Aksi Demo Kian Memanas, Garda Revolusi Iran Ingatkan Garis Merah Keamanan Negara
JAKARTA, Framing NewsTV — Eskalasi aksi demonstrasi di Iran terus meningkat dalam dua pekan terakhir. Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa menjaga keamanan nasional merupakan “garis merah” yang tidak dapat ditawar. Peringatan keras tersebut disampaikan di tengah meluasnya kerusuhan di sejumlah kota besar, serta meningkatnya tekanan internasional terhadap Teheran.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRGC menegaskan komitmennya untuk melindungi kepentingan negara dan properti publik. “Menjaga pencapaian Revolusi Islam 1979 dan menjaga keamanan adalah garis merah. Kelanjutan situasi ini tidak dapat diterima,” tegas IRGC, sebagaimana dikutip Reuters dan Al Arabiya, Sabtu (10/1/2026).
Pernyataan IRGC muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan kepada para pemimpin Iran pada Jumat (9/1/2026), di tengah gelombang protes besar-besaran. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio secara terbuka menyatakan dukungan Washington kepada massa aksi. “Amerika Serikat mendukung rakyat Iran yang berani,” kata Rubio dalam pernyataan resminya, Sabtu (10/1/2026).
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa aksi demonstrasi yang diwarnai kerusuhan terus berlangsung hingga larut malam. Sebuah gedung pemerintah kota dilaporkan dibakar di Karaj, wilayah barat Teheran. Otoritas setempat menyalahkan aksi tersebut kepada “para perusuh.” Televisi pemerintah juga menayangkan rekaman pemakaman anggota pasukan keamanan yang diklaim tewas dalam bentrokan di kota Shiraz, Qom, dan Hamedan.
Protes yang awalnya dipicu lonjakan inflasi dan tekanan ekonomi kini berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas. Para pengunjuk rasa di berbagai daerah menyerukan diakhirinya pemerintahan ulama. Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik apa yang mereka sebut sebagai “kerusuhan terorganisir.” Di sisi lain, berbagai organisasi hak asasi manusia melaporkan puluhan demonstran tewas sejak aksi berlangsung.
Seorang saksi mata di Iran barat, yang dihubungi melalui sambungan telepon dan meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan, mengungkapkan bahwa IRGC telah dikerahkan secara masif. “Pasukan Garda Revolusi berada di jalan-jalan dan melepaskan tembakan di daerah tempat kami berada,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Dalam pernyataannya, IRGC juga menuduh adanya serangan terhadap pangkalan militer dan aparat penegak hukum selama dua malam terakhir. “Para teroris telah menargetkan fasilitas militer dan keamanan, membunuh sejumlah warga sipil serta personel keamanan,” klaim IRGC melalui siaran televisi nasional.
Sementara itu, militer Iran yang beroperasi terpisah dari IRGC namun tetap berada di bawah komando Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, turut mengeluarkan pernyataan sikap. Militer menyatakan siap “melindungi dan menjaga kepentingan nasional, infrastruktur strategis negara, serta properti publik” di tengah situasi yang kian genting.
Pengamat menilai, pernyataan tegas IRGC dan militer menandai potensi peningkatan penggunaan kekuatan oleh negara untuk meredam aksi protes. Di saat yang sama, tekanan internasional dan sorotan dunia terhadap situasi HAM di Iran diperkirakan akan terus meningkat seiring berlanjutnya demonstrasi. (fntv)

Posting Komentar untuk "Aksi Demo Kian Memanas, Garda Revolusi Iran Ingatkan Garis Merah Keamanan Negara"