Prabowo Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Harus Disertai Pemerataan Kesejahteraan
JAKARTA, Framing NewsTV – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak boleh hanya berorientasi pada angka statistik semata, tetapi harus berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Penekanan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai pemerataan justru berpotensi menciptakan kesenjangan sosial. Menurutnya, pembangunan harus dirancang agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga lapisan masyarakat paling bawah.
“Saudara-saudara, pertumbuhan harus disertai oleh pemerataan. Suatu sistem yang tidak cepat, tapi harus diusahakan dan diperjuangkan,” ujar Prabowo, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (12/1/2026).
Tujuan Bernegara adalah Kesejahteraan Rakyat
Presiden Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah untuk menghadirkan kesejahteraan dan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat. Hal tersebut, kata dia, telah secara tegas dirumuskan oleh para pendiri bangsa dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Kita harus memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Melindungi dari apa? Dari ancaman kelaparan, kemiskinan, penderitaan, dan penyakit. Inilah tujuan kita merdeka,” tegas Prabowo.
Ia menilai, kemerdekaan Indonesia tidak boleh dimaknai sekadar bebas dari penjajahan, melainkan harus diwujudkan melalui keadilan sosial dan pemerataan hasil pembangunan.
Refleksi Sejarah dan Tantangan Pembangunan
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung sejarah panjang bangsa Indonesia yang pernah mengalami masa penjajahan, di mana sebagian besar rakyat hidup dalam kondisi serba kekurangan. Setelah merdeka, pembangunan mulai digalakkan di berbagai sektor, namun tantangan pemerataan masih menjadi pekerjaan besar hingga saat ini.
Menurut Prabowo, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak otomatis menjamin kesejahteraan rakyat jika tidak disertai keberanian para pemimpin untuk mengevaluasi dampaknya secara jujur.
“Kalau kita hanya mengejar pertumbuhan dan tidak berani melihat, apakah pertumbuhan ini benar-benar dirasakan oleh rakyat yang paling bawah, di situlah tugas para pemimpin. Kita harus berani melihat kekurangan kita dan berani mengambil langkah,” ujarnya.
Sekolah Rakyat sebagai Instrumen Pemerataan
Prabowo menilai program Sekolah Rakyat sebagai salah satu instrumen penting untuk memastikan pemerataan pembangunan, khususnya di bidang pendidikan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, yang berperan aktif dalam menyukseskan program tersebut.
“Ini bukti kita berbuat. Anak-anak yang tadinya mungkin sulit sekolah, sekarang punya harapan. Saya terus terang terkesima melihat anak-anak hari ini, ada yang bisa berpidato dalam beberapa bahasa. Ini luar biasa,” kata Prabowo.
Ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi unggul Indonesia yang memiliki daya saing global, sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan sosial.
Menuju Indonesia yang Lebih Adil dan Berdaya Saing
Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Menurutnya, pembangunan yang berhasil bukan hanya tercermin dari angka pertumbuhan, tetapi dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat secara merata.
Program Sekolah Rakyat, kata Prabowo, merupakan langkah konkret pemerintah dalam memastikan bahwa tidak ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. (fntv)

Posting Komentar untuk "Prabowo Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Harus Disertai Pemerataan Kesejahteraan"