Erick Thohir: Bonus Atlet Harus Jadi Modal Masa Depan, Bukan Sekadar Hadiah
JAKARTA, Framing NewsTV - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa perhatian negara kepada atlet nasional tidak hanya diwujudkan melalui pemberian bonus, tetapi juga melalui pembekalan literasi keuangan. Hal tersebut disampaikan Erick saat membacakan laporan dalam acara penyerahan bonus atlet yang digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (08/01/2026).
Dalam laporannya, Erick menjelaskan bahwa pemerintah telah menggelar program literasi keuangan bagi atlet dan pelatih nasional sebagai bagian dari tanggung jawab negara untuk memastikan kesejahteraan jangka panjang para insan olahraga. Program ini diikuti oleh hampir 400 pelatih serta para atlet dan berlangsung selama sekitar 1,5 jam.
“Kami juga memberikan literasi keuangan kemarin. Kami mengumpulkan hampir 400 pelatih dan tentu para atlet selama kurang lebih 1,5 jam,” ujar Erick Thohir.
Erick menegaskan bahwa pembekalan literasi keuangan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden, kata Erick, berulang kali mengingatkan bahwa bonus yang diberikan negara harus dipandang sebagai amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bijak untuk masa depan para atlet dan pelatih.
“Karena memang ini sesuai dengan arahan Bapak bahwa bonus yang Bapak berikan, yang negara berikan, Bapak selalu pesan kepada kami ini adalah sebagai amanah untuk masa depan mereka, masa depan mereka yang harus mereka jaga,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Erick juga menekankan komitmen pemerintah dalam menjamin transparansi penyaluran bonus kepada atlet dan pelatih nasional. Ia memastikan seluruh bonus disalurkan secara langsung ke rekening masing-masing penerima tanpa perantara, sehingga akuntabel dan tepat sasaran.
“Untuk memastikan transparansi, Bapak Presiden, kami dari Kementerian Pemuda dan Olahraga langsung juga mentransfer seluruh bonus kepada masing-masing atlet dan pelatih langsung dan melalui Bank BRI,” tegas Erick.
Erick kemudian memaparkan total anggaran bonus yang disalurkan pemerintah kepada atlet dan pelatih nasional, yang nilainya dinilai sangat signifikan.
“Total dananya Rp465 miliar 250 juta, Pak. Ini angka yang luar biasa. Terima kasih, Bapak, atas perhatiannya,” ucap Erick.
Lebih lanjut, Erick merinci bahwa komponen bonus tersebut mencakup berbagai kategori prestasi, termasuk bonus bagi peraih medali emas tunggal yang disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah. Menurutnya, besaran tersebut mencerminkan komitmen kuat Presiden dalam menghargai prestasi atlet Indonesia.
“Tentu ini terdiri dari medali emas tunggal sebesar Rp1 miliar. Ini terbesar sepanjang sejarah juga ini karena Bapak,” kata Erick Thohir.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap para atlet tidak hanya berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga memiliki kesiapan finansial dan perencanaan masa depan yang lebih baik, sehingga kesejahteraan atlet dapat terjaga bahkan setelah masa aktif bertanding berakhir. (fntv)

Posting Komentar untuk "Erick Thohir: Bonus Atlet Harus Jadi Modal Masa Depan, Bukan Sekadar Hadiah"