Iran Desak Donald Trump Ditangkap! Pejabat Teheran: Harus Diperlakukan Sama Seperti Maduro
TEHERAN, Framing NewsTV — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah seorang pejabat senior Iran secara terbuka menyerukan penangkapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas sikap keras Washington terhadap gelombang protes anti-pemerintah yang melanda sejumlah kota di Iran.
Pernyataan kontroversial itu disampaikan oleh Hassan Rahimpour Azghadi, anggota Dewan Tertinggi Revolusi Kebudayaan Iran, yang menilai Trump harus diperlakukan sama seperti Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang sebelumnya ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat.
“Iran harus melakukan terhadap Trump apa yang mereka lakukan terhadap Maduro. Trump harus membayar harganya selama atau bahkan setelah masa kepresidenannya, dan saya pribadi berharap Trump akan ditangkap,” ujar Azghadi, seperti dilansir Iran International, Jumat, 10 Januari 2026.
Azghadi juga melontarkan pernyataan bernada keras terkait kemungkinan tindakan balasan terhadap kepentingan Amerika Serikat di berbagai wilayah dunia. Ia menyebut bahwa tekanan dan ancaman dari Washington dapat memicu reaksi ekstrem dari pihak Iran.
Respons atas Sikap Trump terhadap Protes di Iran
Seruan tersebut tidak lepas dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut Iran tengah berada dalam “masalah besar” menyusul meluasnya aksi demonstrasi. Trump menilai protes itu sebagai bentuk kemarahan rakyat terhadap perlakuan buruk pemerintahnya sendiri.
“Iran dalam masalah besar. Menurut saya, rakyat telah mengambil alih kota-kota yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan,” kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip Iran International dan sejumlah media AS, Jumat (10/1/2026).
Trump juga memperingatkan pemerintah Iran agar tidak menggunakan kekerasan terhadap para demonstran. Ia menegaskan Amerika Serikat siap bertindak jika terjadi pembunuhan massal terhadap warga sipil.
“Kami mengamati situasi ini dengan sangat cermat. Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang mereka lakukan di masa lalu, kami akan terlibat dan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka,” ujar Trump.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa ancaman tersebut tidak berarti pengerahan pasukan darat, melainkan tekanan militer terbatas jika diperlukan.
Kekhawatiran Pelanggaran HAM dan Pemadaman Informasi
Di tengah eskalasi retorika politik tersebut, kekhawatiran internasional terhadap kondisi hak asasi manusia di Iran terus meningkat. Peraih Nobel Perdamaian asal Iran, Shirin Ebadi, memperingatkan bahwa pemadaman komunikasi yang diberlakukan pemerintah berpotensi digunakan untuk menutupi tindakan represif terhadap warga sipil.
“Malam ini saya merasa terdorong untuk berbicara dengan sangat mendesak. Ada indikasi yang dapat dipercaya bahwa Republik Islam mungkin akan mencoba mengubah malam ini menjadi pembantaian di bawah kedok pemadaman komunikasi,” kata Ebadi dalam pernyataannya, seperti dilaporkan Iran International, Jumat (10/1/2026).
Ebadi menegaskan bahwa pemutusan internet dan jaringan komunikasi bukanlah kegagalan teknis, melainkan strategi untuk membatasi informasi.
“Rakyat Iran turun ke jalan secara damai, tetapi mereka disambut dengan tembakan. Pemadaman ini adalah taktik,” ujarnya.
Ia juga mendesak pemerintah Barat dan lembaga internasional untuk segera bersuara. Menurutnya, sikap diam sama dengan memberikan izin atas kekerasan terhadap warga sipil.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Lembaga Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan bahwa hingga 11 Januari 2026, jumlah korban tewas akibat kekerasan dalam penanganan demonstrasi telah mencapai 116 orang. Selain itu, lebih dari 2.600 orang dilaporkan telah ditangkap oleh aparat keamanan Iran.
AP News menyebutkan bahwa HRANA dikenal memiliki rekam jejak yang relatif akurat dalam melaporkan gelombang kerusuhan dan protes sebelumnya di Iran, sehingga angka korban tersebut dianggap kredibel oleh komunitas internasional.
AP News menyebutkan bahwa HRANA dikenal memiliki rekam jejak yang relatif akurat dalam melaporkan gelombang kerusuhan dan protes sebelumnya di Iran, sehingga angka korban tersebut dianggap kredibel oleh komunitas internasional.
Ketegangan Diplomatik AS–Iran Kian Tajam
Pernyataan Azghadi yang menyerukan penangkapan Trump dinilai pengamat sebagai bentuk eskalasi verbal yang mencerminkan memburuknya hubungan Teheran–Washington. Meski belum menjadi kebijakan resmi pemerintah Iran, pernyataan tersebut menambah daftar panjang retorika keras di tengah situasi domestik Iran yang belum stabil.
Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas seruan penangkapan Trump tersebut. Namun, sejumlah analis menilai konflik diplomatik ini berpotensi memicu ketegangan geopolitik yang lebih luas jika situasi di Iran terus memburuk. (fntv)

Posting Komentar untuk "Iran Desak Donald Trump Ditangkap! Pejabat Teheran: Harus Diperlakukan Sama Seperti Maduro"