Posko SAR Gabungan Pencarian ATR 42-500 di Bulusaraung Resmi Dibubarkan
JAKARTA, Framing NewsTV — Posko SAR Gabungan pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi dibubarkan pada Jumat sore, 23 Januari 2026. Pembubaran posko menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasi pencarian dan evakuasi korban yang telah berlangsung selama 7 hari.
Keputusan penutupan posko dilakukan setelah tim SAR gabungan memastikan seluruh korban pesawat berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lokasi kejadian.
Pembongkaran Tenda Posko Dilakukan Sore Hari
Pembongkaran tenda utama Posko SAR Gabungan yang berlokasi di samping Kantor Desa Tompo Bulu dilakukan sekitar pukul 16.40 WITA. Sejumlah personel gabungan dari berbagai unsur terlihat mulai membereskan peralatan, logistik, serta perlengkapan operasi sebelum kembali ke satuan masing-masing.
Aktivitas pembongkaran posko membuat kawasan sekitar Kantor Desa Tompo Bulu tampak ramai. Personel SAR tampak hilir mudik membawa perlengkapan, sementara sebagian lainnya melakukan pengecekan akhir untuk memastikan tidak ada peralatan yang tertinggal.
Momen Kebersamaan Tim SAR Selama Operasi
Di sela-sela pembongkaran posko, sejumlah personel SAR juga terlihat mengabadikan momen kebersamaan dengan berfoto bersama. Momen tersebut menjadi simbol kekompakan dan solidaritas lintas instansi yang terbangun selama 7 hari operasi pencarian di medan pegunungan yang ekstrem.
Kebersamaan tersebut mencerminkan kerja keras dan dedikasi seluruh tim dalam menjalankan misi kemanusiaan untuk menemukan para korban pesawat ATR 42-500.
Apel Gabungan Penutupan Operasi SAR
Pada pukul 17.13 WITA, apel gabungan digelar sebagai bagian dari rangkaian penutupan operasi pencarian. Apel diikuti seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga unsur masyarakat setempat.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa penutupan operasi pencarian secara resmi dilakukan oleh Kepala Basarnas RI di Makassar.
“Penutupan operasi SAR ini dilakukan setelah seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. Operasi dinyatakan selesai secara resmi oleh Kepala Basarnas RI,” ujar Andi Sultan dalam keterangannya.
Apresiasi untuk Tim SAR dan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Andi Sultan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel SAR gabungan atas dedikasi dan kerja keras selama operasi berlangsung.
“Terima kasih kepada semua tim. Ini adalah hasil kerja tim yang solid. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kecamatan Ballocci, Pemerintah Desa Tompo Bulu, dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh,” kata Andi Sultan.
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada warga setempat yang membantu kebutuhan logistik tim SAR selama berada di lokasi operasi.
“Terima kasih kepada ibu-ibu yang selama beberapa hari ini rela meluangkan waktunya untuk memasak dan membantu kebutuhan tim SAR gabungan,” ujarnya.
Seluruh Penumpang ATR 42-500 Telah Ditemukan
Dengan dibubarkannya posko SAR gabungan, rangkaian operasi pencarian pesawat ATR 42-500 secara resmi dinyatakan berakhir. Sebelumnya, tim SAR gabungan kembali menemukan 2 jasad penumpang pesawat yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung.
Dengan penemuan tersebut, total jasad korban yang berhasil ditemukan mencapai 10 orang. Jumlah ini sesuai dengan data manifes penumpang pesawat ATR 42-500, sehingga dipastikan seluruh penumpang telah ditemukan.
Pemerintah dan seluruh unsur SAR memastikan proses evakuasi, identifikasi, dan penanganan korban dilakukan secara maksimal dan profesional sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam misi kemanusiaan. (fntv)

Posting Komentar untuk "Posko SAR Gabungan Pencarian ATR 42-500 di Bulusaraung Resmi Dibubarkan"