IRGC Siaga Penuh Hadapi Ancaman AS: “Lebih Siap dari Sebelumnya, Jari di Pelatuk”
JAKARTA, Framing NewsTV — Korps Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyatakan kesiapan penuh menghadapi potensi serangan Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan gelombang demonstrasi internal di Iran. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Komandan IRGC Jenderal Mohammad Pakpour pada Sabtu (25/1/2026), menyusul dugaan ancaman militer AS yang disebut-sebut akan segera dilancarkan.
IRGC menegaskan bahwa mereka berada dalam kondisi kesiapsiagaan tertinggi dan siap menjalankan perintah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, kapan pun diperlukan.
IRGC: Lebih Siap dari Sebelumnya
Dalam pernyataannya yang dikutip oleh Nournews, media yang dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Iran, Jenderal Mohammad Pakpour mengingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan kesalahan kalkulasi strategis. Ia menegaskan bahwa kekuatan militer Iran, khususnya IRGC, berada dalam posisi siaga penuh.
“Pasukan kami lebih siap dari sebelumnya dan jari berada di pelatuk. IRGC dan rakyat Iran siap mengeksekusi setiap instruksi dari Pemimpin Tertinggi,” ujar Pakpour, sebagaimana dilaporkan Nournews melalui kanal Telegram resminya, Sabtu (25/1/2026).
Pakpour juga menekankan bahwa ancaman eksternal justru memperkuat konsolidasi internal Iran, baik di kalangan militer maupun masyarakat sipil.
Ketegangan Meningkat Seiring Merapatnya Armada AS
Pernyataan keras IRGC muncul di tengah laporan semakin merapatnya armada laut Amerika Serikat ke kawasan Teluk. Langkah ini sebelumnya dikonfirmasi langsung oleh Presiden AS Donald Trump, yang mengaku telah mengerahkan kapal-kapal perang sebagai langkah antisipasi.
“Kami punya armada kapal besar menuju arah sana dan mungkin kami tidak akan menggunakannya,” kata Trump pada Kamis (22/1/2026).
Trump sebelumnya juga berulang kali menyampaikan peringatan kepada Teheran terkait dua garis merah yang tidak boleh dilanggar, yakni pembunuhan terhadap demonstran dan eksekusi massal terhadap para pemrotes yang ditangkap aparat keamanan Iran.
Klaim Trump soal Eksekusi Demonstran Dibantah Iran
Pekan lalu, Trump mengklaim telah menunda atau membatalkan rencana serangan ke Iran setelah Teheran disebut tidak jadi mengeksekusi mati sekitar 800 demonstran yang ditahan. Namun, klaim tersebut dibantah keras oleh otoritas Iran.
Jaksa Tinggi Iran, Mohammad Movahedi, menegaskan bahwa negaranya tidak pernah merencanakan eksekusi mati tanpa melalui proses hukum yang sah.
“Iran tidak pernah memiliki rencana mengeksekusi tahanan tanpa proses peradilan,” ujar Movahedi, menanggapi pernyataan Presiden AS.
Militer Iran Serukan Persatuan Hadapi Ancaman AS
Tidak hanya IRGC, para komandan senior militer Iran lainnya juga menegaskan pentingnya persatuan internal di tengah meningkatnya ancaman eksternal. Kantor berita Fars melaporkan bahwa Komandan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran, Ali Jahanshahi, menekankan bahwa soliditas antarlembaga militer menjadi kunci utama menghadapi tekanan dari luar.
“Persatuan di antara angkatan bersenjata adalah kunci untuk menggagalkan musuh dalam situasi krisis,” kata Jahanshahi.
“Angkatan bersenjata harus bertindak sebagai satu kesatuan agar musuh merasa tidak berdaya saat menghadapinya,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa Pasukan Darat Angkatan Darat Iran akan berdiri bahu-membahu dengan Pasukan Darat IRGC demi mempertahankan kedaulatan negara.
IRGC Tegaskan Siap Bertahan Hingga Akhir
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Komandan Pasukan Darat IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Karami. Ia menilai sinergi antarangkatan bersenjata Iran selama ini telah berhasil menggagalkan berbagai rencana musuh.
“Sinergi yang ada di antara angkatan bersenjata merupakan aset berharga yang harus dijaga dan diperkuat dengan sungguh-sungguh,” kata Karami.
Karami menambahkan, Iran tidak akan menghindari pengorbanan apa pun demi mempertahankan wilayah dan kedaulatan nasional, bahkan hingga titik darah penghabisan. (fntv)

Posting Komentar untuk "IRGC Siaga Penuh Hadapi Ancaman AS: “Lebih Siap dari Sebelumnya, Jari di Pelatuk”"