Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prabowo Singgung Orang Pintar tapi Serakah di RI: Atur Impor demi Untung Pribadi

JAKARTA, Framing NewsTV – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap praktik pengelolaan energi dan impor yang dinilai merugikan kepentingan rakyat. Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung adanya pihak-pihak yang disebutnya pintar, namun serakah karena mengatur impor dari luar negeri demi keuntungan pribadi.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2026, sebagaimana disiarkan langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden.

“Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti ya, orang-orang Indonesia yang pintar-pintar, pintar tapi serakah, mengatur mau impor dari luar. Dengan impor dari luar, dia manipulasi harga dan dia kutip, sehingga ada pihak sekelompok orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat,” tegas Prabowo Subianto.

Akui Masalah Tata Kelola Energi

Prabowo secara terbuka mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir masyarakat merasakan dampak dari kesalahan manajemen dan praktik tidak sehat dalam pengelolaan sektor energi, khususnya di tubuh PT Pertamina dan sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).

Menurut Kepala Negara, persoalan tersebut tidak boleh lagi ditutup-tutupi karena berpengaruh langsung terhadap harga energi, beban subsidi negara, serta daya beli masyarakat.

“Ini harus kita akui. Kalau kita mau jujur, ada kesalahan manajemen dan permainan yang tidak sehat. Dan ini harus kita hentikan,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Tekad Bersih-bersih Pertamina

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh dan bersih-bersih di tubuh Pertamina. Ia menyebut secara khusus penunjukan Simon Aloysius sebagai Direktur Utama Pertamina merupakan bagian dari upaya reformasi tata kelola perusahaan pelat merah tersebut.

Prabowo mengaku memberikan pesan tegas kepada Simon dan jajaran direksi agar tidak menyalahgunakan jabatan.

“Saya angkat Saudara Simon Aloysius dengan beberapa anak-anak muda, dan saya beri tugas, jangan korupsi,” ujar Prabowo.

Ia juga mengingatkan bahwa posisi Direktur Utama Pertamina sangat strategis karena mengelola perusahaan dengan nilai aset yang sangat besar.

“Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina sangat strategis. Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan yang nilainya sekitar USD 100 miliar,” lanjutnya.

Wewenang Penuh untuk Menindak Pejabat Bermasalah

Presiden Prabowo menegaskan dirinya memberikan wewenang penuh kepada pimpinan Pertamina untuk menindak tegas jajaran yang dinilai bermasalah, tanpa pandang bulu. Ia bahkan meminta agar pejabat yang tidak berintegritas segera dicopot.

“Godaan akan banyak, tapi Saudara harus teguh. Saya kasih wewenang seluas-luasnya. Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat. Jangan ragu-ragu,” tegas Prabowo.

Menurutnya, demi kepentingan bangsa dan rakyat, pimpinan Pertamina harus berani mengambil keputusan keras, termasuk mengganti pejabat dengan talenta muda yang berintegritas.

“Demi bangsa dan rakyat harus tega. Banyak anak muda yang hebat-hebat, cari,” ucapnya.

Dorong Pemerintahan Bersih dan Amanah

Menutup pidatonya, Prabowo kembali menekankan tekad pemerintahannya untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih, manajemen yang amanah, serta pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada rakyat.

Ia menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk memperkaya segelintir elite.

“Ini tekad kita semua. Mari kita hasilkan untuk rakyat kita pemerintahan yang bersih, manajemen yang amanah, dan mengelola sumber kekayaan bangsa dengan sebaik-baiknya,” pungkas Prabowo. (fntv)

Posting Komentar untuk "Prabowo Singgung Orang Pintar tapi Serakah di RI: Atur Impor demi Untung Pribadi"