi serta pemutaran lagu kebangsaan Rusia dan Uni Emirat Arab sebagai simbol hubungan diplomatik yang telah terjalin erat selama puluhan tahun.
Pembicaraan bilateral Rusia–UEA diawali dalam format pertemuan yang diperluas dengan melibatkan delegasi dari kedua negara. Setelah itu, Presiden Vladimir Putin dan Presiden Mohamed bin Zayed melanjutkan dialog dalam format empat mata yang dikemas dalam suasana sarapan resmi.
Agenda utama pembahasan mencakup kerja sama ekonomi, investasi, energi, teknologi, pendidikan, serta koordinasi sikap dalam isu-isu internasional, khususnya situasi di Timur Tengah dan konflik global.
Dalam pernyataan pembukaannya, Presiden Vladimir Putin menyampaikan apresiasi mendalam terhadap hubungan bilateral Rusia–UEA yang terus berkembang.
“Tahun ini kita memperingati 55 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara negara kita. Kami sangat menghargai kontribusi pribadi Yang Mulia dalam memperkuat kemitraan strategis Rusia–UEA yang beragam, saling menguntungkan, dan berkembang secara dinamis,” ujar Putin, dikutip dari en.kremlin.ru.
Putin menekankan bahwa dialog politik antara kedua negara telah terbangun kuat di berbagai level, mulai dari pemerintahan, parlemen, kementerian, hingga komunitas bisnis.
Putin menyebut Uni Emirat Arab sebagai salah satu mitra dagang terpenting Rusia di kawasan dunia Arab. Nilai perdagangan bilateral Rusia–UEA tercatat terus mengalami pertumbuhan yang konsisten.
“Komisi antar pemerintah kami bertemu di Dubai sebulan lalu, bersamaan dengan Forum Bisnis Rusia–Emirates pertama. Dana Investasi Langsung Rusia dan Yayasan Mubadala telah melaksanakan lebih dari 60 proyek bersama,” ungkap Putin.
Selain itu, kerja sama di bidang teknologi tinggi dan industri juga mengalami kemajuan signifikan, termasuk ekspansi layanan perusahaan teknologi Rusia, Yandex, ke pasar UEA serta pengembangan inisiatif strategis di sektor energi.
Presiden Rusia juga menyoroti eratnya hubungan kemanusiaan kedua negara. Pada November sebelumnya, UEA menjadi tuan rumah Hari Kebudayaan Rusia, yang memperkuat pertukaran budaya antarbangsa.
Putin mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan Rusia ke UEA terus meningkat.
“Dalam sembilan bulan pertama tahun 2025 saja, jumlah wisatawan Rusia ke UEA mencapai 1,5 juta orang, meningkat 18 persen,” kata Putin.
Di bidang pendidikan, pusat kerja sama Rusia–UEA telah beroperasi di Gimnasium Primakov di Wilayah Moskow, sementara sejumlah institusi pendidikan Rusia juga membuka cabang di Uni Emirat Arab.
Dalam konteks geopolitik global, Putin menyampaikan apresiasi atas peran aktif UEA dalam isu kemanusiaan terkait konflik Ukraina, termasuk fasilitasi pertukaran tahanan.
“Kami sangat menghargai kontribusi UEA dalam memfasilitasi pertukaran tahanan serta penyelenggaraan pertemuan trilateral di Abu Dhabi,” ujar Putin.
Selain itu, kedua pemimpin membahas perkembangan konflik Palestina–Israel, khususnya upaya perbaikan situasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan pentingnya solusi dua negara.
“Penyelesaian pembentukan negara Palestina yang layak adalah kunci stabilitas jangka panjang di kawasan,” tegas Putin.
Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan Presiden Putin serta menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat kemitraan bilateral.
“Hubungan UEA dan Rusia dibangun di atas kerja sama yang kuat selama lebih dari lima dekade, dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan di sektor ekonomi, energi, investasi, perdagangan, dan teknologi,” ujar MBZ, dikutip dari en.kremlin.ru.
Ia juga menyoroti pentingnya perjanjian perdagangan jasa dan investasi yang ditandatangani sebelumnya serta Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara UEA dan Uni Ekonomi Eurasia.
Presiden MBZ menegaskan dukungan penuh UEA terhadap penyelesaian konflik secara politik dan diplomatik, termasuk dalam konflik Rusia–Ukraina.
“UEA sepenuhnya mendukung semua upaya yang bertujuan menemukan solusi damai demi stabilitas regional dan internasional,” kata MBZ.
Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan kedua pemimpin untuk melanjutkan diskusi dalam format kerja yang lebih tertutup.
Usai pertemuan bilateral, Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan resmi mengakhiri kunjungan kenegaraannya ke Rusia.
Dalam momen perpisahan, Presiden Rusia Vladimir Putin sempat melontarkan pertanyaan bernuansa personal kepada Sheikh Mohamed. Putin menyinggung mantel yang pernah ia berikan kepada pemimpin UEA tersebut saat kunjungannya ke St. Petersburg pada tahun 2022.
Menanggapi hal itu, Sheikh Mohamed bin Zayed menjawab bahwa dirinya memang tengah mengenakan mantel yang sama. Percakapan singkat dan hangat tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Pers Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov. (fntv)

Posting Komentar untuk "Putin–MBZ Bahas Kerja Sama Strategis Rusia–UEA dan Isu Timur Tengah di Kremlin"