Prabowo Ungkap “Masa Magang” di Era Jokowi dan Kelakar soal Luhut: Empat Kali Pemilu, Tiga Kali Kalah
JAKARTA, Framing NewsTV - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa masa jabatannya sebagai Menteri Pertahanan pada era pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo merupakan periode pembelajaran penting sebelum dirinya memimpin Indonesia. Prabowo menyebut pengalaman tersebut sebagai “masa magang” yang memberinya pemahaman langsung mengenai jalannya kekuasaan eksekutif dan tata kelola pemerintahan nasional. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pada Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Senayan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo mengaku bersyukur karena diberi kesempatan bergabung dalam kabinet Jokowi, meskipun pada Pemilihan Presiden 2019 ia merupakan rival politik utama. Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, keputusan Jokowi merangkul lawan politiknya menunjukkan kedewasaan demokrasi sekaligus semangat persatuan nasional.
“Saya bersyukur saya mendapat kesempatan, saya diajak bergabung dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo,” ujar Prabowo di hadapan ribuan hadirin.
Prabowo menilai lima tahun menjabat sebagai Menteri Pertahanan bukan sekadar posisi strategis, melainkan ruang belajar yang sangat berharga. Ia mengaku selama periode tersebut banyak mempelajari mekanisme pengambilan kebijakan, koordinasi lintas kementerian, hingga dinamika kepemimpinan di tingkat nasional.
“Bagi saya lima tahun itu adalah semacam masa magang, masa pembelajaran,” tutur Prabowo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Jokowi yang dinilainya memiliki pandangan luas dengan mengajak lawan politik masuk ke kabinet. Prabowo bahkan mengaku memiliki sikap yang sama. Menurutnya, jika ia memenangkan Pilpres 2019, langkah serupa juga akan ia ambil demi stabilitas dan persatuan bangsa.
“Saya katakan, seandainya saya menang, sebagian besar kabinet itu pasti saya ajak membantu saya,” ungkap Prabowo.
Pernyataan tersebut, kata Prabowo, kini telah dibuktikannya setelah resmi menjabat sebagai Presiden RI. Ia menegaskan bahwa Kabinet Merah Putih yang dipimpinnya saat ini juga diisi oleh sejumlah menteri yang sebelumnya bertugas di Kabinet Indonesia Maju era Jokowi. Hal itu dianggapnya sebagai kesinambungan kebijakan sekaligus bukti kesamaan pandangan antara dirinya dan Jokowi dalam mengelola pemerintahan.
“Itu terbukti, begitu saya menjadi presiden, banyak dari mereka yang saya ajak,” kata Prabowo.
Selain membahas perjalanan politik dan pemerintahannya, Prabowo juga menyinggung pengalaman pahitnya kalah dalam kontestasi politik nasional. Ia mengingatkan bahwa dirinya telah empat kali mengikuti pemilihan umum tingkat nasional, yakni Pilpres 2009 sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri, serta Pilpres 2014 dan 2019 sebagai calon presiden melawan Jokowi. Dari empat kali ikut pemilu tersebut, Prabowo mengakui tiga kali mengalami kekalahan.
Namun, pengalaman itu disampaikan Prabowo dengan nada santai dan diselingi humor. Ia berkelakar bahwa salah satu penyebab kekalahannya adalah tidak mendapat dukungan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan, yang dikenal sebagai pendukung Jokowi dan menjabat berbagai posisi strategis di kabinet sebelumnya.
“Empat kali ikut Pemilu, tiga kali kalah. Soalnya waktu itu Pak Luhut enggak dukung saya sih,” kata Prabowo berseloroh, yang disambut tawa hadirin.
Melalui pidato tersebut, Prabowo ingin menegaskan bahwa perjalanan politik penuh dinamika, kekalahan, dan pembelajaran. Ia menilai pengalaman kalah justru membentuk kedewasaan dalam memimpin serta memperkuat komitmen untuk merangkul semua pihak demi kepentingan bangsa. Prabowo menutup pesannya dengan menekankan pentingnya persatuan nasional dan kerja bersama dalam membangun Indonesia ke depan. (fntv)

Posting Komentar untuk "Prabowo Ungkap “Masa Magang” di Era Jokowi dan Kelakar soal Luhut: Empat Kali Pemilu, Tiga Kali Kalah"