Caracas Bergolak: Ribuan Pendukung Maduro Turun ke Jalan, Kecam Operasi Militer AS dan Tuntut Pembebasan
CARACAS, Framing NewsTV — Ribuan pendukung Presiden Venezuela yang digulingkan, Nicolás Maduro, memadati jalan-jalan utama ibu kota Caracas untuk menggelar aksi demonstrasi besar-besaran. Massa menuntut pembebasan Maduro setelah operasi militer Amerika Serikat yang mengejutkan dunia internasional dan memicu krisis politik baru di negara Amerika Latin tersebut.
Dalam aksi yang berlangsung Sabtu, 11 Januari 2026, para demonstran membawa spanduk, poster bergambar Maduro, serta meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika Serikat. Mereka menyebut penangkapan Maduro sebagai tindakan ilegal dan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Venezuela.
Menurut laporan Reuters, aksi protes ini dipicu oleh penahanan Nicolás Maduro dalam sebuah operasi militer Amerika Serikat yang dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Operasi tersebut langsung menuai kecaman dari para pendukung setia Maduro yang menilai langkah itu sebagai bentuk intervensi asing terhadap urusan dalam negeri Venezuela (dilansir Reuters, Sabtu, 11 Januari 2026).
“Maduro adalah presiden kami. Penangkapannya adalah kejahatan internasional. Kami menuntut pembebasan segera tanpa syarat,” ujar salah seorang demonstran di pusat kota Caracas, seperti dikutip Reuters.
Para pendukung Maduro juga menuding Amerika Serikat sengaja memperkeruh situasi politik Venezuela yang selama ini sudah rapuh akibat tekanan ekonomi, sanksi internasional, dan konflik internal. Dalam orasi-orasi politiknya, para pemimpin massa menyebut operasi militer AS sebagai agresi terbuka yang mengancam stabilitas kawasan Amerika Latin.
Kelompok pendukung Maduro menegaskan bahwa penangkapan tersebut tidak hanya menyasar satu tokoh politik, tetapi juga merupakan serangan terhadap kedaulatan negara dan pilihan rakyat Venezuela. Mereka menyerukan solidaritas nasional dan meminta komunitas internasional untuk menekan Washington agar segera menghentikan campur tangan militernya.
Reuters melaporkan bahwa demonstrasi berlangsung relatif tertib, meski dijaga ketat oleh aparat keamanan. Beberapa ruas jalan utama Caracas sempat ditutup akibat membludaknya massa. Pemerintah sementara Venezuela belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan demonstran, namun situasi keamanan terus dipantau secara intensif.
Di tingkat global, penangkapan Maduro memicu reaksi beragam. Sejumlah negara menyuarakan keprihatinan atas penggunaan kekuatan militer dalam konflik politik internal, sementara yang lain menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi dan hukum internasional.
Aksi demonstrasi ini menandai babak baru ketegangan politik di Venezuela. Dengan ribuan warga turun ke jalan dan tekanan internasional yang terus meningkat, masa depan politik negara tersebut kini berada dalam sorotan tajam dunia. (fntv)

Posting Komentar untuk "Caracas Bergolak: Ribuan Pendukung Maduro Turun ke Jalan, Kecam Operasi Militer AS dan Tuntut Pembebasan"