Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pramugari Esther Aprilita Jadi Korban Ketiga Pesawat ATR 42-500 yang Teridentifikasi

JAKARTA, Framing NewsTV — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Korban ketiga yang berhasil diidentifikasi adalah pramugari pesawat bernama Esther Aprilita.

Identifikasi ini menambah daftar korban yang telah dipastikan identitasnya sejak proses evakuasi jenazah dilakukan oleh tim SAR gabungan dan diserahkan ke DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan.

Identifikasi Melalui Sidik Jari dan Data Medis

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol Muh Haris, menyampaikan bahwa Esther Aprilita teridentifikasi melalui metode ilmiah yang valid dan berlapis.

“Teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis yang cocok dengan nomor ante mortem 002 atas nama Esther Aprilita,” ujar Muh Haris dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat, 23 Januari 2026.

Menurutnya, proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data ante mortem yang diperoleh dari keluarga dengan data post mortem yang dikumpulkan tim forensik.

Terima Tujuh Kantong Jenazah dari Basarnas

Hasil identifikasi tersebut disampaikan Muh Haris di sela prosesi serah terima tujuh kantong jenazah dari Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada Tim DVI Polri. Serah terima tersebut diterima oleh DVI yang diwakili langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.

Dalam pencatatan DVI, kantong jenazah Esther Aprilita teregister dengan nomor PM 62 B 04. Korban diketahui beralamat di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Jadi hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total tiga korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500,” kata Muh Haris.

Kondisi Jenazah Masih Utuh

Sementara itu, Kepala Pusat Identifikasi (Kapusident) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mashudi, menjelaskan bahwa proses identifikasi terhadap Esther Aprilita dapat dilakukan relatif cepat karena kondisi jenazah yang masih baik.

“Kondisinya masih bagus, sehingga tangan atau sidik jarinya masih bisa terbaca dengan jelas,” ujar Brigjen Pol Mashudi.

Ia menambahkan bahwa keutuhan kondisi jenazah sangat membantu tim DVI dalam memastikan identitas korban secara akurat dan sesuai prosedur forensik.

Tiga Korban dari Sepuluh Manifes Telah Teridentifikasi

Berdasarkan data manifes pesawat ATR 42-500 yang berjumlah 10 orang, hingga saat ini tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 3 korban. Mereka adalah pramugari Florencia Lolita Wibisono, penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Deden Maulana, serta pramugari Esther Aprilita.

Sementara itu, 7 jenazah korban lainnya telah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dan kini berada di DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk menjalani proses identifikasi lanjutan.

Proses Identifikasi Tujuh Jenazah Masih Berlangsung

Tim DVI Polri saat ini masih melakukan proses identifikasi terhadap tujuh kantong jenazah yang telah diterima. Proses tersebut meliputi pemeriksaan sidik jari, odontologi forensik, DNA, serta pencocokan properti dan data medis korban.

Pihak kepolisian memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai standar internasional agar hasil identifikasi dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hukum, sebelum diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing korban. (fntv)

Posting Komentar untuk "Pramugari Esther Aprilita Jadi Korban Ketiga Pesawat ATR 42-500 yang Teridentifikasi"