Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Presiden Prabowo Mengoreksi Desain dan Fungsi IKN: OIKN dan Kementerian PU diminta Percepat Perbaikan

JAKARTA, Framing NewsTV – Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah koreksi terhadap desain dan fungsi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, saat melakukan kunjungan perdananya ke kawasan IKN pada Senin (12/1/2026) petang. Koreksi tersebut disampaikan langsung kepada jajaran terkait setelah Presiden menerima laporan perkembangan pembangunan di kawasan ibu kota baru.

Kunjungan tersebut menjadi agenda penting Presiden Prabowo untuk memastikan arah pembangunan IKN tetap selaras dengan visi pemerintahannya, khususnya terkait percepatan dan optimalisasi fungsi ibu kota negara.

Presiden Terima Paparan Progres Pembangunan IKN

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden Prabowo tiba di IKN bersama sejumlah menteri dan menerima pembaruan langsung dari Kepala Otorita IKN (OIKN) mengenai progres pembangunan.

“Tadi malam beliau mendarat di IKN bersama dengan beberapa menteri untuk tadi pagi mendapatkan update dari Ketua OIKN berkenaan dengan progres pembangunan Ibu Kota Nusantara kita,” ujar Prasetyo Hadi kepada awak media usai mendampingi Presiden meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).

Menurut Prasetyo, laporan tersebut mencakup perkembangan infrastruktur utama, perencanaan kawasan pemerintahan, serta kesiapan fungsi-fungsi strategis IKN ke depan.

Dua Catatan Utama: Desain dan Fungsi

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan dua catatan penting yang menjadi perhatian utama, yakni terkait desain dan fungsi IKN. Prasetyo menyebut, koreksi itu disampaikan secara langsung agar segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

“Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap, pertama misalnya mengenai desain, kedua mengenai fungsi,” kata Prasetyo.

Ia menambahkan, Presiden meminta agar desain kawasan IKN tidak hanya mengedepankan aspek estetika, tetapi juga harus fungsional dan mendukung peran ibu kota negara secara menyeluruh.

OIKN dan Kementerian PU Diminta Melakukan Perbaikan

Prasetyo mengungkapkan, Presiden Prabowo secara khusus meminta Otorita IKN dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk terus melakukan perbaikan terhadap desain dan fungsi pembangunan IKN.

“Diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” ucap Prasetyo.

Sejak awal masa pemerintahannya, Presiden Prabowo disebut menaruh perhatian besar pada percepatan pembangunan IKN agar dapat segera berfungsi sesuai perencanaan nasional.

Target IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028

Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa IKN direncanakan menjadi ibu kota politik Indonesia. Pemerintah menargetkan pada 2028, gedung-gedung lembaga legislatif dan yudikatif sudah berdiri dan dapat difungsikan.

Menurutnya, koreksi Presiden Prabowo berkaitan erat dengan upaya memastikan tiga fungsi utama pemerintahan—eksekutif, legislatif, dan yudikatif—dapat berjalan optimal di IKN.

“Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan, ya. Supaya tiga fungsi bisa segera selesai. Sementara begitu,” jelas Prasetyo.

Rincian Koreksi Belum Diungkap ke Publik

Meski demikian, Prasetyo belum merinci secara detail aspek desain dan fungsi apa saja yang dikoreksi oleh Presiden Prabowo. Ia menyebut, hal tersebut masih dalam tahap pembahasan internal antara Presiden, OIKN, dan kementerian teknis terkait.

Namun, ia menegaskan bahwa arahan Presiden menjadi pedoman penting agar pembangunan IKN tidak hanya cepat secara fisik, tetapi juga tepat secara fungsi dan perencanaan jangka panjang.

Kunjungan perdana ini menandai komitmen Presiden Prabowo untuk mengawal langsung pembangunan IKN sebagai proyek strategis nasional yang akan menentukan wajah pemerintahan Indonesia di masa depan. (fntv)

Posting Komentar untuk "Presiden Prabowo Mengoreksi Desain dan Fungsi IKN: OIKN dan Kementerian PU diminta Percepat Perbaikan"